ZHANG SAN

ZHANG SAN
Klan Long


__ADS_3

Setelah menemukan pintu keluar dan banyak memborong bahan Obat dan tanaman Herbal, Zhang San kembali ke dunia Luar, Lebih tepatnya Klan Long.


Dia muncul di pegunungan yang sama, seperti dia muncul pertama kali, Dia melihat ada ratusan orang sedang memandang ke arahnya. menatap dengan tanya. karna sebagian dari mereka tidak tau tentang alam misteri, Karna itu hanyalah rahasia yang benar benar dirahasiakan oleh para tetua Klan.


Tapi karna Ada getaran yang berasal dari tempat alam misteri yang membuat panim, para tetua yang berdiskusi pun menceritakan tentang alam itu, Hingga mereka kini berada di gunung yang sama dengan Zhang San.


"Sedang apa kalian kesini?" Zhang San bertanya sambil terus waspada dengan pergerakan mereka dan menelisik tingkatan mereka.


Hanya ada dua orang yang berada di Tingkat Dewa Surga tahap awal dan sisanya ada di berbagai tingkatan dibawahnya,


"Seharusnya kami yang bertanya tentang itu anak muda!" Satu sosok yang sepuh maju untuk berkata mewakili ratusan orang itu yang sudah bersiap dengan tangan yang berada pada Gagang pedang.


"Oh maafkan aku tetua, Aku lupa akan kesopanan, aku adalah Zhang San, Sebelumnya aku memasuki tempat ini bersama dengan Patriak Long Kai dan juga Tetua Long Jung" Zhang San menatap sosok itu dengan penghormatan dan menangkupkan kedua tangannya.


Semua orang saling memandang dan dari kerumunan itu ada yang bertanya "Lalu dimana mereka?" orang itu memandang Zhang San dengan penuh selidik


"Mereka saling bertengkar dan mati didalam karna memperebutkan Warisan" Sahut Zhang San sederhana, 'Untung aku sudah menekan basis kultivasiku, Jadi meskipun mereka curiga tapi tidak ada bukti'


"Kau jangan berbohong Anak Muda" Imbuh yang lainnya. dan bisik bisik segera terjadi diantara mereka.


"Sudah kalian diamlah dulu!" Sosok sepuh itu berteriak hingga kerumunan diam "Untuk apa Patriak membawamu masuk kedalam?" Dia terus mencoba untuk merasakan dan melihat tingkatan asli pemuda dihadapannya, Tapi dia selalu gagal hanya ada kabut hitam yang pekat. dan yang tetap terlihat berada di tingkat dewa Langit tahap awal.


"Dia menginginkan Cincin Giok ini" Zhang San sengaja menunjukkannya, Jika sebelum kekuatannya berada di tingkat Surga, dia tak mungkin berani, Tapi karna tidak adalah yang perlu ditakuti, Dia pun menunjukannya.


Mata tua sepuh terbelalak melihat Cincin itu, "Bukankah itu Cincin Patriak terdahulu, Itu adalah Cincin Giok Naga, Harta turun temurun dari Klan Long yang bisa membuka Pintu rahasia Alam Misteri, Beri Salam untuk Patriak sesungguhnya" Ucap Sepuh itu lalu dia membungkuk Hormat.


Sebagian orang ada yang menerima itu, sebagian masih berdiri tegak menatap wajah pemuda itu dengan kebencian.


"Sudahlah, Aku bukan Patriak kalian, Ini Milik Guru Ku Long Fei, Sebenarnya aku mencari Wilayah Klan Long sudah lama, Tapi tidak menemukannya di peta Alam dewa. saat aku tersesat keberuntungan memihakku, Hingga aku sampai ditempat ini"

__ADS_1


"Tapi siapapun yang memegang cincin itu adalah seorang Patriak, Biar bagaimana pun kau berhak mendapat penghormatan kami" Ucap Sepuh tua itu lagi.


"Kami tidak terima..!" Satu kelompok beranggotakan dua puluh Orang maju kedepan menentang keputusan itu.


