ZHANG SAN

ZHANG SAN
Extra Pengganggu


__ADS_3

Burung-burung yang bertengger dibatang pohon segera bubar mendengar gelak tawa mereka. Meskipun tidak mendapat respon yang positif. Namun, Mereka tetap senang karna wanita cantik yang ada dihadapan mereka tidak bisa lari juga.


"Ayo Kawan-kawan, kita hancurkan pembatas ini!" Ajak sang pemimpin. Dia segera mengeluarkan energi pada tangannya dan semua orang juga bersiap.


Swush!!! Booom!!


Ledakan energi besar terjadi diudara. Tapi bukan pertemuan antara serangan mereka dengan pembatas. Melainkan serangan mereka dengan serangan yang datang dari arah samping. Zhang San muncu dihadapan mereka, Dan menatap mereka semua dengan tatapan tajam.


"Aku sudah lama menyadari keberadaan kalian yang terus mengikuti, Berharap kalian sayang akan nyawa. Tapi nyatanya, Kalian tetap ingin mengganggu kami. Maka biarkan aku membunuh kalian semua." Ucap Zhang San. Lang Sung melompat kesamping dan menggunkanan "Buktikan kepadaku kemampuanmu wahai Panah Dewa" Gumamnya sembari melentingkan tubuhnya ke atas Pohon.


Dia menari tali pada Panah itu dan muncul seketika satu busur berupa energi yang dipadatkan.


Melihat senjata panah yang diacungkan kepada mereka. Sang pemimpin dari kelompok itu segera berkata "Segera pasang artefak pertahanan. Jika kita bisa membunuhnya. maka bukan hanya tiga wanita itu yang akan kita dapatkan. Melainkan semua barang berupa harta yang mereka miliki"


"Sekelompok orang yang tidak tahu tingginya langit, Hanya mengantar kematian." Ucap Zhang San langsung melepaskan anak panah yang melesat dan memecah menjadi sepuluh busur dan membagi tugasnya masing-masing seperti hidup dan bisa diperintah kemana arahnya.


Kontrol energi Dewa Hitam tahap menengah memang luar biasa.


Booom!!! Ledakan yang beruntun itu hampir tidak menyisakan sepuluh orang dewa Biru tahap puncak itu.


Jika bukan karna Artefak yang mereka pasang. Mungkin semuanya akan langsung mati dengan tubuh yang tidak utuh.

__ADS_1


Tapi mereka semua terkapar ditanah dengan penuh luka bakar. Hal yang tak pernah diduga sebelumnya. Bahwa lawan yang dianggap remeh adalah orang kuat yang menyembunyikan kekuatan.


Enam di antaranya meregang nyawa karna tak bisa lagi mempertahankan nafas terakhir mereka. Empat orang merangkak menjauh dari tempat itu tanpa bisa berkata lagi. "Apa kalian mengerti sekarang, Ada kalanya orang tidak mengganggu karna tak ingin membunuh. Tapi jika diganggu, maka kematian yang akan dia berikan... Minta maaflah dineraka!!" Zhang San melambaikan tangan dan empat pedang Qi langsung bersarang ditubuh mereka, dan itu akhir dari hidup mereka tentunya!


"Kalian tidak Apa-apa kan?" Tanya Zhang San kepada tiga wanitanya. Dia masuk kedalam pembatas perlindungan tanpa merusak Perlindungan itu sendiri.


"Aku baik-baik saja, Tapi sepertinya adik Ruyue tidak sedang baik-baik saja." sahut Cao Ling An. dia masih merangkul Zhou Ruyue untuk menenangkannya.


"Maafkan aku, Sebenarnya aku sudah tau mereka mengikuti kita. Tapi aku berpikir jika mereka tidak mengganggu. Maka, aku tidak perlu menggunakan kekerasan." Ucapnya dengan nada sedih. lalu memeluk Zhou Ruyue. "Sebaiknya setelah kita beristirahat ini, Kalian semua masuk kedalam dunia jiwa. Agar tidak ada yang berniat lagi untuk mengganggu. Nanti kalau kita sudah berada di dekat Klan Zhang. Aku akan mengeluarkan kalian!" tambahnya lagi.


