
Klan Yan adalah penguasa di wilayah selatan benua Tianwu. Mereka mempunyai banyak bisnis di bidang properti dan pemasaran Obat-obatan.
Di dalam Klan mereka ada beberapa pembudidaya yang tingkatan nya berada di tingkat suci. Bahkan kata nya. Patriak Yan Suilong berada dalam pelatihan tertutup nya untuk menembus ranah yang lebih tinggi lagi. Yaitu tingkata dewa.
Patriak Yan Suilong sendiri tidak mempunyai anak laki- laki sebagai pewaris nya. Namun dia memiliki keponakan yang sangat dia banggakan melebihi anak perempuan nya sendiri, Yan Rou.
Menurut nya. Bakat yang di miliki oleh anak nya jauh telah dilampai oleh Yan Shong anak adik nya. Jadi dia memberikan semua hal yang di inginkan oleh Yan Shong. Apapun itu. Dia akan berada di belakang nya. Untuk membungkam orang yang berani melawan keponakan nya tersebut.
Krakk..!! Giok jiwa tujuh orang pecah secara mendadak di kediaman Klan Yan. Penjaga Giok jiwa yang di tugas kan untuk menjaga Giok itu langsung mendekat. Mana kala mendengar suara retakan. Alangkah terkejut nya dia. Ketika melihat salah satu di antara tujuh Giok itu adalah tuan muda nya. Yang di gadang gadang kan akan menjadi penerus kepala Klan/Patriak.
Dia langsung melesat setelah menggenggam pecahan Giok jiwa itu ke arah kediaman Yan Li-Mau.
Tiba di depan kediaman Yan Li-Mau dia langsung bergegas membuka. Tanpa mengetuk pintu lebih dulu. Membuat yang punya hampir saja berteriak karna marah.
Namun setelah melihat raut muka dari penjaga giok. Dia pun memberi kesempatan untuk nya bicara "jelaskan apa maksud mu masuk tanpa mengetuk pintu?" Dia menatap tajam penjaga Giok Jiwa itu.
"Ampun tetua, beri aku waktu sebentar. Setelah itu terserah kepada tetua bila hendak menghukum ku" sahut nya dengan wajah pucat dan punggung yang mulai basah karna keringat.
"Cepat katakan, aku masih sibuk" tegas nya.
Sambil membuka genggaman tangan nya yang bergetar dia berkata "i-ini tuan." Serah nya.
Di pecahan Giok tertulis dua kata yang jika disatukan kembali pecahan nya akan membentuk sebuah nama, Yan Shong.
__ADS_1
Yan Li-Mau terbengong sejenak tak percaya kenyata'an. Anak nya, kebangga'an nya mati, ini tidak mungkin dapat diterima dengan mudah, Dia menggelengkan kepala nya dua kali.
Setelah sadar, mata nya langsung memerah dan dia bergegas melacak posisi Jasad anak nya. Setelah menemukan di mana lokasi nya. Dia langsung melesat terbang. Sambil memberi kabar kepada patriak bahwa giok jiwa Yan Shong pecah.
Sesampai nya di tempat lokasi. Dia tak lagi menemukan dimana keberada'an anak nya. Dia terus mengedarkan persepsi nya. Namun tak kunjung menemukan. Dan dia juga tak merasakan ada nya keberada'an orang lain disana. Hanya ada dia seorang diri.
Yang terlihat hanya bekas pertarungan dahsyat. Dimana dua gunung hampir rata dengan dataran dan banyak nya kawah yang dalam dan sebagian hutan yang gudul akibat tercabut hingga ke akar nya..
Sebelum nya di tempat terjadi nya pertarungan.
Setelah Zhang San menggunakan Formasi Dunia Pedang.
Enam orang yang tersisa dari pihak Klan Yan. Mereka langsung berpaling setelah merasa kan tekanan dari kubah energi transfaran yang mengurung mereka.
Beberapa detik selanjut nya. Satu tendangan dari Dong Hu bersarang di perut Yan Shong. Dia meruntuhkan kesombongan bak raja itu. Hanya dengan satu tendangan kaki. Lalu dia bergeser kesamping. Dengan cepat dia menarik tangan yang ada dikanan lalu memutar nya kearah rekan Klan Yan yang lain nya. Hingga mereka semua terpelanting.
