
Zhang San dan rombongan nya kembali ke kamar masing masing yang di sediakan oleh Klan Yue, Setelah menikmati jamuan yang di hidangkan oleh Klan Yue, Sebagai tamu kehormatan mereka di perlakukan dengan cukup baik.
Zhang San mendorong pintu kamar nya kemudian menutup nya langsung dan memberi segel pada pintu, Dia ingin memasuki dunia jiwa tapi rencananya terhenti karna dia melihat seorang wanita yang sedang menunggunya di tepi ranjang ketika dia berbalik.
"Ao Zisi! Kamu sepertinya salah masuk kamar" Ucap Zai yang melewati Ao Zisi yang duduk dengan wajah murung.
"Tidak Kak, aku tidak salah kamar" Sahut nya sembari mendekap tubuh Zhang San dari belakang.
Zhang San mencium sesuatu yang mencurigakan, Dan mulai hanyut dalam suasana..
Terasa dua gundukan Melon menempel di punggung Zhang San membuat darahnya mendesir tapi dia harus melepaskan pelukan itu, Dia tak ingin hubungan mereka terlalu jauh, Karna tak ingin menyakiti pihak lain. "Maaf Zisi, Sebenarnya aku sudah menikah" Ucap nya sambil berbalik setelah melepaskan pelukan itu.
Ao Zisi memiliki mata yang berkaca kaca, Dia sudah kehilangan ayahnya, Kini cintanya akan hilang juga.
"Tidak bisakah aku memiliki cinta darimu?" Tanya nya.
__ADS_1
"Maaf Zisi, Kamu cantik juga masih muda, ada banyak lelaki diluaran sana yang pastinya menerimamu dengan baik, Kau hanya belum menemukannya saja, Bersabarlah.. cinta tidak bisa dipaksa" Ucap Zhang San.
"Biarkan aku memeluk mu" Selesai berucap Ao Zisi tanpa menunggu jawaban Zhang San langsung memeluk erat.
Zhang San dengan tangan terangkat tak bisa berbuat apa apa, Jika ini bisa menenangkan nya maka biarlah, Setidak nya itu yang di pikirkan oleh Zhang San.
Tapi mungkin itu akan menjadi kesalahannya.
Ao Zisi mengangkat tubuh nya dengan berjinjit dan menarik tengkuk Zhang San kebawah kemudian dia mencium Zhang San lebih dalam.
Lidah Ao Zisi mencoba menerobos mulut Zhang San yang ingin mendorong nya, Tapi dia tetap memegang kepala Zhang San dengan kuat dan kini perlahan dia melepaskan pakaian longgar nya yang langsung terjatuh ke lantai, Kini tanpa ada benang yang menutupi kulit bersih dan putih itu, Bagai giok yang bersinar dimalam hari.
Kemudian tangan nya menyentuh milik Zhang San yang sudah lama tidak tersentuh, Sebagai seorang lelaki di hadapkan dengan situasi seperti ini apakah bisa menolak, Tentu hanya orang munafik yang akan melepaskan kesempatan ini.
Zhang San meski pun hati nya menolak, Tapi tubuh nya meminta konsumsi akan hasratnya. Terlihat dari tongkat sakti yang berdiri dan tubuh nya yang bergetar, Akal sehat tertutupi oleh nafsu yang menyerang bawah sadarnya menciptakan bayangan akan istrinya yang lama terpisah dengan nya.
__ADS_1
Dia melihat Cao Ling An pada sosok Ao Zisi yang kini di hadapan nya yang sedang mencium nya.
Ao Zisi tidak lah tau apa yang ada di pikiran Zhang San, Dia terus memainkan peran nya. dan mulai menarik sabuk pengikat pinggang Zhang San dan melemparnya kesembarang tempat.
Dia terus melakukan langkah langkah dengan perlahan sambil mengarahkan tangan Zhang San menuju Buah Melonnya yang menggantung dengan indah.
Uumm..!
Ao Zisi melenguh nikmat setelah ****** nya yang baru tumbuh di putar oleh tangan besar Zhang San. Tangan itu menutupi buah melon nya. Dikarnakan Melonnya belum terlalu besar, Tapi yang pasti itu akan membesar dengan sendirinya setelah beberapa remasan.
Zhang San yang hanyut dalam bayangan bercinta dengan istrinya mulai Aktif, Dia mendorong Ao Zisi ke tempat tidur dan merebahkan nya perlahan.
Ai Zisi langsung membuka sedikit pahanya, Meski dia yang memulai dan menginginkan nya tapi dia cukup malu untuk memperlihatkan segitiga yang berada di atas surga miliknya.
Pertarungan hebat pun terjadi untuk pertama kali dalam hidupn Yue Ao Zisi memberikan mahkota yang dijaganya
__ADS_1