
Pertarungan sengit terjadi. Serangan mereka merambat kemana mana, Menghempaskan banyak pepohonan, Menghancurkan banyak perbukitan Hingga terdengar sampai ke kota, Padahal kota masih berjarak satu hari perjalanan jika terbang. Masih sangat jauh dengan Kota tapi getarannya sungguh sangat terasa.
Mereka terjalin dan berpisah, Terjalin lagi pedang mereka terpisah lagi, Begitu terus terulang hingga mereka sama sama memutuskan untuk menggunakan teknik andalan mereka masing masing.
"Pedang Penebas awan" Sou Ji mengalirkan Qi Kematian pada pedangnya dan langsung melepaskan serangan jarak jauhnya
Zhang San tak mungkin cuka menahan, "Tebasan Dua Gelombang" Gumamnya.
Lalu dia melonjak kan tubuhnya ke langit dan melepaskan tebasan menyilang, Dua garis cahaya berwarna Ungu dengan cepat melesat
Boooom..! Ledakan besar terjadi ketika dua serangan itu beradu. Tidak! sepertinya itu tiga serangan, ada tambahan warna hitam yang melesat kearah Zhang San.
Zhang San melompat ke dahan pohon lalu melihat sekitar, Untuk memastikan siapa yang menolong iblis itu.
Satu serangan datang lagi kepadanya berbentuk bulan sabit yang memotong langsung batang pohon yang Zhang San berada disana bersembunyi.
"Kenapa kau mengusik Klan Iblis Asyura?" Tanya Sosok itu yang kini berdiri di samping Sou Ji
Seorang yang cukup tua, Dengan rambut putih dan dua tanduk sebagai ciri khasnya tapi mempunyai tingkat kultivasi yang tinggi, "Dewa Langit Tahap menengah"
Sosok itu terkejut mendengar pemuda itu menyebutkan tingkat kultivasi dirinya, Karna hanya orang yang setingkat denganya atau berada di atas tingkatannya yang bisa melihat jelas tingkatan miliknya.
Tapi pemuda yang terlihat hanya memiliki tingkatan Dewa Bumi tahap awal ini mampu melihat, Dan juga menghindari dua serangan nya.
"Apakah kau menyembunyikan tingkat kultivasimu sesungguhnya anak muda?" Tanya sosok itu.
"Paman, Tak perlu kau bertanya kepadanya" Tegur Sou Ji "Hajar saja langsung karna dia telah menghina Klan kita, Tiga orang anak buahku telah mati dibunuh olehnya" Ucapnya menghasut Pamannya itu yang kadang tidak bisa di ajak kompromi.
Sou Li menatap Tajam Pemuda yang kini berpijak ditanah sedangkan dia masih diudara bersama Suo Ji.
__ADS_1
"Kau terlalu lancang menghina Klan Asyuraku" Ucapnya lalu menukik dengan Cakar tajam yang terlihat berwarna gelap.
Booom.
Zhang San melompat sebelum cakar mendarat di tanah dan merekahkannya
Suo Li mengejar Zhang San dengan Niat membunuh. Tapi Zhang San hanya berlompatan kesana kemari hingga dia merasa dekat dengan Suo Ji, Zhang San menggerak kan tangan nya membentuk Sebuah segel
"Kandang langit dan bumi"
Sebuah kurungan muncul dari kehampaan dan langsung mengurung Suo Ji yang gelabakan karna tak menyangka dia yang akan diserang "Paman... Tolong aku!" Teriaknya dari dalan Kandang.
Zhang San kembali membuka portal dimensi dan langsung menedang kandang yang berisi Sou Ji kedalam Portal dimensi kemudian dengan segera menutupnya.
"Kau kemanakan keponakan ku" Teriaknya sembari menghancutkan Lencana Peringatan
Zhang San tau bala bantuan akan datang, "Saat nya mengetes Pedang milik Paman Zhu" Gumamnya lalu mengeluarkan pedang dan mengambilnya dengan tangan kiri, karna di tangan kanan nya ada Pedang Bintang.
Zhang San langsung mengeluarkan serangan nya yang mana dua warna api kini menjadi satu, Api Phonex menyala berwana merah ke emasan dan satunya Api Ungu Raja Hewan dengan cepat melesat menghantam tubuh Sou Li, Hingga meledak kan nya tanpa sisa.
