ZHANG SAN

ZHANG SAN
Membawa Xia Hai ke Dunia Jiwa


__ADS_3


Diam!!


Tercekat ditenggorokan, Kata kata yang ingin di ucapkan oleh Xia Hai tersimpan rapi, Hanya wajah yang memerah karna marah yang sudah di ambang batas toleransi yang tampak.


"Blink..!"


Dia menghilang, Menghilang dan muncul lebih dekat kepada mereka berdua. dengan ayunan tinju yang terbungkus Qi api


"Teknik Tinju Dewa, Ledakkan Api Magma!" Teriaknya.


"Buuus~~" Qi Api yang bergelombang menerjang seperti badai yang menghempaskan semua yang ada dihadapannya. ada dua buah rumah bahkan yang terbakar karna terlalu dekat dan mengenai serangan itu.


Tapi sayangnya, Sayang seribu kali sayang orang yang begitu dekat bahkan tidak kena. Zhang san melambaikan tangannya sebelum serangan itu mengenainya membentuk sebuah prisai dan prisai itu menjadi penghalang hingga memisahkan Gelombang Api Qi itu menjadi dua bagian.


Melihat hal itu sebuah kerutan muncul di kening Xia Hai dan dia berpikir dalam hati, 'Dia tidak lebih lemah dariku, darimana orang ini berasal?'


"Teknik Tinju Dewa, Ledakan Api Semesta!" Gumamnya lagi menambah intensitas kekuatan yang dikeluarkan dan kini separuh dari kekuatannya tersalurkan di tinju itu hingga Prisai yang dibuat oleh Zhang San mengalami keretakan.


"Lihatlah! Kakak yang kau harapkan untuk menolongmu, bahkan ingin membunuhmu, Dengan mengorbankan dirimu dia bermaksud untuk membunuhku" Zhang San masih sempat mencibir disela pertarungan itu.


"Pyar~~~~ Booom" Prisai itu hancur dan serangan itu telak mengenai Xia Xia yang malang dan langsung meledakkannnya menjadi abu.


Zhang San tak ingin repot melindunginya gadis malang itu jadi dia menghilang sendiri berteleportasi, Meskipun ada sedikit rasa tidak nyaman dihatinya karna wanita cantik mati dihadapannya dengan cara seperti itu, Tapi dia tak terlalu mengambil pusing karna yang membunuhnya bukan orang lain, melainkan kakaknya sendiri.

__ADS_1


Setelah ledakan darah itu menghilang, Zhang San muncul disamping kiri Xia Hai dan memberikan tendangan keras


*Baaam* Xia Hai dengan tubuh melengkung yang tak bisa mengendalikan dirinya dikirim terbang ke cakrawala. Zhang San menghilang kembali dan muncul lagi diatas menunggu Xia Hai.


"Beng~!" Satu tinju dengan Qi Api ungu menghantam punggung Xia Hai, dan kini dia seperti roket meluncur kebawah dengan sangat cepat *Baam Aaaaaagh!*


Teriakan menyayat hati didendangkan oleh Xia Hai dia merasakan remuk disekujur tubunya.


"Ugh" Rasa sakit mulai menjalar di tulang pinggulnya dia yakin ada tulang yang retak disana. 'Ayah! Aku kehilangan Adik Xia, orang itu sangat kuat, aku yakin hanya ayah yang mampu melawannya' Xia Hai segera mengirim telepati kepada ayahnya.


Zhang San menginjak lagi tubuh Xia Hai lalu membuka Portal dimensi dan menyedot mereka berdua. Mereka hilang dalam kehampaan.


setelah jeda beberapa detik. Semua orang yang menonton dari jauh segera mendekat untuk melihat kebenaran.


Kerumunan segera berkumpul dengan fokus pada satu titik lubang dimana tidak ada siapapun disana.


Mata kerumunan memandang kearah orang yang berkomentar setelah mengidentifikasi teknik unik itu. Semua orang mengangguk tanpa sadar, membenarkan ucapan sosok itu yang tidak lain adalah Tang Rui patriak Klan Tang.


Ada kebahagian yang terselip dihati semua orang mendapati dua orang yang sering membuat rusuh akhirnya dimusnahkan.


Mereka pergi dari tempat itu, sebelum Xia Lang datang memborbardir mereka.


Era baru akan dimulai itulah harapan mereka.


.............

__ADS_1


Zhang San muncul didunia jiwa dengan membawa Xia Hai bersamanya. dia sudah menyegel Qi Xia Hai, agar dia tidak dapat menggunakan kemampuannya.


