
Lautan kesadaran. Gubuk kecil Han Oyang.
"Paman ayo lah, Aku ingin latih tanding dengan mu" ucap nya mengajak Han Oyang yang sedang bermalas- malasan di gubuk kecil nya.
Han Oyang pun bangun lalu menggerak gerak kan tubuh nya ke kiri ke kanan. Lalu terdengar bunyi gemeretak. "Aku sudah lama tidak menggunakan otot tua ku ini. Bersiap lah kau untuk ku tonjok" ucap nya dengan mata menyala bersemangat. Ini kesempatan untuk menghajar tuan baru nya itu.
"Dengan senang hati, maju lah lebih dulu" ucap Han Oyang lagi sambil memberi kode dwngan tangan nya.
Zhang San langsung terpicu semangat nya. Ini adalah latih tanding pertama nya dengan Han Oyang. "Aku tak kan menahan kekuatan ku paman" ucap nya langsung menggunakan Langkah Bayangan yang di padukan dengan teknik telapak dunia.
"Teknik Tingkat Pertama, Tapak Penghakiman"
Telapak besar tercipta seiring bertambah nya tingkatan Zhang San. Semakin besar pula energi yang terkondensasi di telapak tangan itu. Lalu dia melepaskan nya kepada Han Oyang yang masih menguap seolah itu mudah dihancurkan.
BOOOOM...!!
Tercetak telapak tangan di samping kanan kaki Han Oyang. Han Oyang hanya menggeser tubuh nya kesamping satu langkah. Hanya itu,
Mata Zhang San terbelalak melihat nya. dia sungguh tidak bisa mempercayainya.
"Inti nya adalah ketenangan dan kepercaya'an diri" ucap Han Oyang menjelaskan sambil dia berlari mendekati Zhang San yang masih tak percaya serangan nya mudah di hindari.
BEEEEENG!!
Pukulun Han Oyang sempat di tahan oleh Zhang San dengan menyilangkan tangan nya di dada. Namun kekuatan pukulan itu sangat besar hingga membuat nya terpelanting jauh ratusan meter.
"Jika dengan musuh mu. Kau pasti sudah mati tanpa perlawanan" Han Oyang meniup tinju nya sambil berkata.
Zhang San seakan tidak percaya. "Pukulan yang sangat kuat. Paman bahkan tidak memakai energi Qi. Namun tubuh ku tetap terpelanting, aku juga harus meningkat kan Fisik ku" Ucap nya sambil berlari mendekat kemudian berhenti dan mencabut pedang nya.
"Teknik Pedang Petir, Tebasan Dua Gelombang"
Wusssssh...! Wussssh...!!
Zhang San mengirimi Han Oyang Dua garis cahaya beriringan berwarna kuning muda.
Han Oyang juga mengeluarkan sedikit Qi nya untuk meredam serangan yang di lesatkan oleh Zhang San.
"Teknik Tingkat Pertama, Auman Raja Singa"
__ADS_1
"RUAAAAAR..!!
Teknik Tebasan Dua Gelombang bertemu dengan Auman Raja Singa di udara. Menyebab kan ledakan dahsyat.
BOOOOOM!! DUAAAAR..!!
Gubuk kecil Han Oyang terbang terpapar angin tak kasat mata yang membawa gelombang kejut bertekanan tinggi.
Sungai yang ada di sisi gubuk pun mengering.
Karna kawah yang lebih dalam tercipta di tengah pertemuan dua energi itu.
Tak perlu melihat hasil nya.
Zhang san langsung menggunakan teknik kedua nya.
"Teknik Pedang Petir. Amarah Dewa"
Aliran listrik tercipta setelah dia mengangkat pedang nya kelangit yang merubah langit lautan kesadaran itu memunculkan kilat yang menyambar- nyambar berwarna biru cerah.
Jeddeeeeer...!!
"Teknik mu meningkat pesat tuan, tapi untuk melawan tingkat suci itu belom cukup" ucap nya kemudian melompat ke arah Zhang san lalu berlari memutari nya dengan kecepatan hingga membentuk beberapa bayangan, lalu menggumamkan teknik nya.
"Teknik tingkat ketiga, Bayangan semu"
"Teknik pedang tanpa wujud, Aura Pedang"
Zhang San juga melepaskan teknik nya yang jarang dia gunakan itu.
