ZHANG SAN

ZHANG SAN
Rencana Mencuri api hitam 2


__ADS_3

Han Oyang memasuki Goa itu dengan santainya, Dia terus melayang karna tak ada yang bisa melihat nya dia pun tentunya merasa aman.


Di kedalaman yang dalam, Han Oyang merasakan panas yang menyengat tubuhnya. dia melindungi tubuhnya dengan energi jiwa yang sudah hampir menipis di dunia nyata ini. Dari kejauhan dia melihatnya. Melihat api Hitam yang berkobar tersegel dalam sebuah mangkuk besar seukuran kepala manusia. tapi hawa panas yang dipancarkannya sangat luar biasa.


'Aku tak bisa mendekatinya, Lebih baik kembali' Han Oyang langsung melesat menembus atap Goa dan langsung kembali kesamping Zhang San.


"Kenapa paman kembali tanpa membawa Api hitam?"


"Aku tak bisa mendekatinya, Tapi aku tau jalan tercepat masuk kesana" Sahut Han Oyang dengan tersenyum.


"Lewat mana paman?" tanya Zhang San serius.


"Lewat atap, Hahaha hahahah" Han Oyang tertawa lantang. Tapi karna cuma Zhang San yang bisa mendengar suaranya jadi tak apa jika dia tertawa lantang.


"Aku serius paman!" Ucap Zhang San kembali kewajah dingin.


"Ada tiga belokan yang harus kamu ambil, Dan di setiap belokan ada tiga belokan lagi, dan setiap pecahannya ada tiga belokan lagi" Ucap Han Oyang terlihat serius padahal dalam hatinya tertawa bisa mengerjai pemuda dihadapannya. karna sudah lama dia tak menjahili orang.


"Bukan kah hanya ada dua belokan paman, Satu kanan satunya lagi kiri, Kalau ada tiga kalo ga kebawah berarti keatas ya?" Tanya Zhang San pura pura bodoh padahal dia tau Han Oyang lagi lagi bercanda.


"Itu kamu tau" Sahutnya cepat. "Oke baiklah..." Lalu dia menceritakan dimana lokasinya dan ada berapa penjaga disana setelah melihat wajah Zhang San yang mulai memerah menahan amarah didadanya.


"Hemm jadi ada tiga orang yang berada di tahap Dewa Langit tahap Puncak, Aku sendiri tak kan sanggup menghadapi satu orang, Apalagi tiga, Apakah aku harus menunda dulu" gumamnya.


"Hemm masuklah kedunia Jiwa lebih dulu aku akan mengajarimu Teknik Bayangan Semu"


Zhang San langsung mengangguk dan membuka Celah dimensi dunia jiwa dan memasukinya.


"Rupanya dia disana" Gumam seseorang dari kejauhan menatap langit

__ADS_1


Woooosh...! Serangan cepat melesat dan tak terpatahkan hingga menghilang dibalik awan.


Baaaam..! Serangan itu terbentur langit dan meledak. "Dia menghilang lagi, Merepotkan memang" ucap sosok itu yang tidak lain adalah Sou Shang


Dua orang langsung menghampirinya. "Apa kau menemukannya Shang?" Tanya patriak Yi yang datang bersama Sou Yu.


"Aku merasakan fluktasi udara ketika portal dimensi terbuka ada aura luar yang kental energi terasa makanya aku melemparkan serangan, Tapi sepertinya tidak mengenai orang itu" Ucapnya menghela nafas lemah.


"Memang sulit tapi jika kita bisa mendapatkannya dan menguncinya, Tak mungkin dia bisa melarikan diri lagi, Aku yakin hal itu, Meskipun kita belum mengetahui apa tingkatannya, Tapi tak mungkin melebihi tingkatan kita, Untuk wilayah barat ini, Terkecuali dia berasal dari wilayah timur" Ucap Patriak Sou Yi penuh dengan kekesalan.


"Dia kemungkinan akan balik lagi, itu firasatku, Entah apa yang diceritakan oleh Sou Ji kepadanya untuk bertahan hidup, Tapi yang pasti sepertinya dia mengincar sesuatu" Ucap Sou Yu.


"Lebih baik kalian kembali dulu, biar aku yang berjaga disini" Ucap Patriak Yi, Karna dia ingin ketika sosok itu muncul dia sendiri yang menangkapnya dan mencari tau dimana putranya disembunyikan.


