
Mereka berenam makan dengan santainya menikmati hidangan yang dimasak oleh Cao Ling An yang sudah belajar dari ibunya.
"Masakanmu sangat enak" Puji Feng Yingyu kepada Cao Ling An sambil membantu untuk membersihkan sisa makanan.
"Biasa saja Ying" Sahut Cao Ling An tersenyum memandang kearahnya
Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka.
...............
Ke esokan harinya ketika matahari cukup tinggi menggantung dilangit, Zhang San keluar dari kamarnya. Terlihat Zhang Yimin sedang menunggunya.
"Tidak biasanya kau bangun siang! apakah terlalu empuk tempat tidurnya?" Tannya Zhang Yimin sambil bercanda.
"Hahaha, Aku juga tidak menduganya Tetua!" Sahut Zhang San lalu dia mengikuti Zhang Yimin yang lebih dulu berjalan didepan.
"Kita akan ke Pelelangan dulu yang diadakan diKota ini, Katanya ada barang langka" Ucap Zhang Yimin.
"Aku ikut saja tetua, Jika ada barang yang akan menunjang tingkatanku, Aku akan membelinya juga" Sahut Zhang San dari samping.
"Sebelum itu kita makan dulu untuk mencari informasi, siapa tau ada yang menarik, aku tidak lagi terburu-buru karna kita sudah sampai juga dibenua selatan" Ucap Zhang Yimin lagi dia melangkah mendekati meja dan menarik kursi lalu duduk disana.
Resto itu berada dilantai satu tempat mereka menginap, Ketika mereka turun dari lantai dua sudah bisa melihatnya.
Setelah memesan makanan dan mengisi perut yang sebenarnya tidak terlalu perlu bagi seorang kultivator, Karna masih ada Qi yang selalu mengisi dan memenuhi nutrisi. Namun, tidak ada salahnya untuk makan. Karna, biar bagaimanapun lidah tak bisa bohong.
Tidak ada informasi yang mereka dapatkan, Zhang Yimin segera membayar makanan yang mereka pesan. "Ayo jalan lagi" Ajak Zhang Yimin.
Zhang San seperti anak kecil yang mengikuti kemanapun orang tuanya, Karna benua selatan sangat asing untuknya. meski, Dia tidak takut sekalipun dengan orang lain, Untuk jaga-jaga tidak salah bukan.
__ADS_1
"Sepertinya ada hal yang menarik disana" Tunjuk Zhang Yimin, Ketika melihat kerumunan manusia.
"Sebaiknya kita ikut melihat" Ucap Zhang San juga
Mereka segera mendekat, Lalu Zhang Yimin bertanya kepada orang sebelahnya "Ada hal menarik apa yang membuat orang berkumpul disini saudaraku?" Tanyanya.
"Ini adalah sebuah pertandingan untuk mendapatkan calon mantu, Bagi siapa yang dapat mengalahkan Patriak Zhou, Maka dia bisa menjadi menantu"
"Masih ada hal seperti itu? dan apakah sudah ada yang bisa mengalahkannya?" Tanyanya lagi dengan penuh kejutan.
"Ya! Kau bisa lihat sendiri, Dan jika kau ingin mendaftar itu tidak bisa, Karna hanya kultivator umur dibawah tiga puluh tahun yang di ijinkan mendaftar,
Namun masih ada pilihan hadiah yang lain jika kau tidak mau menjadi menantu, Kau boleh memilih Sebuah barang sebagai gantinya, Untuk sementara ini belum ada, Sulit untuk mendapatkan jenius muda yang bisa mengalahkan patriak yang kini berada ditahapan Dewa Merah Tahap Menengah"
"Barang apa saudaraku jika aku boleh tau?" Tanya Zhang Yimin sambil mengeluarkan dua puluh koin emas untuk informasi itu.
"Bagaimana kalau dia menipu, Setelah menang, Bukan hanya tidak memberikan Cucunya tapi juga tidak memberikan barang berharga" Tanya Zhang Yimin terus menerus. Namun, orang itu sangat sabar menjelaskan.
Orang itu menggeleng, "Tidak mungkin, Patriak Zhou tidak pernah ingkar janji kepada semua orang, dan dia sudah bersumpah atas nama langit, Jika dia ingkar maka langit yang akan menghukumnya" Sahut orang itu tanpa mengeluh karna terus ditanya.
