ZHANG SAN

ZHANG SAN
Musuh Baru


__ADS_3

Di penginapan yang ada di kota Bingru lebih tepat nya Penginapan Sedap Malam...


Terlihat penginapan itu lebih sesak dari siang hari. Banyak pemuda bahkan lanjut usia datang ke penginapan itu. Entah ada apa di sana..


Zhang San berada di kamar 101 paling ujung dia tidak tahu perihal apa yang sedang terjadi di penginapan yang dia tempati sekarang ini. Namun yang pasti dia mendengar suara lembut wanita yang sedang mendesah di sebelah dinding kamar nya.


Telinga Zhang San begerak memastikan, "Sialan, mereka melakukan kultivasi Ganda... membuat jiwa ku meronta lagi"


Dia keluar dari kamar nya karna tidak tahan dengan erangan dan ******* yang mengelitik pusaka nya. Serasa ada yang membelai.


"Ming, ayo kita pergi dari sini"


Lang Ming langsung berdiri dari duduk nya yang berada di kursi dekat pintu yang memang di sediakan oleh penginapan itu.


Mereka turun dari lantai dua. Dan melihat banyak nya manusia antara laki- laki dan wanita yang berada di lantai satu terlihat sedang melalukan beberapa aktivitas yang sulit di ceritakan.


Zhang San tersenyum kecut melihat aksi beberapa pasangan. Dia terus melangkah keluar namun di hentikan oleh dua wanita yang terlihat masih muda namun dengan pakaian yang sangat terbuka. Bahkan tinggal sedikit sentil semua akan tersibak.


"Tuan muda, bisakah kita melewati malam bersama" ucap salah satu dari mereka menggoda Zhang San.


"Maaf aku sedang tidak ingin" ucap nya menjawab. Padahal tongkat sakti nya mulai berdiri ketika wanita itu membelai tubuh nya.


"Tuan muda" Panggil Lang Ming lalu dia berbisik telinga Zhang San.


"Terserah kau saja. Aku akan pergi mencari udara segar" ucap nya kepada Lang Ming dan langsung memberikan cincin dimensi yang berisi ribuan keping emas.


Lang Ming tersenyum lalu mengajak dua wanita penggoda untuk membuka kamar. "Sudah ribuan tahun tongkat pusaka ku belum pernah terpakai, kini saat nya menggunakan nya" batin nya kesenangan.


Di luar penginapan dia kembali melihat papan nama penginapan itu. Dia tidak mengira Sedap Malam yang berarti jika waktu malam tiba akan ada yang sedap- sedap untuk di nikmati.


Kemudian dia melangkah kejalan yang terlihat sepi. Entah kenapa padahal tempat itu masih banyak terdapat perumahan warga.

__ADS_1


Dan tiba- tiba serangan datang dari udara berbentuk sabit, Zhang San menoleh sebentar lalu dia menghilang dari sana menggunakan langkah bayangan.


BOOOOM...! Terlihat ledakan di bekas pijakan nya.


Sepuluh orang langsung muncul dari atap rumah dan memperhatikan ke satu titik dimana ledakan terjadi. Salah satu dari mereka mengibaskan tangan nya mengirim angin bertekanan rendah.


Tapi tiba- tiba Braaak....!!


"Aaaaaaakh.." Salah satu dari sepuluh orang terpelanting ratusan meter menembus rumah warga.


Sembilan orang serempak menoleh kesatu arah. Dan menemukan target mereka sedang ternyum memandang mereka semua.


"Kenapa kalian menyerang ku?" Tanya Zhang San dengan tenang tidak terlihat sedikit pun kekhawatiran di wajah nya.


"Teman mu telah membunuh anggota kami, sebagi ganti nya kami akan menangkap m, sedang kan teman mu sudah ada dalam genggaman kami" ucap salah satu dari mereka.


Zhang San tambah tersenyum. "Jadi wanita penggoda itu teman kalian juga. Tapi kalian salah mencari musuh" ucap Zhang San langsung menghilang dari pandangan mereka.