Aura pedang membuat domain nya. Memperangkap dan memperlambat kecepatan Han Oyang hingga memudar kan beberapa bayangan yang di buat nya.
"Tapak Sepuluh Ribu"
Ucap nya lagi mengeluarkan serangan. Braaaaak Han oyang terlempar. Namun itu tak membuat nya jatuh. Dia mendarat dengan sempurna di permuka'an tanah yang tak lagi rata.
"Tidak buruk, Kombinasi pertahanan dan penyerangan yang baik, siapa yang memberimu teknik ini tuan?"
"Senior Tian Zhu. Itu nama nya. Ketika itu dia menolongku dan memberikan aku teknik ini. Ada apa memang nya paman?"
__ADS_1
"Seperti nya aku mengenali teknik ini. Tapi aku lupa karna terlalu lama tidak melihat teknik ini, Kita sudahi saja latih tanding nya."
Lalu dia berjalan ke arah gubuk kemudian dia terkejut melihat tidak ada nya gubuk kecil nya disana.
"Tuan kau menghancurkan gubuk ku." Ucap nya lemah lalu duduk menunggu Zhang San membetulkan Gubuk nya.
Tapi Zhang San tak lagi membuat Gubuk. Dia malah membayangkan rumah mewah bertingkat. Lalu mebayangkan semua prabotan yang di perlukan. Kemudian dia membentuk lagi semua yang telah hancur.
"Seharus nya kau membuat satu menara kultivasi" Ucap Han Oyang memberi saran. Namun Zhang San hanya menggaruk kepala yang tidak gatal kemudian dia berkata.
"Aku tak tau bentuk menara kultivasi dan tak pernah memasuki nya. Hingga aku tak bisa membayangkan nya" Ucap nya sambil duduk di samping Han Oyang yang terus saja berbicara.
"Apa kah kau mau. Jika aku berikan?" tanya nya lagi
"Ya jelas lah mau kalau di beri gratis" sahut nya sambil tertawa kecil.
Wusssssh...! Satu bangunan kecil melayang kearah Zhang San, Dan di sambut dengan telapak tangan terbuka.
"Apa kah sekecil ini bentuk menara kultivasi? Lalu bagaimana cara nya masuk kedalam?" Tanya nya dengan tampang bodoh.
"Jika kau bukan tuan ku. Sudah ku ketok kepala kecil mu itu, aku akan mengirim cara nya ke otak kecil mu agar mudah faham" ucap nya dengan kesal.
Lalu dia menggerak kan tangan nya dan melesat satu cahaya di antara dua kening nya menuju kening Zhang San.
"Aku akan tidur jangan pernah menggangguku" ucap nya sambil melangkah kedalam rumah mewah yang baru di bangun. Lalu dia merebahkan tubuh nya di kasur empuk. "Ini sungguh tak membuat encok ku kambuh" gumam nya lalu terlelap.
Sedang kan Zhang San duduk bersila. Mencoba memahami apa yang di berikan oleh Han Oyang. Setelah beberapa batang dupa kemudian dia membuka mata. "Akhir nya aku mengerti sedikit"
Begini, dan begini, dia menggerak kan tangan nya membentuk segel. "Membesar" ucap nya lalu menara kultivasi itu membesar.
Kemudian dia memasuki nya dan menggunakan pemahaman nya yang baru di dapat tadi.
Dia sekali lagi menggerak kan tangan nya membentuk segel di dalam menara. "Gravistasi aktip" Ucap nya lantang.
Beberapa kali dia mencoba hingga dapat menyelesaikan nya, "Akhir nya selesai juga" ucap nya sambil duduk karna kelelahan menggunakan banyak energi jiwa. "Apakah ini yang di sebut formasi, apakah aku juga termasuk ahli Formasi" gumam nya.
Beberapa sa'at kemudian gravitasi mulai terasa perlahan lahan mulai menekan. "Aku harus kembali dulu ketubuh asal ku.."
°°°°°
__ADS_1
"Lama tak kedunia luar. Aku merasa lebih baik, Ken Dai. Beri tahu aku posisi mu" Ucap Gu Ming-Hun melalui giok komunikasi...