"Apa kau Bodoh Long Sai, Bukan kah kita semua tau hal seperti itu memang dari turun temurun di wariskan, Dan alam misteri ini hanyalah patriak yang sah yang bisa membukanya"


"Aku tak terima, Kakak ku tetap lah patriak yang sah"


Long Zong menggelengkan kepalanya melihat keangkuhan Long Sai yang tak bisa menerima kenyataan "Tapi dia sudah terbunuh di alam misteri karna bertarung dengan Long Jung" Ucap Long Zong


"Jika dia dapat mengalahkan salah satu dari kami, Aku akan pergi dari Klan Long, Tapi jika dia kalah, Aku ingin dia pergi dan memberikan cincin itu kepadaku" Ucapnya dengan lantang agar semua orang mendengar. lalu menatap pemuda dihadapannya itu dengan mencibirkan bibirnya "Jika kau berani, Pilih lawanmu"


Namun Zhang San menggelengkan kepala.


"Lihat dia bahkan tidak berani menerima tantangan, Bagaimana bisa dia menjadi pemimpin kita" Long Sai berkata sembari tertawa lalu menatap Pemuda itu lagi, Kalau begitu serahkan Cincin itu padaku dan kau boleh pergi dengan satu syarat satu tangan kau tinggalkan disini"


"Aku menggeleng bukan berarti aku takut, Aku hanya tak ingin memperlambat waktu memilih, Kalian maju saja semuanya, Biar aku dapat membereskan tikus tikus yang sudah membantu Long Kai membunuh Guruku" Ucap Zhang San monohok ke hati Long Sai dan pengikutnya.


Tetua dan yang lainnya mundur karna mendapat suara telepati dari Pemuda itu yang menyuruhnya mundur membawa anggota yang lainnya.


Dia ingin membantah tapi karna itu perintah, maka dia tak akan menentangnya.


"Patahkan tangan dan kakinya dan biarkan aku yang membunuhnya" teriak Long Sai.


"Bagaimana jika kami tak sengaja membunuhnya tetua Sai?" Tatap beberapa orang ke arah Long Sai menunggu suara.


"Kalau mati, berarti dia memang lemah"


Lima orang segera bergerak, Hawa mencekam pun muncul menyelimuti Pegunungan itu, karna mereka semua langsung menggunakan keterampilan mereka dalam menggunakan senjata.

__ADS_1


"Teknik Kaki Hantu, Pecah Seribu!"


"Teknik pedang jiwa, Pembelah Jiwa!"


"Teknik jarum setan, Jarum pemusnah!"


"Teknik tombak Naga, Tombak dua alam!"


"Teknik Tombak Naga, Badai api neraka!"


Lima teknik secara kuat langsung digahungkan menjadi satu dan di lepaskan kepada pemuda yang masih berdiri santai sembari menguap.


"Membosankan, Terlalu lama!" Zhang San menghilang dari tempatnya sebelum serangan itu mengenainya.


Booom...! Kawah besar jelas tercipta dari serangan yang mereka anggap dahsyat.


"Aku yakin dewa surga pun akan kesulitan menghadapi ini, apalagi hanya dewa langit tahap awal" Salah satu dari lima belas orang yang menentang Zhang San sebagai patriak berkomentar.


"Hahaha, Kau benar sekali, Tetua Long Sai, Selamat anda akan menjadi patriak selanjutnya"


Selagi mereka berbincang dan mengucapkan selamat.


Lima orang yang sebelumnya menyerang pemuda itu dikirim terbang ke arah mereka dengan nafas yang terputus alias mati.


"Apa?" semua orang terkesiap ketika melihat pemuda itu berdiri ditempat lima orang sebelumnya.


Bahkan Tetua Long Zong juga tak percaya 'Pantas dia sangat percaya diri, dia memang punya kemampuan, Tapi untuk mengalahkan semuanya, Apakah dia bisa, Aku akan membantumu jika kau sudah berada dijalan Buntu'


"Bangsat, Lumayan juga dia" Gumamnya geram "Serang lagi" Long Sai segera memerintahkan bawahan setianya

__ADS_1


Empat belas orang segera melakukan penyerangan dengan mengeluarkan teknik terbaik yang mereka miliki, Tapi belum sempat mereka memperagakan gerakannya Zhang San sudah mendekat dengan pukulan dan tendangan yang super cepat.


Satu persatu melayang entah kemana tak tentu arah menyisakan teriakan saja ketika mereka terjatuh..


__ADS_2