"Ugh sangat luar biasa jika digabungkan dua serangan ini, Tapi sayang tidak ada sisa yang bisa dimanfaatkan"
Zhang San merasakan ada puluhan Aura yang mendekat kepadanya. Dia langsung membuka Portal dimensi dan menghilang dari tempat itu.
..........
Sepeninggal Zhang San di tempat itu kini mendarat dua puluh orang di antaranya ada kultivator kuat yang berada di tingkat Dewa Langit tahap puncak tiga orang. dan sisa nya berada di tingkat Dewa Langit Tahap Awal dan Menengah.
Mereka hanya melihat sisa kehancuran atas pertarungan yang baru saja selesai.
__ADS_1
"Keparat, Kita terlambat" Ucap salah satu dari Dewa Langit Tahap Puncak, Dia mengeluarkan Auranya yang kuat hingga menekan tujuh belas orang yang dibawanya.
"Tenang dulu Patriak Yi, Lihat anggota kita yang tak bisa menahan tekanan darimu, Cepat hentikan" Pinta orang itu yang juga berada di tingkat Dewa Langit Tahap Puncak yang bernama Sou Du
Note: Ada kesenjangan yang jauh antara Dewa Langit tahap Puncak dan Dewa Langit Tahap menengah, Jadi semisal Zhang San melawan Dewa Langit Tahap Puncak tidak akan bisa menang meski dia berada satu tingkat dibawah nya. karna perbedaan kekuatan yang sangatlah jauh bagai langit dan Bumi.
Patriak Yi atau Suo Yi kini mulai menghilangkan tekanan Auranya tapi meski begitu dia masih memiliki wajah yang muram.
"Dimana anak ku... Dasar anak bodoh, Siapa yang kau singgung sebenarnya" Ucapnya sedih
"Anak mu belum mati Patriak Yi, Giok jiwanya masih utuh, Tapi tidak bagi Sou Li dan juga penjaga Anakmu yang lainnya" Ucap Sou Yun Sang penjaga Giok Jiwa.
"Tapi dimana dia sekarang?" Tanyanya "Cepat cari, Aku ingin menemukan anak ku, Dan jika ada yang berkeliaran dikawasan ini, Tangkap dan bawa padaku" Ucapnya memerintahkan yang lain untuk bergerak.
Sedangkan dia bersama Sou Du dan Juga Sou Lan pergi melesat kembali kekediaman yang tersembunyi.
...........
Zhang San mendarat di tanah Dunia Jiwanya sediri. Dia mendapati Sou Ji yang duduk meringkuk ketakutan karna dia tak bisa melepaskan dirinya sendiri dari Kandang itu. Dia sudah mencoba mengalirkan Qi nya ke kandang itu, Tapi malahan energinya terhisap dan terkuras lebih cepat.
"Apakah kau mau tunduk kepadaku?" Tanya Zhang San, Dia berpikir Karna Klan Asyura memiliki api hitam yang tak bisa padam, Sejauh yang dia tau dan pernah baca di perpustakaan sekte Pedang Kebajikan. entah itu benar atau tidak nya belum dapat dipastikan.
'Aku harus mengetahui informasinya' Batin nya senang jika bisa mendapatkan Api itu karna akan meningkatkan daya serang dan kemungkinan bisa disatukan dengan Api Ungu.
Suo Ji menatap tajam pemuda yang sudah mengurungnya itu, "Dimana aku sekarang?, Ayahku adalah patriak Klan Asyura dan sudah berada ditingkat Dewa Langit tahap Puncak, Dia akan segera menemukan mu, Jika kau melepaskan aku, Aku berjanji akan membujuk ayahku agar tidak membunuhmu!" Teriak nya.
"Sudah seperti ini masih bisa mengancamku, Apa kau tidak takut mati?" Tanya Zhang San dia melihat ketidak tenangan dimata merah Suo Ji.
Zhang San memegang Kandang itu dan mengalirkan Energi Bintang membuatnya semakin panas "Aku tau kamu belum menguasai Api Hitam, Jadi kau tak tahan dengan panas ini" Ucap Zhang San pelan tapi terdengar sangat nyaring di telinga Suo Ji.
__ADS_1
Aaaaaaaaaa..... Teriakan panjang memilukan bersama air liur yang jatuh menahan panas, Dia seperti benda yang di taruh diatas panggangan. berguling guling di dalam kandang itu.
Zhang San menghentikan aliran energi bintang dan bertanya lagi. "Apa kau tau dimana letak api hitam?"