'Sayang! jika ibu bersamamu, Katakatan padanya aku sudah membawakan hadiah untuknya, aku menunggu di halaman belakang kediaman!'


Zhang San duduk dengan kaki berjuntai santai, Sambil mengayunkan kedua kakinya secara bergantian. sedangkan Xia Hai telungkup ditanah dengan badan yang terasa remuk, bahkan untuk menggerakan tubuhnya saja dia kesulitan, Apalagi setelah tersegel kekuatannya. 'Kemana bajingan ini membawaku sebenarnya, Apakah dia sosok yang sudah membunuh guru Xia Bai dan tetua Xia Guhui serta Xia Lang adikku?' Pertanyaan itu masih berpendar dikepalanya hingga suara wanita menyadarkannya.


'Apa? Putri Yu!' Kejutan besar sekali lagi melintas dimatanya, 'Jadi yang kemarin menolong Putri Yu adalah pemuda ini, Apakah hidupku akan segera berakhir? tak mungkin Putri Yu membiarkan aku hidup, Tapi aku harus lepas dari sini lebih dulu'


"Putri Yu, Maafkan aku!" Xia Hai merangkak mendekati Kaki Yu Ling An yang menatapnya tajam. dia membuang semua ego dan harga dirinya untuk saat ini demi menyambung hidup.


"Aku sudah menyegel kekuatannya, Ibu tenang saja" Zhang San segera bersuara, Lalu, Dia menggandenga tangan istrinya untuk meninggalkan ibu mertuanya dan Xia Hai. "Biarkan ibu yang menyelesaikan urusan itu" Ucapnya kepada Cao Ling An. Setelah berjalan tiga langkah Zhang San berhenti lagi dan berkata. "Bu sisakan kepalanya, Aku nanti akan mengirimnya ke ayahnya, Sebelum kita menyerang dan mengambil alih wilayah Klan Bayangan aku ingin ayahnya tersiksa mental dengan kematian semua anak kesayangannya"


Yu Ling An mengangguk saja lalu dia mengayunkan Kakinya yang kini dipegang oleh Xia Hai "Jangan menyentuhku, dan ingat tidak ada maaf bagimu! karna kamu, keluargaku hancur, Aku sudah lama mengharapkan sesuatu yang seperti ini, Kau memohon untuk kehidupanmu yang menjijikan itu! bagaimana rasanya menjadi semut yang akan di injak-injak?" Yu Ling An bicara panjang lebar sambil berputar kemudian menginjak paha Xia Hai dengan keras "Ini hanya sedikit rasa sakit dari salah satu keluarga yang kau bunuh" Teriaknya.


Yu Ling An berubah menjadi seorang psikopat, dia mengambil pedang biru yang memancarkan aura dingin pada sekitarnya. lalu mengayun kan kearah jari Xia Hai, Segera teriakan pilu terdengar hingga kedalam kediaman, Yu Ling An memotong lima jari milik Xia Hai tanpa perasaan lagi.


"Anggap itu adalah lima orang anggota keluargaku yang telah mati, Kau harus bersyukur karna bisa menebus sedikit demi sedikit darah yang tertumpah di Klan ku" Ucapnya lagi


Xia Hai tak bisa berkata-kata lagi, karna dia memang banyak membunuh Orang dari Klan Yu.


"A-aku mi-minta ma-maaf Putri Yu" didetik setelahnya, setelah Xia Hai selesai bicara , Yu Ling An kembali mengayunkan pedangnya untuk menghilangkan lima jari yang tersisa pada kaki Xia Hai


Sekali lagi teriakan pilu terdengar. Zhang San segera keluar dan memberikan Segel Ruang agar suara tidak menyebar kelain tempat, Setelah itu dia kembali lagi merebahkan kepalanya pada paha Istri tercintanya.


"Terima kasih banyak" Cao Ling An menyingkap rambut yang sedikit menutupi kening Zhang San lalu menciumnya disana. "Aku sangat mencintaimu" Ucapnya lagi mereka pun saling bermesaraan bercanda dan bercumbu sebagai sepasang suami istri yang sah mereka dapat melakukan apapun yang di inginkan dengan gaya bercinta yang menurut mereka mengasyikkan.

__ADS_1


Jangan Lupa Like dan Vote serta dukungan yang banyak. Agar membuat author semangat melanjutkan cerita


__ADS_2