
"Sayang, Sudah cukup latihan nya, Sekarang tidak ada yang seumuran dengan mu yang bisa mengalahkan mu di dunia kecil ini, Ibu akan membawamu ke alam dewa agar kau bisa Hidup layak nya manusia pada umum nya, Jika kau terus berada dalam dunia kecil ini, Kau tidak akan pernah berkembang. Ibu juga ingin mencari paman paman mu yang tersebar di alam dewa. Untuk mengumpulkan kekuatan lagi dan membalaskan dendam atas kehancuran Klan Yu kita ini" Ucap Yu Ling An.
Cao Ling An mengangguk kan kepala nya tapi bulir air mata menetes keluar saat itu.
"Ada apa anak ku?" Tanya Yu Ling An kemudian dia mengangkat tangan nya dan menyekakan air mata yang mengalir di pipi puti cantik nya.
"Aku hanya teringat akan suami ku Ibu, sekarang aku tidka tau Bagaimana keadaan nya. Dan jika kita pergi ke alam dewa, kemungkinan tidak akan bisa bertemu lagi dengan nya" sahut nya sedih dan mulai merebahkan kepala nya di pundak ibu nya.
"Ibu mengerti nak dengan hati mu, dulu ibu juga merasakan bagaimana rasanya terpisah dengan ayah mu, Tapi kita tidak tau arah hidup. Bisa saja nanti kamu akan bertemu dengan nya. Seperti kita ini yang bertemu, meski perlu waktu yang lama" Yu Ling An menenangkan sambil mencium pucuk kepala Cao Ling An yang masih menangis.
"Baik lah ibu, semoga saja Gege Zhang San bisa menyusul ke alam dewa..."
Zhang San dan Yue Ao Zisi
Kita beralih ke alam dewa, lebih tepat nya di rumah Penguasa kota Yue.
"Kita selesaikan masalah di Aula pertemuan saja, Bagaimana?" Ajak Yue Ao Gu sambil menatap Ming Lau.
"Baiklah, tapi aku ingin dia minta maaf kepada ku lebih dulu" Sahut Ming Lau yang tetap dengan sikaf arogan nya.
Zhang San tak mungkin minta maaf, dalam hati nya dia mengutuk orang sombong itu. 'Mengandalkan bekingan untuk sombong, Dasar tidak punya kemampuan'
__ADS_1
"Sudah lah ayah, tak perlu mengurusi dia, Orang sombong yang tak punya kemampuan!" Cibir Zhang San dengan akting nya yang memeran kan suami sewaan
"Hah ayah, bukan kah kau hanya memiliki anak perempuan?" Tanya Ming Lau penasaran.
"Iya, memang benar, Tapi dia ini menantuku, suami dari Putri Ao Zisi" Sahut Yue Ao.
"Kapan dia menikah? Bukan kah raja kami sudah mengatakan dia akan mempersunting putri mu! dan aku datang sekarang untuk menjemput putri mu sekarang!, Siapa dia berani bersaing dengan raja?"
"Kami belum sempat mengadakan acara, Sampaikan permohonan maaf ku kepada Raja Ming Shao, Aku tak bisa memaksa putri ku untuk meninggalkan dia, Karna putri ku sudah mengandung anak nya!" Ucap Yue Ao Gu nampak sedih mengucapkan nya.
'Akting orang tua ini cukup bagus, dia berperan baik sebagai aktor, Hahaha' batin Zhang San yang tertawa dalam hati.
"Kau mempermalukan Raja, Aku akan melaporkan nya" Ucap Ming Lau marah lalu dia berbalik dan berkata kepada Wang Er Zhuge, "beri dia pelajaran karna berani mengambil calon istri Raja" Lalu dia berjalan meninggalkan tempat itu menuju kereta kuda.
Wang Er Zhuge dengan terpaksa menyerang Zhang San kembali. Dengan kekuatan Tingkat Dewa Bumi tahap menengah dia berkeyakinan dengan mudah mengalahkan lawan, jadi dia hanya memakai setengah dari kekuatan nya.
