ZHANG SAN

ZHANG SAN
Akhir Perang


__ADS_3

"Bagaimana keadaan mu paman Dong?" Sambil mengulurkan tangan menyentuh paha Dong Hu. Dan melirik kesamping. "Sangat miris, mungkin dia akan cacat. Semoga saja ada tabib yang bisa menyembuhkan nya" ucap Zhang San memandang Yu Qin Chang.


"Ya Tuan Muda, semoga saja" sahut Dong Hu juga sambil melihat keadaan Yu Qin Chang yang menyedihkan, lalu berkata lagi. "Terima kasih tuan Muda" ucap nya kepada Zhang San yang sudah mengobati luka nya.


Merasakan kaki nya agak baikan. Dia pun berdiri. Lalu melihat kelangit. Terlihat sekelompok orang terbang ke arah mereka. Lalu turun dan bertanya kepada Patriak Yu.


"Kakak, tangan mu?" Yu Tai Buki menghentikan Ucapan nya setelah melihat gerakan tangan dari Yu Tai Ba.


"Tak usah di pikirkan, jika kalian disini. Artinya kalian memenangkan pertarungan dengan Duan Jing. Atau dia tidak datang membantu klan Yan?" tanya Yu Tai Ba yang masih duduk sambil membalut luka nya dengan satu tangan.


"Duan Jing terlalu meremehkan kita. Maka nya dia bisa di bunuh, meski tidak mudah" Sahut nya lalu mengalihkan pandangan kesekitar. Dia melihat bekas pertarungan yang sangat dahsyat. "Bagaimana dengan Yan Li-Mau dan apakah Yan Shuilong itu datang Ka?"


"Yan Li-Mau sudah ku penggal kepala nya. Dan Yan Shuilong di bunuh oleh Nak Zhang." Sahut Yu Tai Ba.


"Berada di tingkatan apa dia hingga bisa membunuh Yan Shuilong yang kata nya sudah hampir menembus tingkat dewa?" Tanya Yu Tai Buki yang memandang pemuda itu.


"Aku juga tidak mengetahui nya. Namun dilihat dari aura nya yang keluar sa'at pertarungan. Aku yakin dia sudah berada di tingkat dewa." Sahut Yu Tai Ba yang juga bingung, "Namun yang pasti aku menyaksikan nya sendiri, jika orang lain yang menyampaikan nya mungkin aku tidak akan pernah percaya" kata nya lagi menyambung


"Hal yang sangat mustahil sekali tingkatan itu dapat dicapai oleh seorang pemuda" sambil menggelengkan kepala nya Yu Tai Buki berkata. "Namun ini kenyataan nya. Jadi mau bagaimana pun itu adalah Fakta."


"Kau benar adik, kita harus menjaga pertemanan dengan nya. Kalau perlu kita jodohkan saja dia dengan anak mu" sambil tersenyum Yu Tai Ba memikirkan ide nya.

__ADS_1


"Fuuuuih" Yu Tai Buki menghela nafas "Aku tak menjamin dia akan mau dengan anak ku kakak, orang kuat akan sulit untuk di ikat"


"Belom di coba, kau sudah menyerah duluan. Anak mu juga sangat cantik" Yu Tai Ba tertawa renyah lalu menambahkan lagi "Nanti masalah itu kita bicarakan. Sekarang Segera bawa pasukan dan hancurkan klan Yan. Jika ada yang menyerah ampuni. Jika ada yang melawan bunuh saja. Lalu ambil semua harta nya. Kita harus memberikan kompensasi yang besar kepada keluarga pasukan yang meninggal atau pun terluka." Ucap nya lalu berdiri meninggalkan Yu Tai Buki berjalan kearah anak nya Yu Qin Chang yang masih terbaring di tanah.


Dia tau anak nya sudah di tolong oleh tetua Dong. Jadi dia tak segera mendatangi nya, Yu Tai Ba mengobati luka nya lebih dulu..