"Waspada..... kita harus berhati hati dia ternyata sangat kuat" ucap sang pemimpin lalu meminta anggota nya untuk merapat dan saling menjaga titik buta mereka..


"Teknik Telapak Dunia, Tapak Sepuluh Ribu" dengan Suara rendah Zhang San melepaskan teknik nya. Ribuan tapak besar dengan cepat mengarah dari atas kepala mereka. Dan itu tak bisa di tangkis.


"Berpencar" ucap sang peminpin lagi. "Serang balik, jangan menyerah" kata nya lagi lalu dia mundur perlahan dan pergi terbang. Dia tak ingin mati konyol. SWOOOOSH... DUAAAAAR... tubuh nya hancur terkena tebasan dua gelombang. Zhang San memilih mengakhiri dia lebih dulu. Karna dia paling tidak suka melihat penghianatan..


Lima orang tersisa bergerak mundur juga dengan berpencar. Mereka tidak tau siapa yang akan hidup setelah kematian pemimpin mereka.


Zhang San langsung membentuk lima pedang Pedang Aura dan melesat kan semua orang itu. BOOOOM..! Tidak ada yang tersisa dari sepuluh orang itu.


"Bagaimana keadaan mu Ming?"


"Baik saja tuan. Aku puas dengan mereka, Tuan dimana? aku akan membawa mereka untuk di introgasi"

__ADS_1


Belum Zhang San menjawab telepati Lang Ming, Wei Lang muncul bersama orang orang nya dan bertanya "apakah anda teman nya saudara Lang Ming?"


"Benar... ada apa?"


"Ada yang ingin saya bahas tapi Bisa kah anda ikut dengan saya ketempat saya lebih dulu? Kurang pas kalau berbicara serius di tempat ini"


"Baik lah..." ucap nya kepada Wei Lang.


lalu Zhang San melanjutkan telepati nya yang sempat terputus. "Bawa dua wanita itu ke tempat Klan Wei" perintah nya.


"Ikuti saya tuan muda..." Wei Lang bersikap sangat sopan. Karna dia melihat betapa mudah nya sosok itu membunuh sepuluh orang Tingkat kaisar tahap puncak.


"Satu lagi jenius yang sulit untuk ku gapai" Wei Lang membatin sendiri lalu Dia tersenyum pahit


Beberapa waktu berlalu kini Zhang San sudah melewati pintu gerbang Klan Wei. Klan Wei ini terbilang cukup besar untuk wilayah pinggiran kota Bingru ini.


"Silahkan masuk tuan muda, saya Wei Busy ayah nya Wei Lang dan saya pemimpin Klan generasi sekarang ini" Wei Busy menyambut nya dengan sopan.


"Terima kasih banyak patriak" Zhang San menangkupkan tinjunya kehadapan Wei Busy.


Wei Busy pun tersenyum. "Sulit menemukan orang hebat yang masih sopan" ucap nya kepada Zhang San yang hanya tersenyum lalu dia mengalihkan pandangan nya kearah Wei Lang "Kau harus mencontoh nya. Semakin tinggi padi semakin menunduk. Karna semakin berisi, dan semakin tinggi pohon semakin kencang angin meniup, jadi kau harus ingat dan memperhatikan semua itu" ucap nya sambil memegang bahu Wei Lang. Yang tersenyum masam mendengar pidato ayah nya.


"Iyaaa ayah. Lang'er akan mengingat nya" Wei Lang tetap menjawab meski hati nya menggerutu "dasar orang tua senang sekali berpidato"


Mereka duduk lalu berbincang sambil memakan, makanan yang ada di atas meja.


Lang Ming mendarat dengan sempurna setelah berlari kencang dengan dua wanita yang dia apit di kedua ketiak nya.


"Tuan muda, sesuai perintah mu" Lang Ming langsung melepaskan dua wanita penggoda itu. "Salam patriak, salam saudara Lang" ucap nya menyapa dua orang yang duduk di hadapan Zhang San.


Zhang San mengangguk. "Minum lah dulu minuman yang di buat oleh patriak Wei..."

__ADS_1


__ADS_2