
Dua teknik yang sama di gunakan tapi terlihat sangat perbeda'an.
Teknik yang di gunakan sosok berpakaian hitam itu lebih mendominasi.
Ketika dua teknik kuat itu beradu terjadi sekali lagi ledakan yg menggetarkan udara.
Tekanan angin menghempaskan banyak pepohonan hingga ke akar nya.
Serangan sosok itu terus berlanjut hingga menghantam tubuh penculik dan menghisap nya dalam kehampa'an.
"Ada untung nya juga aku mempelajari teknik itu." Ucap nya. lalu Cao Ling An mendekat kearah gadis itu dan membuka totokan itu lalu mengantar nya pulang.
Di tengah perjalanan mereka bertemu warga yg sempat mengejar penculik gadis itu. Lalu mereka di hadang
"Berhenti, Serahkan dia" ucap salah seorang terlihat seperti pemimpin para warga.
Cao Ling An menghentikan langkah nya, lalu gadis itu maju, "Dia lah yang menolong anak mu ini ayah." Sahut nya kepada pak kepala desa itu.
Kemudian para warga berterima kasih dan meminta ma'af sempat salah faham. Lalu pak kepala desa itu mengundang Cao Ling An untuk mampir kedesa mereka.
Cao Ling An hanya mengangguk lalu mengikuti mereka menuju arah desa.
Mentari hadir kembali menyapa embun pagi.
Kicauan burung ramai terdengar saling bersahutan.
Berbaris menunggu sinar matahari untuk berjemur.
Berjejer dalam sangkar yang besar.
Pak kepala desa memberi makan burung- burung itu sambil bersiul.
Cao Ling An bangun lalu membasuh muka. Kemudian meminta izin melanjutkan perjalanan.
"Terima Kasih banyak, bapak telah memberikan ku tumpangan tidur"
"Saya juga berterima kasih yg sedalam dalam nya. Dan meminta ma'af jika tempat nya kurang nyaman"
Cao Ling An pun berlalu dan terus bergerak hingga hilang dari pandangan...
°°°°°
Siang hari di jalanan setapak yang sepi. Terdengar sayup suara pertarungan. Rasa penasaran pun membawa Sosok yang melesat di antara pepohonan untuk melihat apa gerangan yang terjadi.
Beeeeeeng...!
Ledakan jurus yg beradu antara dua orang dari dua kelompok yg kini masing- masing bertarung satu sama lain.
__ADS_1
Satu memakai pakaian merah bergaris putih bertulis kan pedang kebajikan dalam sulaman nya.
Satu lagi memakai pakaian hitam bergaris merah bertuliskan Angin Hitam.
"Kita harus menumpas mereka" ucap pemimpin di kelompok Sekte pedang kebajikan.
"Serang terus" yg lain memberi semangat sambil menghalau serangan pedang yg menuju kearah nya.
Sepuluh lawan sepuluh, Dan dipihak mereka sama- sama memiliki tingkat prajurit tahap puncak.
Hingga untuk memenangkan duel kelompok ini akan sangat sulit.
Treeeeeeng. Dentang. Boooom. Duaaar...!!
Ledakan demi ledakan tercipta kala tingkat prajurit tahap puncak saling berhadapan.
Mereka sangat berimbang dan Terlihat mereka kini mulai kelelahan, energi mereka terkuras sangat banyak. Dan mereka semua terduduk dengan nafas yg kembang kempis.
Lalu Cao Ling An terbang ke arah mereka.
Swuuuuush...!!
dia mendarat di tengah- tengah mereka.
Lalu Semangat anggota sekte angin hitam berkobar karna melihat lambang angin hitam di baju gadis itu. Mereka yakin pasti menang kali ini.
Akan sangat mudah memenangkan nya,
meski lawan dalam keada'an prima.
Sebalik nya bagi sekte pedang kebajikan.
Mereka terlihat kehilangan semangat karna ajal pasti tiba.
Gadis itu mendekat ke arah pemimpin kelompok Sekte Angin Hitam dengan pedang yg sudah di keluarkan dari sarung nya.
"Terima kasih atas bantuan senior yang datang di sa'at yang tepat" ucap pemimpin itu tersenyum.
