ZHANG SAN

ZHANG SAN
Membangun Sekte di Alam Dewa


__ADS_3


Langit malam yang tidak ada bulan dan bintang menghiasi, awan hitam bergulung dengan petir yang menyambar disana sini, Suara gemuruh dan genderang yang bersahutan saling melengkapi.


Awan hitam memuntahkan air yang banyak untuk menghidupi tumbuhan dan mahluk hidup yang berada dibawahnya.


Genangan air membasahi menghapus jejak darah yang berserakan disana dan disini.


Puing-puing kayu yang terbakar mulai padam, menyisakan arang dan kenangan untuk Klan Bayangan.


Hari yang cerah akan datang, Esok hari akan bersinar terang untuk Sekte Pedang Kebajikan, Karna hari itu sudah dinantikan oleh semua orang.


Setelah berbincang cukup lama dengan Tetua yang bernama Zhang Yimin, Zhang San sedikit banyaknya tau dengan garis besarnya bahwa mereka ada hubungan sedikit kekeluargaan dari keturunan yang entah keberapa.


"Tetua, tinggalah bersamaku untuk sementara" Ucap Zhang San menatap Tetua Zhang Yimin dengan tersenyum lalu berkata lagi. "Nanti aku akan mencoba untuk memeriksa lukamu dan mencarikan penawar racun itu, Agar kau bisa kembali ketempat asalmu lagi" dia pun segea berdiri setelah cukup panjang berbincang.


"Baiklah, Tidak ada salahnya juga" Zhang Yimin juga berdiri lalu mengikuti pemuda itu dan mereka segera keluar dari rumah makan dan mencari sebuah penginapan.


...............


Zhang San keluar dari penginapan setelah mengantar Zhang Yimin untuk beristirahat. Lalu, Dia pun menggunakan energi Sepiritual dalam tubuhnya untuk membuatnya melayang dan melesat terbang menuju sisa Klan Bayangan.

__ADS_1


Sesampainya disana tidak ada seorang pun lagi yang ada, Karna Istri, Mertuanya dan semua penghuni Dunia Jiwa yang dikeluarkannya dibawa ke Klan Long oleh Long Zhong untuk istirahat atas perintah Zhang San sendiri.


Sisa hujan masih ada, Hawa dingin masih terjaga Zhang San berdiri diantara puing-puing arang yang ada menatap kesegala arah mencari letak yang cocok untuk sekte miliknya.


Setelah cukup lama berpikir dan pakaian yang mulai basah dia pun mengumpulkan semua arang yang berserakan dan menyatukannya dengan bantuan energi jiwa. kemudian setelah semua cukup bersih dia membuka Portal dimensi dan menyuruh semua orang untuk keluar dan bersiap karna Sekte akan berpindah lokasi.


Baaaam


Angin kencang menyapu debu sisa kehancuran karna satu persatu bangunan sekte jatuh dengan pelan dari udara menapak ketanah.


Semua penghuni dunia jiwa yang ada disana begitu tercengang dengan metode yang dilakukan oleh patriak muda mereka. Karna bisa mengecilkan bangunan sekte layaknya miniatur kemudian membuatnya kembali seperti semula.


Kemegahan itu berdiri hanya dalam waktu satu malam, dan akan ada kegemparan yang terjadi jika orang mengetahui bahwa sebuah sekte sudah berdiri dibekas reruntuhan Klan Bayangan.


"Aku pun sama, Aku juga kagum kepada Patriak, bukan hanya kuat, Bahkan jauh lebih muda dari umurku sekarang" sahutnya dengan sedikit jejak iri diwajahnya. Namun setelahnya dia tersenyum dan menatap ke arah Zhang San "Meskipun begitu, masih ada kesempatan untuk menjadi kuat, karna mengikutinya ada masa depan yang cemerlang umyang ingin ku capai"


Tidak banyak murid yang ada didalam Dunia Jiwa, Karna mereka hanya sisa dari Murid yang mati akibat perang dengan sekte Angin Hitam waktu di alam rendah dulu.


Zhang San menata ulang posisi Bangunan sekte miliknya agar tidak terlalu dekat.


