ZHANG SAN

ZHANG SAN
Pertemuan 2


__ADS_3

Zhang San langsung memeluk Zhou Ruyue ketika dia hanya sedikit membuka cadarnya, Dia sudah sangat mengenal wajah itu. Dengan erat Zhou Ruyue membalas pelukan itu dan berkata "Mengapa Kak Zhang tidak pernah mengunjungiku? Bukankah kau sudah berjanji?" Bisiknya ditelinga Zhang San. Namun, Dia tidak mengendurkan pelukannya.


"Maaf, Aku belum sempat mengunjungimu, aku sudah merencanakannya. Namun, Kekuatanku belum cukup untuk pulang pergi dari Alam dewa Ke Alam Rendah" Sahutnya sambil mencium kening wanita itu dengan kedua telapak tangannya yang memegang kepala Zhou Ruyue.


"Dimana istrimu?" tanyanya lagi.


"Nanti kita bicarakan masalah itu! Sekarang ceritakan, Kenapa kau bisa berada di Alam dewa dan menjadi Cucu dari Patriak Zhou itu? Tanya Zhang San sambil menatap Patriak Zhou yang tercengang melihat kedekatan mereka.


Setelah tersadar dia langsung memberikan pengumuman lagi "Karna sudah ada orang terpilih, Maka acara ini dianggap selesai"


Semua orang pun langsung bubar, meski masih ada saja orang yang tidak terima dengan pengumuman itu. Namun, Apalah daya mereka, Mereka tentu tidak ingin berurusan dengan Klan Zhang yang bisa meruntuhkan Klan mereka dengan mudah.


"Kita bicara didalam saja Tetua" Ajak Zhou Shuyan kepada Zhang Yimin, Dalam maksud meninggalkan Cucunya dengan pemuda itu. Jika kedekatan mereka terlihat seperti itu "Kau berhutang Penjelasan kepadaku" tatapnya kepada Zhou ruyue.


"Baik Kakek" sahutnya dengan lembut. Lalu, Dia meraih tangan Zhang San dan membawanya jalan-jalan setelah memasang kembali cadar diwajahnya.


Dia membawa ke Taman yang ada dikediaman Klan Zhou. Lalu, Mereka duduk ditepi kolam, Dimana ikan banyak berenang.


"Aku penasaran! bagaimana caramu bisa berada di Alam Dewa?" Tanya Zhang San setelah mereka duduk berhadapan tanpa melepaskan pegangan tangan mereka


"Setelah berlatih cukup lama dengan Matriak sekte Bunga Teratai, Aku kembali ke Kota Zhou untuk menemui ayah dan menghadiri pernikahan Adikku Zhou Hua. Kakek yang tak pernah aku lihat kebetulan datang juga. Rencana Awal Kakek ingin membawa semua orang dari Keluarga Zhou untuk pergi ke Alam Dewa. Namun, Ayah tidak ingin pergi meninggalkan Kota dan terpisah dari Zhou Hua. karna baginya cukup saja dia disana, Ayah tidak terlalu berambisi mengejar kekuatan, Baginya asalkan bisa menjaga keluarga sudah sangat bahagia. Dan ayah memintaku untuk ikut ke Alam Dewa dengan Kakek, Dengan alasan untuk memperkuat latihanku dan menghindarkan aku dari kejaran beberapan tuan muda yang ingin melamarku. dan Kakek juga mengatakan Bahwa aku bisa pulang kapan saja ke Alam Rendah jika aku mengikutinya melalui sebuah Saluran Spasial yang terhubung. Jadilah aku disini. Eh tak taunya Kakek malah membuat pertandingan untuk mencari menantu" ucapnya dengan sedikit ******* nafas yang lega setelah bercerita.


"Sudah jangan bersedih" Zhang San mengapit hidung Zhou Ruyue dengan dua jarinya. Membuat Zhou Ruyue sedikit kesakitan dan berteriak pelan. "Berterima kasihlah kepadanya" Ucap Zhang San lagi.


"Aku sebenarnya tidak mau, Tapi Kakek bosan menanggapi para tuan muda yang mengejarku. Bukan hanya di Alam Rendah, tapi juga di Alam Dewa sama saja! Apakah mungkin aku terlalu cantik?" Ucapnya sambil sedikit tertawa

__ADS_1


"Kau memang cantik, Coba penjamkan matamu" Ucap Zhang San. Zhou Ruyue langsung mengikuti apa yang dipinta oleh Zhang San tanpa membantah atau pun mengintip dengan merenggangkan Matanya.


Swush! Dua orang itu menghilang dari taman.


............


"Tetua Zhang, Silahkan makan. Biarkan saja dua orang itu yang sedang kasmaran" Ucap Zhou Shuyan tersenyum. Ini hal yang tak dia sangka. pada awalnya dia hanya ingin menghindarkan Cucunya itu dari kejaran tuan Muda dari Klan dan Sekte sekitar dan jadilah diadakan pertandingan itu.