"Biarkan aku menemanimu Patriak!" Pinta Sou Shang


"Aku juga..." Ucap Sou Yu.


...........


Sedangkan Zhang San tidak tau apa yang direncanakan oleh tiga orang Dewa Langit tahap Puncak itu, Dia memasuki kawasan terlarang milik Han Oyang.


Han Oyang langsung menyentuh kening Tuannya itu, Dan menyrasfer pengetahuan tentang teknik yang ingin dia berikan..


"Pelajarilah dengan baik, Dan gunakan simulasi berulang di Menara Kultivasi" Ucap Han Oyang setelah melepaskan jarinya dari kening Zhang San.


"Ini sangat hebat paman, Agar aku cepat memahami hingga tingkat sempurna, Maka memang harus berlatih di Menara Kultivasi, Baiklah paman.. Aku akan pergi, Terima kasih" Ucap Zhang San langsung melesat meninggalkan Han Oyang yang tersenyum karna bisa memberikannya teknik baru.


Zhang San melayang di udara di atas menara kultivasi.

__ADS_1


"Selamat datang patriak Muda" Ucap ratusan murid yang baru keluar dari Menara Kultivasi.


"Bagaimana kultivasi kalian, Apakah ada peningkatan?"


"Seperti yang patriak lihat, Kami tidak menyangka di umur kami yang belum mencapai ratusan tahun sudah berada di tingkat Kaisar tahap puncak, dan ada sebagian yang sudah mencapai tingkat suci, Dan juga berkat bimbingan tetua Gu Bian" ucap salah satu dari mereka yang mewakili ratusan murid itu sembari membungkuk kepada Gu Bian


Zhang San mengangguk senang, Karna semakin cepat mereka meningkat, Maka semakin baik kedepannya jika dia dalam keadaan genting.


"Terima kasih tetua Gu Bian atas bimbinganmu" Ucap Zhang San "Jika kau tidak sibuk, Ajaklah mereka berburu ke hutan sebelah barat, Disana ada beberapa monster kuat yang cocok untuk latihan pengalaman tempur"


"Ini juga berkat Tuan Muda, Aku hanya mengikuti arahan sesuai yang di arahkan oleh tuan" Sahutnya sambil tersenyum merendah. dia merasa senang dalam hatinya karna kalimat terima kasih adalah suatu yang berharga baginya.


"Aku akan masuk dulu, Jagalah baik baik diri kalian" ucapnya lalu memasuki Menara Kultivasi itu dan langaung menuju lantai teratas.


............


Yue Ao Zisi tersadar dari pingsan nya, Kini dia terbaring di sebuah ranjang yang dia tak tau sekarang berada dimana.


Dengan pakaian yang berbeda dari hari terakhirnya dia berpakaian, Dia merasakan dilema dalam hatinya. dia bertanya tanya apakah dirinya telah ternoda oleh para iblis itu.


Tidak ada siapapun disana setelah dia mengedarkan pandangannya. Dia pun mengedarkan persepsinya untuk mengetahui posisinya sekarang tapi sebelum dia melakukan nya pintu kamar itu terbuka.


Yue Ao Zisi langsung siaga, Dia melompat dari ranjang dan menarik pedangnya dan memasang kuda kuda tarungnya.


Namun dia mendapati seorang wanita normal yang memasuki kamar itu, dengan wajah yang di tekuk sedikit. Mungkin dia sedang kesal, Tapi entah dengan siapa.


Feng Yaya melihat wanita yang dia rawat dua hari terakhir ini berdiri dengan pedang ditangannya. terkejut lalu dia bertanya "Eeeeh... Apa yang terjadi padamu?"


Yue Ai Zisi memicingkan matanya lalu dengan perlahan menurunkan pedangnya tapi tidak menurunkan kewaspadaan nya. "Aku hanya ingin tau dimana aku, Dan siapa kau?" Tanya Ao Zisi.

__ADS_1


"Aku bertanya tidak dijawab, Malah balik nanya! huh... Kau berada dikediaman guruku, Guruku menyuruh untuk merawatmu yang pingsan karna diculik" Sahut Feng Yaya agak ketus, Mungkin karna ada rasa cemburu dihatinya yang melanda..


__ADS_2