
Pyaaaaar....!
Meja kaca yg berada di depan nya langsung hancur. Dia sangat marah. Ketika penjaga melaporkan kematian Hao Heng.
Semua orang yg berada disana terdiam membeku, Mereka menahan nafas karna takut akan kemarahan raja.
"Jendral. Perintahkan kepada pasukan mu. Cari dan tangkap pembunuh itu. Hidup atau mati bawa kesini. Cepat" teriak nya.
"Hamba menerima perintah raja" ucap nya lalu mundur perlahan. Setelah itu dia keluar dan memanggil pasukan elit nya.
Sementara Yun Hai Dan Yun Xia Mei terus bergerak meninggalkan wilayah keraja'an dan menuju kota selanjut nya. Sebelum para penjaga mendapat kabar penutupan gerbang. Zhang San tak sempat mengejar karna keburu gerbang tertutup. Dia tak ingin menerobos. Karna tak mau di anggap sebagai pemberontak.
"Ah Sial aku harus menunggu kesempatan yg lain" batin nya. Lalu dia kembali ke penginapan.
Suasana di luar begitu gaduh karna kabar yg mengejutkan. Pangeran ke Empat mati, di rumah makan milik nya sendiri..
"Jangan biarkan orang di luar ibukota tahu permasalahan ini, karna ini akan menjadi aib bagi keraja'an, dan bisa menimbulkan perselisihan" Ucap Hao Fengying didalam rapat dadakan. Lalu dia memerintahkan pihak keamanan untuk menutup dan menekan warga nya agar tak menyebar luaskan berita.
Secepat kilat berita itu di redam. Dan ibu kota kembali tenang.
Beberapa hari berlalu, Zhang San keluar dari penginapan dan melanjutkan lagi perjalanan. Sepanjang jalan dia melamun, bahkan sesekali dia menabrak orang yg sedang berjualan.
"Apa kah tak punya mata" teriak penjual itu kesal karna dagangan nya berhamburan. "Mana belom ada yg laku. Sial benar nasip ku" gerutu nya sendiri.
Namun gerutuan nya di dengar oleh Zhang San. Dia pun meminta ma'af dan menaruh lima keping emas di tempat dagangan orang itu. Lalu dia pergi.
Penjual yg masih menggerutu itu tersentak kaget melihat kepingan emas berkilau kuning. "Yaa dewa, Terima kasih ternyata dibalik kesusahan ada kebaikan. Tapi jangan buat aku susah terus" ucap nya.
Zhang san tidak mengetahui apa yg di katakan penjual itu. Dia langsung melangkah keluar dari ibu kota keraja'an Hao. Tapi sebelum itu dia mampir ke sebuah paviliun untuk mencari sumber daya dan peta benua timur ini.
__ADS_1
"Sekarang aku berada di sini" tunjuk nya kearah peta "untuk menuju kota selanjut nya, berarti aku harus melewati jalur ini" lalu dia bergerak dengan berjalan kaki. "Sepi juga berjalan sendiri" gumam nya.
Sedangkan Yun Hai dan Yun Xia Mei sampai di gerbang kota Batu Hitam. Setelah menyelesaikan pemeriksa'an dan membayar pajak masuk kota. Mereka pun langsung mencari penginapan.
"Kau akan mengikuti kompetisi yg diadakan di kota ini dua hari lagi. Besok aku akan mendaftarkan mu. Kau cukup dikamar saja untuk sementara" ucap Yun Hai, lalu meninggalkan Yun Xia Mei sendirian dikamar.
Mentari pun datang secara normal dari timur.
Hari pendaftaran kompetisi yg diadakan Sekte Pedang Kebajikan telah di buka.
"Bagi mereka yg berada di bawah umur tiga puluh tahun boleh mendaftar. Itu syarat utama nya, dan pendaftaran untuk umum hanya ada koata lima ratus orang saja. Dan untuk perwakilan sekte yg lain nya lima ratus orang juga" Panitia memberitahukan pengumuman.
"Ah, umur ku sudah lebih tiga puluh tahun satu hari" ucap nya sedih.