"Bagaimana dengan anak ku?" tanya nya kepada tetua Dong


"Lebih baik kita kembali kekota dulu" Dong Hu menyahut lalu menggendong Yu Qin Chang dan melesat terbang.


Zhang San memegang Patriak Yu dan membawa nya terbang juga. Di udara patriak Yu bertanya. "Sebenar nya berapa usia mu Nak Zhang?"


"Hampir dua puluh tahun patriak Yu. Memang nya ada apa?"


Zhang San tak menanggapi nya dengan serius. Dia hanya tersenyum. Lalu mempercepat laju terbang nya..


Di kota CangYu, tidak ada kepanikan hanya sedikit kegelisahan, namun setelah melihat pemimpin kota terbang di langit bersama beberapa orang nya. Mereka pun bisa bernafas lega lalu melanjutkan aktivitas mereka seperti biasa.


Setelah sampai di halaman kediaman Utama Klan Yu. Dong Hu langsung di sambut oleh beberapa pelayan yang menunggu dan mengarahkan nya ke tabib Klan untuk pengobatan lebih lanjut. Karna sebelum nya Patriak Yu sudah memberi kabar kepada kepala pelayan dan tabib untuk bersiap.


Zhang San mendarat pelan setelah nya. Lalu suara terdengar dari samping nya. "Biarkan aku berjalan sendiri" ucap nya tak ingin kehilangan wibawa sebagai pemimpin Klan sekaligus pemimpin Kota CangYu.

__ADS_1


Lalu terdengar lagi suara seorang wanita. Terlihat dia berlari di dampingi dua orang pelayan yang menjaga nya. "Bagaimana keadaan muSuami ku? Dan dimana anak kita?"


"Tenang lah dulu, aku baik- baik saja, Chang'er sudah dibawa ketabib." Ucap nya sambil mengelus rambut istri nya dan mencium pucuk kepala nya.


Yin Rong memeluk tubuh lelaki yang di sayangi nya itu namun dia merasa ada sesuatu yang hilang. Lalu dia mengayun kan tangan nya kearah lengan kiri suami nya. Dan dia mendapati ada tempat kosong disana.


Air mata kesedihan pun tak mampu lagi di bendung oleh kelopak mata nya. Dia menangis terisak.


"Tenang lah. Hanya tangan ku saja yang hilang. Rasakan, jantung ku masih berdetak dengan cepat bila bersama mu" ucap Yu Tai Ba sambil memegang tangan Yin Rong dan mengarahkan nya kedada nya tak lupa dia tersenyum.


"Semoga tidak pernah ada lagi yang hilang dari mu. A........." dia tak lagi bisa menerus kan ucapan nya. Karna satu jari dari Yu Tai Ba mendarat di mulut nya.


"Kita masuk. Aku ingin istirahat lebih dulu." Selesai berkata dia mengalihkan wajah nya ke pelayan yang terpukau melihat kemesraan mereka. "Eeeheem.." suara itu menyadarkan lamunan pelayan. Lalu dia berkata. antarkan Tuan Muda Zhang kekamar nya untuk istirahat.


Lalu dia menoleh kesamping. Dan melihat Zhang San mengangguk yang berarti paham tanpa harus di ucap kan. Dia pun melangkah bersama istri nya yang masih memeluk nya..


"Mari Tuan Muda" pelayan berjalan di depan lebih dulu. "Apakah ada yang tuan muda perlukan?" Tanya pelayan setalah sampai didepan pintu kamar.


"Tolong jangan biarkan orang lain mengganguku beberapa hari kedepan, itu saja"


"Saya akan perintah kan penjaga untuk menjaga pintu tuan muda" ucap nya lalu undur diri.

__ADS_1


Zhang San masuk dalam kamar. Dia menutup rapat pintu. Lalu duduk bersila. Dan mengeluarkan beberapa cincin dimensi. Tiga cincin dimensi dia keluarkan semua isi nya. Yang mana itu cincin dimensi milik Yan Li-Mau, Yan Mubai yang di ambil oleh Dong Hu. Dan terakhir Milik Yan Shuilong...


__ADS_2