Namun, yang tak pernah dia duga seseorang yang diceritakan oleh Cucunya itu berasal dari Klan Zhang. Namun katanya mereka tidak pernah berjumpa selama beberapa tahun.


"Aku tak memikirkan dia, Dia belum tentu juga memikirkan aku" sahutnya sambil tertawa lalu duduk dan mengambil makanan yang tersedia, Tidak ada kecanggungan baginya.


"Makan yang banyak tetua Zhang, Kita akan menjadi keluarga sebentar lagi!"


"Tentu, Patriak!" Sahut Zhang Yimin. dia sedikit berpikir dalam hati sambil mengunyah makanan itu 'Ini adalah hal baik juga, Sembari mengumpulkan kekuatan untuk membalikkan keadaan yang sudah terpecah didalam Klan' "Kau juga jangan melihatku saja makan, Aku jadi malu" ucapnya sambil melihat Patriak Zhou yang memandangnya makan.


"Dari mana sebenarnya Tetua? Hingga sempat-sempatnya mampir dikota kecil bagian selatan ini!" Tanya Zhou Shuyan disela kunyahannya.


"Aku dari benua Barat, Sedang ada urusan disana!" Sahut Zhang Yimin.


Kening Patriak Zhou mengerut mendengarnya "Jika kau dari benua Barat, Seharusnya jika memakai Kapal terbang, Bukan disini pendaratannya Kan?" tanya Zhou Shuyan penasaran.


"Kau benar, tapi aku tidak memakai kapal terbang. melainkan, Saluran spasial yang langsung melempar daerah sini" Zhang Yimin segera menyelesaikan makannya setelah menyahut. "Bolehkan aku menginap disini, Agar kita berdua bisa lebih akrab. dan siapa tau nanti aku bisa meminta bantuan kepadamu" ucapnya lagi.


"Tentu boleh tetua, Aku senang dapat menerima tamu sepertimu. Dan juga sudah lama sekali aku tidak punya kawan bicara yang cocok" Ucapnya lalu berdiri dan berkata lagi "Tunggulah sebentar, Aku akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan sebuah tempat untukmu" Lalu dia berjalan meninggalkan Zhang Yimin sendirian.

__ADS_1


..............


Zhang San muncul di Dunia Jiwa dengan memegang tangan Zhou Ruyue.


"Bukalah matamu" Ucap Zhang San sambil membelai pipi lembut seperti bakpao yang baru dipanaskan. sangat kenyal dan enak.


"Dimana ini? Kenapa kita bisa berpindah? Dan tempat ini sangat indah Kak Zhang!" Ucapnya lalu melompat-lompat kegirangan dan memeluk Zhang San lagi.


"Ini adalah dunia Jiwaku, Dan tempat seperti apa yang kau inginkan aku bisa membuatnya" ucap Zhang San menyombongkan kemampuannya dihadapan wanitanya, dan itu tidak dilarang.


"Apakah boleh jika aku menginginkan sesuatu?"


"Tentu" Sahut Zhang San tanpa menunda


"Emm.... Aku ingin Cao Ling An ada disini" Ucapnya dengan wajah menunduk. "Apakah tidak mungkin?"


Zhang San hanya tersenyum. kemudian dia berkata lagi "Apa kau tidak mau rumah dengan sejuta keindahan?" Tanya Zhang San lagi tanpa menyahut pertanyaan yang utarakan Zhou Ruyue.


"Pejamkan matamu kembali, Aku akan memberi kejutan" Zhou Ruyue mengikuti apa yang di pinta oleh kekasihnya itu.


Zhang San membuat sebuah gunung, Lalu memangkas puncaknya kemudian dia membuat sebuah rumah besar dengan halaman yang sangat luas dan berjejer pohon persik yang sudah berbunga.


Setelah selesai dengan apa yang dibuatnya dan memberikan sebuah kejutan.


Zhang San mengecup bibir yang sudah sekian lama tidak dikecup. Zhou Ruyue membalasnya namun tidak juga membuka mata. Karna sensasi itu sudah lama tidak dapat dia rasakan. semenjak perpisahannya dengan kekasihnya yang kini ada dihadapannya. dia mengalami gatal yang sering menyerang ketika malam. Namun, Dia masih tahan iman. untuk tidak menggaruknya.

__ADS_1


'Pertemuan ini seperti mimpi, Mimpi yang membuatku tidak ingin bangun lagi. Doaku, jangan pernah lagi meninggalkan aku. Harapku, Dipertemukan lagi dengan istri sahmu'


Setelah cukup lama bertukar liur dan melepaskan dahaga yang sudah lama terpendam, Zhang San membawa Zhou Ruyue masuk kedalam kediaman yang baru dia buat. dan disana menunggu dua wanita cantik yang sedang berdiri menatap kedatangan mereka berdua..


__ADS_2