ZHANG SAN

ZHANG SAN
Melawan Ming Jun


__ADS_3

'Komandan Jun, senior Tu Hai sudah mati, Dia tak bisa melawan pendatang baru itu' Ucap salah satu dari enam orang yang masih melayang di udara mengirim laporan telepati nya kepada komandan Ming Jun yang mungkin masih bermain catur disana.


Braaak..! Tiba tiba saja tangan Ming Jun menghentak ke meja, melambungkan beberapa bidak yang masih ada di atas papan catur.


"Kau sengaja ya Jun, aku sudah hampir menang, Malahan kau kacaukan" Ucap Ming Yun kesal


"Nanti kita sambung lagi, Aku harus ke portal dimensi, Tu Hai tidak mampu melawan dua orang itu" Ucap Ming Jun yang langsung melesat menuju tempat Zhang San sekarang berada.


Ming Yun memandang kepergian Ming Jun yang tergesa gesa, "Sudah ku bilang, Kau terlalu meremehkan orang lain, Tidak semua orang yang naik ke alam dewa bisa di tindas, Aku harus melapor kepada Tuan Ku" Gumam nya lalu melesat pergi ke kediaman seseorang.


Sedang kan Zhang San kini berhadapan dengan enam orang yang gemetaran melihat nya, Dia mendekat dengan terbang perlahan. Lalu membentuk sebuah segel.


Swoooh..! Pusaran energi terlihat dari atas dan menyedot mereka semua, membawa mereka kedalam dunia jiwa.


'Nanti saja mencari informasi dari mereka, lebih baik pergi dulu dari tempat ini, Sebelum kekuatan yang lebih besar datang' Batin nya.


Lalu dia turun ke tanah untuk mengambil kapak dan cincin dimensi milik Tu Hai yang tergeletak di atas tanah, kemudian dia terbang mendekati Fu Zingmin. "Apa paman baik baik saja?"


"Aku baik baik saja, Sebaik nya kita pergi Nak!" Ajak Fu Zingmin.


"Itu juga termasuk dalam rencanaku paman, Ayo bergegas, mereka pasti akan mengirim orang yang lebih kuat, Dan kita belum mempunyai pijakan yang kokoh di alam ini"


"Oke," Sahut Fu Zingmin lalu dia melesat ke arah timur, dan di ikuti oleh Zhang San berharap saja bahwa arah yang mereka ambil bukan menuju gerbang Kerajaan Langit berada.


Tapi sebelum mereka benar benar jauh, Sebuah aura dengan kekuatan besar terasa dengan kecepatan cahaya mengejar mereka.


'Tingkat Dewa Biru tahap puncak' Batin nya. Karna dia merasa hanya satu orang saja yang mengejar, Zhang San pun berhenti di atas pucuk pohon Alkasia yang tinggi menjulang.

__ADS_1


"Kenapa berhenti Nak?" Tanya Fu Zingmin yang tidak merasakan seseorang mengejar mereka. Hingga setelah dia mengedarkan persepsi nya baru dia menyadari bahwa satu orang sudah dekat dengan mereka berdua.


"Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan? Dia seperti nya lebih kuat dari orang yang terakhir di lawan!" Ucap Fu Zingmin 


"Paman bersembunyi lah, dan tekan habis aura keberadaan paman, Jika nanti aku kalah, Maka tetap lah hidup jangan membantu" Ucap Zhang San mengingatkan.


Fu Zingmin langsung turun dan bersembunyi dibalik ceruk.


Aura itu semakin dekat, Dan terlihat dengan jirah berwarna emas dengan lambang bintang satu di dada nya.


"Hei orang asing! Kau kah yang telah membunuh semua penjaga portal itu?" Tanya nya dengan menatap tajam Zhang San, Dia masih meremehkan pemuda itu, Karna dia berada di puncak Dewa Bumi, Untuk mengalahkan Dewa Biru tahap awal hanya lah masalah kecil. Meski pun pemuda itu dapat mengalahkan Tu Hai yang berada satu tingkat di atas nya. Mungkin itu hanya keberuntungan, pikirnya.


