ZHANG SAN

ZHANG SAN
Memasuki Kota Bingru


__ADS_3

Entah sudah berapa waktu lama nya Lang Ming menyusuri hutan itu hingga menemukan jejak cahaya dari kejauhan dia melihat nya. Membuat semangat nya menjadi membara setelah sempat redup..


Lang Ming berhenti di tepi hutan. Dia memandang cahaya mentari yang baru terbit dari ufuk timur yang membuat mata nya menyipit.


Dia ingin memberitahu kan Zhang San bahwa mereka sudah di tepi hutan. Namun karna merasa Zhang San sedang tertidur dia mengurungkan niat nya. Lalu perlahan dia merebahkan diri nya di dekat pohon tinggi yang menghalangi mereka dari terik matahari.


Zhang San membuka mata nya karna silau matahari menembus wajah nya saat angin meniup dedaunan diatas pohon.


"Dimana kita sekarang Ming ?"


Lang Ming segera menyahut ketika sebuah suara terdengar di telinga nya "Di tepi hutan Tuan Muda" lalu merubah bentuk tubuh nya menjadi manusia ketika Zhang San sudah berdiri mendengar ucapan nya.


"Lebih baik kita makan dulu, lalu mengeluarkan daging yang pernah dia beli, serta rempah- rempah untuk membumbui daging itu"


Lang Ming langsung mengumpulkan kayu, Karna berada di bawah pohon besar. Jadi tidak jauh mencari kayu untuk bakar daging.


Beberapa menit berlalu wangi daging mata menyebar terbawa arus angin. Mereka membagi dua daging itu lalu memakan nya.


"Ini sangat enak, Tuan Muda sangat pandai dalam memasak" sanjung Lang Ming dengan tulus sambil terus mengunyah daging bakar.


Zhang San kembali membuka peta yang pernah diberikan oleh Yu Tai Ba. Lang Ming mendekat untuk melihat, Lalu Zhang San menunjuk lokasi. "Kita berada disini. Sebentar lagi kita akan memasuki wilayah barat,"


"Kemana sebenar nya tujuan Tuan Muda" Ucap Lang Ming


Zhang San menoleh kesamping. "Aku ingin ke kotang CangTian. Ingin menemui seseorang" jawab nya lalu menggulung kembali peta itu setelah mengingat rute yang harus di lewati dan dia pun bangkit "kita berangkat" ucap Zhang San yang kini hanya tersisa hembusan angin nya saja yang di lihat oleh Lang Ming.


"Kau terlalu cepat Tuan Muda, aku tak bisa menyusul mu" ucap Lang Ming melalui telepati dari bawah sambil menengadah keatas langit.

__ADS_1


Zhang San turun, dia baru sadar Lang Ming Belum bisa terbang atau tak bisa, dia belum mengetahui penyebab pasti nya.


"Baiklah... kita berjalan kaki nya. Aku juga tidak terburu waktu" Ucap Zhang San lagi.


Mereka berdua pun berjalan kaki, Lang Ming terus berbicara mengisahkan diri nya di masa lalu yang banyak memiliki wanita,


"Bagaimana cara nya membujuk wanita yang marah karna merasa dihianati?" tanya Zhang San.


"Maaf tuan muda, masalah itu aku belom pernah mengalami nya. Jadi tidak tau jawaban nya" sahut nya..


Tiga hari berlalu tanpa hambatan yang berarti hanya ada beberapa monster level raja saja yang menghadang perjalanan mereka dan itu pun mudah di tangani oleh Lang Ming.


monster yang daging nya bisa di makan akan di simpan Zhang San untuk persediaan makan nanti nya. Yang tidak berguna akan langsung di bakar nya menjadi abu.


Terlihat dari kejauhan tembok tinggi menjulang. Dan antrian panjang saling berdesak kan. Melihat banyak orang sedang mengantri. Zhang san mengajak Lang Ming untuk duduk di bawah pohon yang di lihat nya sangat rindang sambil menunggu antrian menyusut..