"Sabar broo. Emang dasar hansif lo mau gimana lagi" ucap orang disamping nya sambil menepuk bahu nya. " nasip kita sama" kata nya lagi.
"Hah, kau juga." Ucap nya sambil tertawa mendengar nasip yg sama.
"Iya yaa. Aku lupa kita kan kembar"...
Mereka yg merasa umur nya masih bisa pun bergegas karna tak ingin menyiakan kesempatan masuk kedalam Sekte peringkat satu di benua timur ini.
"Silahkan persiapkan diri kalian untuk besok" Ucap panitia Sekte menutup pendaftaran..
Kota Batu Hitam sebelah barat..
"Bagaimana persiapan nya?" Tanya Yun Hai di rapat yg diadakan di dalam ruangan pribadi.
"Cukup baik. Aku sudah menyuruh beberapa orang ku untuk bersiap, dan menunggu kode sinyal dan pasti akan bergerak. Karna mereka akan berbaur di antara penonton dengan pakaian biasa." Ucap Sun Ming sebagai perwakilan Sekte Beruang merah,
__ADS_1
"Ini detail perencana'an kita" ucap perwakilan dari sekte Tengkorak Putih.
"Baik lah. Kita akan beraksi besok. Tunggu aba- aba dari ku" ucap Yun Hai menutup rapat itu.
Lalu satu persatu dari tiga orang itu keluar dari ruangan pribadi.
Namun mereka tak menyadari ada orang yg menguping pembicara'an mereka...
Zhang San tiba di kota Batu Hitam bertepatan di mulai nya acara kompetisi Sekte Pedang Kebajikan. Dia melihat orang rame berjalan beriringan "Mau kemana mereka" gumam nya. Lalu dia bertanya kepada salah satu yg lewat.
"Hai. Boleh kah aku bertanya ada apa gerangan disana?"
"Apakah kau tak tau, Sekte Pedang Kebajikan mengadakan kompetisi untuk masuk ke Sekte mereka" sahut orang itu.
"Terima kasih" lalu dia memberikan satu keping emas atas informasi nya. Kemudian dia berjalan mengikuti barisan orang- orang menuju tempat kompetisi diadakan,
Setelah membayar dua keping emas sebagai biaya masuk. Zhang San mencari tempat duduk yg lebih tinggi untuk melihat dan mengawasi. Siapa tau ada sosok yg di kenal nya.
Terlihat seseorang menaiki arena yg berada di tengah. Lalu dia berkata. "Perkenalkan aku adalah Dong Fu. Dan aku yg akan memimpin acara ini"
"Biar ku jelaskan sedikit tentang tahap yg akan di lalui oleh para peserta.
Tahap Pertama adalah uji bakat, kalian akan menyentuh sebuah bola yg berukuran seperti kepala dan alirkan energi Qi kedalam nya, Dan bola cahaya itu akan memancarkan warna yg sesuai dengan bakat nya. Ada warna kuning. Hijau. Putih. Merah dan biru. Dan yg akan masuk ke babak selanjut nya adalah warna hijau keatas. Jika kalian sudah mengetahui bagaimana cara kerja nya. Maka kita akan langsung memulai nya, apakah ada pertanya'an?" Dia berdiam sebentar, namun masih tidak ada pertanya'an.
"Jadi untuk mempersingkat waktu. Kami pihak Sekte Pedang Kebajikan menyediakan Bola cahaya hingga seratus buah,
"Baik lah kita mulai saja dengan seratus orang pertama naik ke arena" teriak Dong Fu.
"Sekte nomer satu memang beda, mereka bisa menyediakan bola cahaya yg begitu banyak nya. Memang pantas di sebut nomer satu di benua timur" ucap penonton yg mengajak teman nya berdiskusi.
__ADS_1
"Ya kau benar, siapa menurut mu yg akan masuk kedalam Sekte itu?" Tanya nya.
"Aku yakin tuan muda Lin Zhong dari Klan Lin karna dia peringkat terbaik di Kota ini," sahut teman nya dengan santai...