Setelah memulihkan sebagian energi nya. Dan bagian luka tertutup. Yu Qin Chang memandang ngeri Orang yang berada di samping nya. Seolah tembok yang kokoh. Yang tak kan bergerak meski badai menghempas nya.
Terlihat tingkatan nya hanya berada di tingkat kaisar tahap awal. Namun tekanan yang dia rasakan samar samar membuka pikiran nya. Bahwa orang yang di samping nya bukan lah sesederhana yang terlihat.
Kita kembali ke Dong Hu yang merasa puas setelah menghajar mereka berenam, dia menyeringai menampak kan gigi putih yang hilang satu di samping kanan nya. Dia sekali lagi menendang Yan Shong. Namun kaki nya yang terayun tiba- tiba terhenti setelah mendengar suara Zhang San.
"Cukup tetua Dong!" Pinta nya melalui telepati. Hingga Dong Hu langsung menahan tendangan nya. Lalu menurun kan kaki yang sudah terangkat dari tanah.
__ADS_1
Zhang San maju lalu mengarah kan telapak tangan nya, Menghisap ke tujuh orang anggota Klan Yan itu.
Yu Qin Chang hampir menjatuhkan rahang nya. Melihat tujuh orang itu menghilang secara misterius.
Dia tak sabar, segera bertanya "kemana mereka?"
"Tak usah di pikirkan" Dong Hu maju lalu menjawab nya. Dia tak ingin pemuda itu banyak bertanya. Lalu dia mengalihkan pembicara'an dengan bertanya kepada nya.
"Apakah kota terdekat dari sini masih jauh" tanya nya
"Salam tetua. Sebelum saya menjawab. Alangkah baik nya. Saya memperkenal kan nama. Saya Yu Qin Chang," sambil menangkupkan tangan nya ke arah tetua Dong Hu lalu kesamping. Lalu Ke arah Zhang San yang terlihat cuek.
"Dari sini sekitar satu mil ke arah selatan adalah wilayah Klan Yan. Dari sini menuju utara adalah wilayah Klan Yu. Klan saya. Dan terjauh menuju barat adalah klan Tian, dan selanjut nya di timur ada Klan Wu dan di tenggara adalah wilayah Klan Jia. dan wilayah tengah sendiri adalah milik Klan Duan. Terserah tetua dan tuan muda mau kemana. Namun kalau boleh saya memberi saran. Silahkan ikut saya saja lebih dulu ke Klan Yu, saya akan menjamu kalian berdua. Dan kita harus bergegas. Kemungkinan sebentar lagi anggotan klan Yan akan datang kesini. setelah mengetahui Giok Jiwa mereka hancur" tutup nya setelah panjang lebar berbicara.
Dong Hu memandang kearah muka Zhang San menunggu keputusan. Namun Zhang San hanya menganggukkan kepala nya. Tanda mengiyakan.
"Baiklah. Kami akan mengikuti mu lebih dulu." Sahut Dong Hu.
Swoooos..!! Mereka bertiga terbang ke arah utara. Di perjalanan mereka bertemu dengan anggota Klan Yu yang ingin menyelamatkan Yu Qin Chang. Yu Qin Chang menjelaskan permasalahan nya sambil terbang. Hingga beberapa nenit berlalu. Mereka akhir nya sampai di tempat yang begitu dingin.
Seluas mata memandang. Salju putih bertebaran sebagai penghias diantara lampu gantung yang terikat di beberapa dahan. Yang tersusun rapi menerangi senja yang mulai gelap.
"Ayo masuk." Ucap Yu Qin Chang kepada dua orang itu setelah tiba di pintu gerbang kota wilayan klan Yu.. Lalu mereka memasuki kota itu.
__ADS_1
Mereka semua berjalan kaki. Karna ada larangan untuk terbang terkecuali dalam kondisi darurat...
"Kami akan kembali ketempat kami, Tuan muda..." ucap beberapa orang yang berada di belakang. Setelah mengantarkan Yu Qin Chang dan tamu nya ke kediaman Patriak Yu Tai Ba..