Wanita itu melesat dengan cepat setelah melihat antrian mulai menipis.


"Sebaik nya kita berangkat" ucap Zhang San berdiri dan berjalan didepan.


Kota Bingru Di pintu masuk tidak ada pemeriksaan yang sulit hanya menunjukkan tanda pengenal dan membayar masuk perorang nya satu keping emas.


Zhang San masuk dengan membayar lima keping emas. Karna Lang Ming tidak punya identitas, dan terpaksa harus membuat nya disana. Mereka berdua terus melangkah hingga Zhang San melihat Resto yang cukup besar lalu dia mengayunkan kaki nya memasuki tempat itu.


Di dalam sana, Zhang San mengedarkan mata nya untuk mencari tempat duduk paling sudut dan tidak terlalu sepi untuk mendengar informasi.


Pelayan tiba di samping mereka setelah mereka duduk di kursi. "Tuan berdua mau pesan apa ?" Tanya pelayan dengan ramah.

__ADS_1


"Aku mau minum saja. Sajikan minuman terbaik yang kalian punya" Zhang San lebih dulu memesan.


"Aku mau semua makanan terbaik dan setiap menu harus dua porsi" ucap Lang Ming yang seperti tidak makan ribuan tahun.


Pelayan hanya mengangguk, dia tidak peduli berapa banyak pelanggan memesan, itu urusan mereka. Jika pun mereka tidak dapat membayar masih ada ahli tukang pukul yang selalu berjaga.


Pelayan itu masuk ke dapur untuk memberitahukan kepada koki.


"Apa kau sanggup menghabis kan semua itu Ming ?" Tanya Zhang San sambil menggeleng keheranan.


Lang Ming hanya tersenyum mendengar itu. "Sanggup tidak sanggup itu urusan nanti tuan muda. Ini adalah pertama kali nya aku masuk keresto di alam ini. Jadi aku ingin merasakan setiap kenikmatan yang ada disini. Termasuk orang yang di ujung sana" ucap nya sambil memainkan mata nya..


Lalu Zhang San menoleh kesamping kiri dan mendapati wanita yang berada di atas pohon tadi dia juga sedang menikmati makanan nya.


Makanan tiba dengan banyak pelayan yang membawakan nya. Semua tidak bisa tertata rapi. Karna pesanan Lang Ming sungguh banyak sekali.


Zhang San menggeleng sekali lagi melihat meja yang sesak dengan makanan di hadapan nya. "Aku akan pergi dulu mencari pengianapan. Kau habiskan lah makanan ini semua nya" lalu Zhang San berjalan ke meja kasir untuk membayar semua makanan itu lebih dulu. Agar tidak ada hal yang membuat kacau nanti nya.


Dia berjalan sendirian kini mencari penginapan. Namun sejenak dia berhenti karna mendengar ada suara sorak orang banyak, lalu dia mendekat kearah suara dan melihat banyak nya orang berkerumun untuk melihat pertarungan di atas arena.


"Pasang taruhan kalian. Merah atau biru" ucap bandar yang menghemparkan kain berwarna merah yang mewakili sisi kanan. Dan warna biru mewakili sisi kiri.


Banyak orang memasang warna biru. Dan hanya beberapa orang saja yang memilih warna merah.


Ini adalah pertarungan hidup dan mati, sudah sering terjadi di kota Bingru ini jika untuk menyelesaikan masalah. Wali kota tidak mempermasalahkan nya. asalkan pertarungan itu di adakan di atas arena.


Sisi kanan terlihat seorang pemuda yang gagah berani dengan senjata tombak di tangan nya. Sedangkan disisi kiri mempilkan sosok yang berwajah sangar banyak guratan luka diwajah nya.

__ADS_1


🙏🙏 yang sedalam dalam nya. Hari ini istri ngajakin Rekreasi sebelum ramadhan jadi ga bisa nulis 2Ch. 🥰🥰🥰


__ADS_2