"Apakah Cucunya cantik?"
"Meskipun cantik kau juga tidak dapat berpartisipasi dalam pertandingan ini" Ucap orang itu menatap Zhang Yimin dengan tatapan sedikit aneh.
'Apa dia tidak sadar diri, Diri sudah tua mau mengambil daun muda, ckckck'
"Bukan aku yang mau, Tapi lihat orang disampingku ini, Dia cukup cocok kan untuk pertandingan ini"
Orang itu menengok ke sebelah dan menemukan satu sosok muda, Tampan dan juga gagah, sangat cocok untuk mengikuti pertandingan. Namun,ketika dia menelisik kultivasi pemuda itu, dia menggelengkan kepala "Apa kau mau membuatnya mati?"
__ADS_1
Zhang Yimin terkejut mendengar kalimat itu, "Apa yang salah darinya" Tunjuk Zhang Yimin sambil menoleh, Ketika dia melihat tingkatan Zhang San yang berada pada Dewa Biru tahap menengah. dia pun mendesah 'Dasar payah, Aku sungguh tidak tau dia bisa mengubah sesuka hatinya, tingkat kultivasinya.'
"Kau tenang saja, dia tidak akan mati, Aku percaya dengan keponakanku ini" Ucap Zhang Yimin lagi.
'Dasar paman yang tidak punya perasaan, Masa ponakan sendiri mau dikorbankan, dia malah sangat percaya diri lagi, sudah jelas kalah dalam tingkatan. bahkan, itu tidak hanya satu. melainkan, sudah pada ranah yang berbeda' Orang itu menggelengkan lagi kepalanya.
"Silahkan tetua berjalan ke arah sana, Dan mendaftar, disana akan ada pemeriksaan usia tulang untuk mengetahui bahwa seseorang tidak memakai teknik perubahan wujud, untuk mengelabui.
"Terima kasih atas informasinya" Ucap Zhang Yimin lalu mengajak Zhang San untuk berjalan ke arah Pendaftaran.
"Kasian dia, Masih muda malah ingin dibunuh pamannya dengan cara kejam seperti ini, Jika saja aku lebih tinggi tingkatan dari tetua itu, Pasti akan ku kepret dia jadi penyet"
"Kita mau apa tetua, Aku tak ingin mengikuti pertandingan ini" Ucap Zhang San sedikit mengeluh
"Tidak apa, Kau bisa memilih hadiah yang lain, jika kau tidak menginginkan Cucunya, Siapa tau ada hal yang berharga yang bisa menunjuang kultivasimu" Ucapnya.
Sebagian orang yang mendengar ocehan Zhang Yimin kepada pemuda di sampingnya memilliki pemikiran yang sama, dan mereka mengolok-ngolok dalam hati. 'Sungguh tega'
Zhang San terpaksa mengikuti kemauan Zhang Yimin dan dia mendaftarkan diri dan setelah memastikan usia tulangnya. dia dialihkan ketempat para peserta yang masih banyak duduk berjejer.
"Huh anak muda yang mengantar kematian" Ucap peserta yang duduk didekatnya, "Kenapa kau tidak pulang? dan minta susu kepada orang tuamu!" tatapnya dengan remeh karna melihat Zhang San hanya berada ditahap Dewa Biru Tahap menengah, sedangkan dia berada pada tahap awal dewa Hijau"
"Jika kau memang yakin bisa mengalahkan Patriak itu, Kenapa kau harus memintaku pulang, Bukankah ketika kau mengalahkannya kesempatan untukku tidak ada lagi?" Sahut Zhang San dengan santai, Namun monohok dihati orang itu.
"Akan ku buktikan, meskipun berbeda satu tingkatan aku pasti bisa mengalahkannya"
"Ckckck!!" Zhang San menggelengkan kepalanya. bahkan dia bingung dengan pemikiran orang-orang. Sulit untuk menemukan jenius yang bisa melawan orang yang berada satu tingkat diatasnya.
Tapi mereka dengan bangga mengikuti Pertandingan ini, "Apakah hidup memang tidak lebih berarti dari harta dan wanita" Gumamnya
__ADS_1