Zhang San merasakan tidak ada nya niat membunuh dari pukulan itu, "Seperti nya dia hanya ingin membuat ku cidera" Gumam nya lalu menangkap kepalan tangan itu dan menahan nya. Lalu Zhang San menendang Wang Er Gu hingga terpental ke arah kereta, Tubuh nya pun menghancurkan kereta yang di naiki oleh Ming Lau dan membuat Ming Lau yang tidak bisa bertarung itu terjerambab di reruntuhan kereta.
"Katakan pada Raja kalian, Jangan menjadi perebut bini orang!"
Zhang San masuk kedalam menuju kamar nya dan meninggalkan kekacauan yang masih terjadi.
Di sisi tiang bangunan rumah, Yue Ao Zisi tersenyum, Meski kata kata itu palsu, Tapi hati nya tetap merasa hangat.
__ADS_1
Dia bergegas mengejar pemuda itu, "akting mu sangat luar biasa, Tapi jika kau berkata seperti itu, Arti nya kamu menantang Raja Ming Shao, Tapi aku suka"
Zhang san berbalik setelah mendengar suara wanita, Dia mendapati putri Cantik Yue Ao Zisi berada tepat di hadapan nya. Zhang San maju dua langkah, Lalu dia menarik pinggang Ao Zisi mendekatkan nya ke tubuh nya.
"Lepaskan, Apa yang kau lakukan" Ucap nya sambil mendorong tubuh Zhang san.
"Huh pura pura, Aku tau apa yang kamu lakukan saat aku berkultivasi, Kau menginginkan ini kan" Ucap Zhang San dengan bibir yang mendekat ke arah bibir merah milik Yue Ao Zisi yang mungil.
Dia mengeluarkan lidah nya untuk membuka paksa bibir yang terkatup itu.
Yue Ao Zisi yang sudah terlena pun tak bisa menahan gejolak rasa. Benar ini memang yang dia inginkan, jadi kenapa harus menutupi nya lagi. Dia pun membuka mulut nya agar lidah itu dapat menyatu dengan lidah nya.
Ciuman mereka cukup berlangsung lama, hingga Zhang San mengakhiri nya karna tak ingin terlalu jauh, terlihat air liur yang terpisah.
Yue Ao Gu langsung berlari karna malu meninggalkan Zhang San yang masih berdiri diam 'Kenapa aku begini, apakah karna wajah nya cukup mirip dengan An'er hingga aku merasa sedang melakukan nya dengan nya' Zhang San merasa menyesali perbuatan nya.
"Sayang kamu dimana sekarang?" Gumam nya melihat langit yang cerah.
Setelah utusan Raja Ming Shao pergi, Yue Ao Gu berjalan ketempat terlarang Klan Yue, di namakan tempat terlarang karna yang bisa masuk kesana hanya lah anggota Klan Yue orang lain di larang memasukinya. Dilarang terbang, dan juga di larang berkelahi. Karna tempat itu adalah tempat untuk berlatih anggota Klan Yue dan tempat para tetua Klan serta patriak Klan Yue sendiri.
Penjaga membuka kan pintu gerbang, Karna mengenal siapa yang datang. Dia memasuki kawasan hutan lindung yang terjaga kelestarian nya. "Jarang jarang kau kesini, Ada apa Ao Gu?" Tanya seorang yang duduk di atas batu sambil memandangi Air yang tenang.
__ADS_1
Yue Ao Gu melirik ke arah suara, "Salam tetua Baiji, Putri ku sedang dalam masalah, Dia ingin di lamar oleh Raja Ming Shao, Tapi anak ku tidak suka dengan nya, kini dia bersama seseorang yang di sukai nya. Tapi utusan raja mengatakan dia akan datang bersama raja untuk mengambil putri ku dengan paksa" ucap nya dengan sedikit kebohongan. Karna jika dia jujur akan kebodohan rencananya, pasti dia yang akan di usir oleh tetua ini..
"Hemmm.. jadi kau mau meminta bantuan untuk menjaga putri mu?"