Sluuup.. Guaaaak..!
Darah menyembur keluar dari mulut nya setelah berucap terima kasih. pedang di tangan gadis itu menembus perut nya.
"Kenapa senior melakukan ini?" Ucap nya sebelum habis nafas terakhir nya.
Cao Ling An mencabut pedang nya. Lalu menggunakan teknik penebusan dosa untuk membunuh sisa dari anggota kelompok Angin Hitam itu.
Lalu dia berpaling kearah kelompok Sekte Pedang Kebajikan. Dan berjalan dengan pedang yang di berderit karna ujung nya menyentuh kerikil
__ADS_1
"Senior, apakah kalian baik- baik saja?" tanya nya dengan lembut sambil tersenyum yang senyum nya itu bisa memikat hati siapa saja.
Kelompok itu masih tetap waspada.
karna gadis ini meski pun cantik tapi juga terlihat kejam.
"Tak perlu takut, aku bukan bagian dari mereka, aku hanya menyamar untuk mengelabui mereka. dan itu berhasil" Cao Ling An menjelaskan agar tak terjadi salah Faham.
Pemimpin kelompok itu terkejut dan kemudian dia mengelus dada nya. "Untung bukan musuh, jika tidak habis lah sudah" batin nya.
"Seperti yg senior lihat. Jika senior tidak datang entah apa yg terjadi dengan kami" ucap nya lalu berterima kasih telah ditolong.
"Kemana kalian akan pergi?" Tanya dengan suara halus
"Kami hendak menuju desa Tebing Curam. Kami di perintah kan ketua Dong Hu untuk menjalan kan misi menjaga desa itu. Namun di perjalanan kami melihat mereka membawa beberapa gadis. Dan kami mengikuti mereka dan sampai ketempat ini"
"Lalu di mana para gadis itu?" Tanya Cao Ling An lagi.
"Mereka seharus nya sudah pergi. Karna sa'at itu kami langsung menyerang kelompok Angin Hitam itu. Dan mereka melepaskan nya, setelah itu kami tidak mengetahui lagi tentang mereka"
"Baik lah. Harap berhati- hati" sambil tangan nya menyodor kan Botol Pil lalu melambaikan tangan nya dan kemudian dia menghilang..
"Betapa beruntung nya jika bisa mendapat kan bidadari secantik itu, aku juga ingin memilik nya" ucap salah seorang yang berada di belakang berhayal.
"Apa kamu ingin mati. Hingga berbicara seperti itu" ucap sang pemimpin sambil mengetuk kepala bawahan nya itu.
Lalu dia mengeluarkan Pil dari botol yg di berikan oleh Cao Ling An. Seketika udara di penuhi oleh bau obat.
"Ini obat tingkat tinggi. Sungguh Dia sangat baik hati" ucap pemimpin itu lalu membagikan pil yg ada di botol.
Beberapa tarikan nafas. Luka yg menganga di tubuh mereka mulai merapat dan hilang.
"Sungguh obat ajaib" ucap yg lain nya.
"Kau benar bahkan luka bakar ku juga hilang." Sahut teman nya. Lalu mereka melanjutkan perjalanan yg tertunda menuju desa Tebing Curam.
°°°°°
"Kemana Si cantik itu pergi, mungkin kah aku bisa bertemu dengan nya lagi?" Lin Zhong Sedang menghayal kan sosok Yun Xia Mei,
"Tak peduli dia anggota mana aku akan tetap mencintai nya" Kata nya lagi sambil meminum arak. hingga beberapa sa'at dia terkulai jatuh dari duduk nya karna mabuk.
Di seberang tempat duduk nya Dong Hu duduk bersandar memakai topi caping dan mengawasi Lin Zhong yang sedang minum arak. dia mendengar apa yang di ucapkan Lin Zhong jadi dia menyimpulkan sendiri. Bahwa Lin Zhong tidak termasuk dalam oraganisasi itu.
Dia pun berdiri dan meninggalkan sepuluh perak di atas meja. lalu pergi dari sana.
Note: Bagaimana pun hidup akan terkena cela. meski tak berbuat yang tercela. jika tak ingin di cela jangan hidup. 😁😁😁
__ADS_1