ZHANG SAN

ZHANG SAN
Zhang San vs Patriak Zhou


__ADS_3

Zhang San duduk bersandar pada kursi yang disediakan dia mendengarkan ocehan beberapa orang yang mengoloknya, Mereka sendiri tidak sadar diri bahwa lawan mereka sangat kuat, dan bisa berakhir pada kematian.


Tidak banyak peraturan yang di terapkan dalam pertandingan itu, Jika dia menyerah maka tidak mati, Tapi kalau tidak sengaja mati tidak boleh ada yang meminta pertanggung jawaban dan itu tertulis dalam perjanjian.


Orang yang ke lima puluh naik ke Arena dan sudah dikirim terbang dengan banyak luka, dan menurut peraturan juga, Jika keluar dari arena di anggap kalah


"Majulah, Jangan banyak omong lagi" Ucap Zhang San kepada orang yang ada disampingnya yang sebelumnya cukup sombong dengan kata-katanya.


"Atau kau akan merelakan urutanmu dan membiarkan aku untuk maju lebih dulu!" Tambahnya lagi sambil menyunggingkan senyumnya mengejek.


"Brengsek! Kau menghinaku, Jika kau ingin mati silahkan maju" teriaknya sambil menunjuk-nunjuk wajah Zhang San.


"Bilang saja takut maju, Kenapa harus mencari alasan yang tidak meyakinkan" Ucap Zhang San lagi menprovokasi.


Dia langsung melompat ke atas arena dan menyapa Patriak Zhou yang tidak terlihat kelelahan sama sekali, Karna selama lima puluh orang yang naik ke arena tidak ada satu pun yang membuatnya mengeluarkan peluh.


"Salam Patriak" Zhang San menyapa untuk menghargai yang lebih tua dengan sedikit membungkuk dan mengepalkan kedua tangannya.


"Hemm, Kau anak muda yang cukup sopan, Aku akan membiarkanmu memukulku kali ini, Jika aku mundur dua langkah maka kau akan mendapatkan hadiahnya, Ini kesempatan untukmu anak muda" Ucapnya lalu tersenyum menatap Zhang San.

__ADS_1


Namun, Zhang San tidak bergerak barang satu langkah.


"Kenapa kau tak maju?" Tanya Patriak Zhou lagi dengan sedikit bingung dia menatap pemuda itu.


"Aku hanya berpikir patriak! jika aku menuruti keinginanmu dan aku memenangkannya, Apakah aku akan aman untuk pulang? Karna aku seperti menemukan intan hanya dengan melambaikan tangan, Sedangkan orang bersusah payah tapi tidak mendapatkannya" Sahut Zhang San sambil menyapukan pandangannya kepada peserta yang belum naik hingga ke arah peserta yang sudah kalah yang masih bisa berada disana. "Apakah mereka akan menerima hal itu dengan lapang dada? tentu tidak bukan. Jadi jangan mempersulit aku dengan kata-kata penghormatan dan menghargai" Tambahnya lagi.


Patriak Zhou juga menyapukan pandangannya ke seluruh penonton yang hadir disana, Yang sudah ikut bertanding dengan kalah menyerah atau yang belum bertanding. semua memiliki mata yang tajam melotot ke arah pemuda itu.


"Kau benar! Baiklah aku tidak akan merubah peraturan, Majulah lebih dulu!" Pintanya sambil melambaikan tangan


Swosh!!


Zhang San muncul dihadapan Patriak Zhou, Dia yang sebelumnya berada sepuluh meter jaraknya, Tapi sekarang hanya tinggal satu depa saja. Jelas itu membuat Patriak Zhou terkejut dan dia melompat kebelakang dua langkah tanpa sadar.


"Kenapa Patriak mundur?" Tanya Zhang San


"Aku hanya terkejut saja" sahutnya tanpa malu.


"Maafkan aku karna mengejutkan Patriak" Ucap Zhang San lagi lalu bergerak dengan cepat, Tapi kini dia berada disamping patriak Zhou dengan Tangan yang lurus menghempaskan tinju.

__ADS_1


'Pemuda ini sangat kuat, Bahkan aku harus berkeringat dibuatnya, Sangat cocok untuk Cucuku'


Dia berkata dalam hati sambil memblokir pukulan yang Zhang San lakukan.


Lalu dia menggeser tubuhnya kesamping dan melepaskan tendangan kaki, Karna melihat pemuda itu tidak menggunakan energi Qi, Dia pun merasa tertantang untuk melakukan hal yang sama.


"Cakar Harimau" Gumam Patriak Zhou yang langsung menyerang dengan tenaga fisiknya.


Patriak Zhou bertubuh tinggi besar dengan sedikit kumis di atas bibirnya menambah kesan yang cukup tampan, Namun dia sudah tua dengan kisaran umur ratusan tahun namun masih terlihat seperti lelaki berumur tujuh puluh tahun.


"Telapak pengguncang semesta"


Pong!


Serangan dahsyat yang dilancarkan oleh kedua belah pihak mengakibatkan guncangan pada arena, meskipun mereka tidak menggunakan Qi. Namun, Fluktasi energi tetap terlihat disana, Ketika pukulan mereka beradu, semua orang menantikan siapa yang akan kalah.


Tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh para peserta. Yang mereka kira adalah pemuda itu yang terlempar, Namun nyatanya tidak.


Zhang San berdiri ditempatnya dengan tangan yang masih terulur. sedangkan Patriak Zhou berada tiga meter jauhnya dengan dirinya akibat tekanan udara yang melemparnya kebelakang.

__ADS_1


"Baiklah, Kau pemenangnya" Ucap Patriak Zhou dengan wajah senang, Karna mendapat menantu yang luar biasa, bukan hanya muda namun juga sangat kuat.


Semoga saja Cucuku tidak menolak lagi untuk dijodohkan...


__ADS_2