Setelah itu dia membuat sebuah Formasi empat arah mata angin yang dimana pusatnya adalah Menara kultivasi yang berada pada tengah-tengah bangunan sekte.

__ADS_1


Formasi itu melebar dan semakin meluas hingga mencakup seluruh wilayah bekas Klan bayangan. itu adalah Formasi pertahanan tingkat dewa yang mana akan mampu membalikan serangan dari para pengganggu yang berada ditingkat Dewa Hijau tahap awal. setidaknya untuk dua benua ini tidak akan ada yang akan bertindak bodoh untuk menghanurkan sektenya.


Setelah semua selesai dibuat, Zhang San berpaling untuk melihat ratusan orang yang ada disana antara tetua dan para murid yang juga menatapnya. dia melayang rendah lalu berkata "Semua sudah selesai, Silahkan kalian kembali ketempat kalian, Dan aku sudah membuatkan kalian semua tempat khusus karna kalian akan menjadi murid inti" Tatapnya ke arah para murid "Dan untuk para tetua kita akan berbicara di aula pertemuan" Ucapnya. lalu dia melayang menuju aula.


Semua orang pun memasuki Sekte itu. Para murid yang sekarang menjadi murid inti sangat senang mendapat rumah husus yang halamannya sangat luas untuk berlatih.


"Kalian harus berbagi dalam satu tempat harus ada beberapa orang. karna patriak belum banyak membuatkan bangunan, Nanti setelah semuanya dibereskan kalian masinh-masing akan mendapatkan satu kediaman yang halamannya luas" Ucap Fan Yao


"Baik tetua" Ucap mereka semua menunduk, Semua murid inti hanya kurang lebih seratus orang dan tetua juga yang tersisa kurang lebih sama.


Mereka memasuki Aula pertemuan,


Zhang San bersama dengan Yue Ao Zisi yang berdiri disampingnya sambil memijat bahu suaminya itu. "Terima kasih sayang" Ucapnya lalu memandang kearah para tetua yang baru masuk.


"Duduklah kalian semua" Pinta Zhang San sambil mengulurkan telapak tangan ke arah kursi yang ada. "Bagaimana dengan pertandingan, Apakah persiapannya sudah matang?" Tanyanya lagi setelah semua tetua duduk.


Fan Yao segera berdiri dengan mencondongkan badannya sedikit kedepan sambil menautkan kedua tangannya. "Tinggal menunggu kapan akan diadakan saja, Dan kebetulan saat ini kita sudah berada dialam dewa dan telah menang dalam pertempuran dengan Klan Bayanga, Bagaimana kalau kita mengadakan pertandingan sambil mengundang semua orang secara terbuka? Untuk ajang perkenalan Sekte kita kedunia luar. Dan juga sambil kita membuka pendaftaran untuk murid yang ingin memasuki sekte setelah acara selesai, Bagaimana menurut anda Patriak Muda?" Ucapnya sangat panjang dengan senyum pengharapan.


Zhang San tidak perlu berpikir untuk menjawab hal itu dia pun segera berkata "Maka lakukan apa yang sudah kau pikirkan, Aku serahkan semua urusan sekarang kepadamu!" Ucap Zhang San "Apa kah ada yang lain lagi?" Tanya Zhang San kepada yang lainnya.


"Kita masih memiliki sedikit murid. dan apakah sekte kita nantinya akan memiliki murid dalam dan murid luar selain murid inti? setelah kita menerima murid baru" Xiao Yang segera bertanya setelah melihat Fan Yao duduk.

__ADS_1


"Sebenarnya aku tidak ingin membedakan murid inti, dalam dan luar, Tapi jika menurut kalian itu yang terbaik untuk kemajuan sekte aku tidak masalah, Hanya saja jangan pernah mendiskriminasi siapapun itu, Jika dia adalah murid Maka sayangi dan berikan perhatian kepada mereka semua, Mungkin yang membedakan dari mereka hanya tentang sumberdaya. dan kalian harus berlaku adil sebagai tetua Sekte Pedang Kebajikan yang pertama dialam dewa, Mungkin nanti aku juga akan merekrut beberapa pengajar untuk sekte"


__ADS_2