"Benar, Apakah aku salah membela diri?"


Ming Jun mengernyitkan kening nya heran, Orang ini berani bertanya kepada nya, "Aku katakan kepada mu, Setiap orang dari alam rendah yang naik ke alam dewa, harus bekerja di tambang batu kristal di bawah pengawasan kami selama tiga bulan, Dan jika sudah tiga bulan terlewat orang itu akan mendapat tanda identitas sebagai orang baru di alam dewa"


"Ini memang sudah di tetap kan sejak Raja generasi ke 58 naik tahta, Ikut dengan ku, dan jangan melawan, Jika tidak, terpaksa aku harus membunuhmu disini" Ucap Ming Jun


"Aku tak sudi menjadi budak meski hanya tiga bulan, tangkap aku jika memang kamu mampu!" Ucap Zhang San menantang.


Dia ingin mengetes kekuatan nya, Apakah benar dia mampu bersaing dengan Dewa Biru tahap Puncak.


"Bangsat, di beri jalan mudah malah minta jalan sulit" Teriak nya,


Blink... Ming Jun menghilang dari tempat nya berdiri, Mata Zhang San bergerak ke kiri dan ke kanan dan terkadang ke atas untuk memastikan di mana Ming Jun akan muncul.


'Dia memang cerdik menyembunyikan hawa keberadaan nya' Zhang San tersenyum lalu berpaling dan mengeluarkan teknik nya.

__ADS_1


Sebelum serangan pedang mengarah ke tubuh nya


"Teknik Api Matahari, Pembakaran Maksimal" gumamnya dengan suara rendah


Swuuuush Api Yang menyala keluar dari telapak tangan nya hingga menyelimuti seluruh tubuh nya. Hawa panas nya melayukan dedaunan Alkasia yang di pijak nya.


Ming Jun menarik serangan nya dan mundur karna tak tahan dengan hawa panas yang menyengat kulit nya.


"Haha, apa kau takut dengan api?" Ejek Zhang San.


Membuat wajah Ming Jun memerah, Ini pertama kalinya dia di ejek oleh seorang pemuda yang baru naik ke alam dewa, jika orang lain mengetahui kejadian ini, Maka dia akan sangat malu..


Ming Jun memperagakan teknik nya. "Teknik tingkat kedua, Duri Kematian" Teriak nya lalu mengarahkan pedang nya ke arah Zhang San, Pedang yang membentuk aura dan mengeluarkan serangan berupa duri duri tajam yang melesat dengan cepat.


Tapi Zhang San tak mungkin berdiri saja, Dia menggunakan langkah bayangan untuk bergerak Zigzag, Dan seperti api yang menari kesana kemari, Lalu dia melemparkan bola api yang terbentuk di telapak tangan nya.


Wush..! Wush! Boom! Bola Api yang di lempar Zhang San menghantam duri duri tajam milik Ming Jun menciptakan ledakan besar yang membuat getaran pada udara.


Ming Jun termundur, Tapi Zhang San semakin maju, Dia kini memegang pedang bintang nya yang juga ikut membara dan mengirim serangan nya,


"Tebasan dua gelombang" Gumam nya


Kini dua serangan yang di balut dengan api menyilang mengarah dengan cepat dan tepat ke punggung Ming Jun, Rupa nya Zhang San berada di belakang nya saat melepaskan teknik nya.


Bam..! Ming Jun terpelanting jauh, Zhang San mengirim lagi serangan nya. "Amarah Dewa" Teriak nya


Boom!! 

__ADS_1


Dia tak memberi kesempatan kepada Ming Jun untuk melawan, Dan satu tusukan terakhir mengakhiri nafas nya. Dan langsung menghanguskan tubuh nya hingga menjadi abu.


__ADS_2