Cao Ling An mengangguk, Lalu Zhang San menatap Yue Ao Zisi. Dia juga mengangguk. Kemudian dia bertanya kepada Zhou Ruyue. "Bagaimana denganmu?" Zhou Ruyue juga mengangguk. Akhirnya mereka sepakat dan Zhang San langsung membuka portal dimensi Dunia Jiwa.


Di sebuah ceruk yang tidak terlalu dalam. Seorang pemuda yang tidak lain adalah Zhang San sedang duduk dengan sedikit senyuman yang melengkung. Dia menatap sepuluh cincin Dimensi yang tergeletak ditanah. Meskipun tidak yakin tentang isinya. Tapi dia tetap mengambilnya.


Dan benar saja, Tidak ada yang spesial. hanya beberapa koin emas dan juga beberapa artefak tingkat rendah yang ada setelah semua isi dari sepuluh cincin itu dikuras.


Dia menyimpannya kembali. Namun pada cincin miliknya sendiri kemudian menyimpan semua cincin kosong itu dalam satu cincin buat cadangan kalau diperlukan.


Perlu dua hari untuk mencapai kota selanjutnya. dan ada waktu seminggu lagi hingga pendaftaran untuk menjadi Patriak Klan Zhang. "Meskipun jabatan itu tidak penting bagiku. Namun sumberdaya yang ada disana akan segera meningkatkan lagi kekuatanku, Semoga sebelum kedatangan orang itu aku sudah naik tingkat lagi, Setidaknya sudah berada pada tingkat Dewa Emas." gumamnya. lalu keluar dari ceruk dan melesat kearah Kota terdekat untuk mencari berbagai informasi.


Dua hari terlewatkan dengan cepat, karna Zhang San tak berhenti selama dua hari itu. Dan kini dia sudah dapat melihat sebuah kota yang sangat luas, Di kelilingi oleh tembok yang tinggi. dengan pintu besar sebagai pintu masuk kota itu.

__ADS_1


Kota Bai, Adalah kota maju yang memiliki perkembangan yang sangat drastis. Populasi penduduk asli sudah mencapai ratusan juta jiwa. Belum lagi pengunjung yang datang silih berganti.


Zhang San turun seratus meter dari pintu gerbang besar itu. dan dia mengikuti antrian masuk.


Kereta kuda yang megah melewati antrian dengan santainya. dikawal oleh enam orang yang berada pada tingkat Dewa Hijau tahap Menengah. Tidak ada yang berani mengganggu ataupun bersuara ketika mereka menyerobot antrian.


"Kenapa mereka menyerobot?" tanya Zhang San kepada seseorang yang berada di depannya.


"Sebenarnya itu hal yang biasa bagi orang yang berkuasa dan ber-uang. Dan kekuasaan itu dilihat dari megahnya kerea kuda yang dimiliki. Jika sudah begitu, maka dapat dipastikan yang lewat adalah orang kuat dan beruang. Kau lihat pengawalnya kan? Mereka semua berada pada tingkat dewa Hijau." Ucap orang itu menjelaskan.


"Jadi kalau punya uang banyak bisa menyerobot?" Tanya Zhang San lagi.


"Bisa. Untuk masuk secara normal membutuhkan dua koin emas. untuk masuk melalui jalur khusus perlu mengeluarkan Seratus Koin emas untuk satu orang. Kau bisa menghitungnya jika mereka masuk bersama!"


"Baiklah, Kalau begitu mau kah kau menemaniku untuk masuk dijalur khusus. aku belum pernah ke Kota ini, Takutnya tersesat atau menyinggung seseorang yang tak perlu untuk disinggung" ucap Zhang San.


Orang itu menoleh dan melihat pakaian yang dipakai orang di belakangnya itu untuk memastikan apakah telinganya tudak bermasakah.


"Apa kau bercanda, Aku bahkan tidak yakin kau memiliki banyak uang." Ucapnya sedikit kesal. Namun Zhang San tidak tersinggung dia hanya tersenyum.


"Jika kau tidak mau, Aku tidak memaksa" Ucap Zhang San lagi. Lalu dia berpindah jalur khusus yang tidak ada antrian masuknya.

__ADS_1


__ADS_2