
Zhang San
Yue Ao Zisi
Zhang San tidak tau siapa yang akan di temui nya dan siapa sebenar nya wanita di depan nya itu bahkan siapa pemilik pekarangan yang halaman nya sangat besar yang di masuki nya sekarang ini.
Dia melihat seorang laki laki paruh baya duduk di tepi kolam dengan segenggam pakan untuk memberi makan ikan yang ada dalam kolam.
Dan mereka menuju kesana, "Salam Putri" Ucap penjaga yang mengawal orang itu.
"Kalian bisa pergi" Sahut Sang wanita kepada para penjaga, dan penjaga itu pun mengangguk kemudian pergi meninggalkan mereka, yang kini Hanya bertiga disana.
Lelaki paruh baya itu berpaling lalu menatap pemuda tampan yang ada di belakang putri nya tersebut. "Duduk lah sini Nak!" Pinta nya dengan tangan yang mengarah ke kursi.
Zhang San duduk dengan tenang, Tidak terlihat kegugupan, Karna untuk apa gugup, Dia kan tidak ketemu dengan calon mertua.
"Aku akan bertanya lebih dulu, apakah kau mengenal atau tau siapa wanita yang berdiri di dekat mu itu?" Tanya lelaki yang di kenal sebagai Yue Ao Gu atau pemimpin kota Yue.
Zhang San menggeleng kan kepala nya dua kali.
__ADS_1
"Dia adalah putriku, Yue Ao Zisi, Dia sekarang ingin mencari pendamping hidup, Bisa kah kamu menjadi suami nya" Ucap Yue Ao Gu kepada Zhang San yang belum merubah ekspersi wajah nya.
Setelah tidak ada kata lagi yang di lanjutkan Zhang San pun menjawab "Seperti nya aku harus mengecewakan putri cantik mu, Jadi maaf aku menolak!" Ucap nya tegas
"Mengapa, Apa aku tak pantas" Ucap Yue Ao Zisi penasaran. Banyak orang mengantri untuk nya, tak tau nya dia malah di tolak oleh laki laki yang ada di hadapan nya ini. Sungguh miris perasaan nya. Jika orang lain tau, mungkin dia akan di tertawakan hingga akhir hidup nya.
"Kita tidak saling mengenal, Dan kamu belum tau aku seperti apa?" Ucap Zhang San kepada wanita cantik itu lalu berdiri dan menambahkan kata lagi "seperti nya tidak ada lagi yang perlu di bicarakan, Aku akan pergi"
"Tunggu lah anak muda, jika begitu, Bantu lah kami dengan kamu pura pura menjadi calon suami putri ku ini"
"Ini sulit, Aku sudah pernah mengalami hal yang seperti ini dan berbuntut pertarungan, pantas kah aku mengorban kan masa depan demi kepura puraan" Ucap Zhang San, Kata kata nya sangat tajam menusuk perasaan.
"Haih, Banyak orang yang bersedia dengan suka rela menikahi Putriku ini, Bahkan jika di minta untuk sekedar pura pura, mereka tetap akan mengambil kesempatan itu untuk dekat dengan anak ku, Tapi kamu menolak kesemua kesempatan itu begitu saja tanpa berpikir mamfaat nya. Aku kagum kepada mu anak muda, Tapi tidak bisa kah kamu menolong nya sekali lagi?"
"Waktu itu kamu menolong nya dengan membeli tanaman surgawi, Dia lah wanita yang menabrak mu, dia sengaja berpakaian seperti itu guna mencari orang yang cocok untuk di jadikan suami, Jika kamu ingin imbalan, Maka di gudang harta Klan ku banyak peninggalan leluhur yang bisa meningkatman kultivasi mu, Tapi dengan Syarat tolong lah Putri ku"
Zhang San terlihat berpikir dengan tangan berada di dagu nya 'Jika bisa menaikan kultivasi, tentu aku tak kan menolak, Biarlah, resiko nanti saja di pikirkan, Aku juga perlu tantangan untuk meningkat kan daya tempur' Pikir nya. "Baik lah, aku tak kan munafik, jika ada imbalan yang pantas, aku akan melakukan nya"
Yue Ao Gu tersenyum, dia hanya ingin menghindari Ming Shao yang suka mengambil anak gadis orang tanpa pandang bulu, apa lagi dia sudah jauh hari ingin melamar putri nya.
"Tinggal lah disini untuk sementara" Ucap Putri Yue Ao Zisi terlihat malu,
'Rupa nya putri ku ini benar benar menyukai pemuda ini, Hais sayang sekali' Batin Yue Ao Gu.
__ADS_1
"Tak masalah" Sahut Zhang San, Mumpung ada tempat tinggal gratis dan dia juga bisa memamfaatkan kesempatan ini untuk mencari lebih banyak informasi tentang Kakek Fei nya yang hilang.
"Ikuti aku...!" Pinta Yue Ao Zisi kepada Zhang San sambil melangkah memimpin jalan.
"Aku permisi dulu" Ucap nya kepada Yue Ao Gu dan di angguki oleh nya.
Lalu Zhang San mengikuti Yue Ao Zisi berjalan, Sambil berbincang santai, Dan banyak hal yang di tanyakan oleh Zhang San untuk mengumpul kan informasi.
Dan dia tidak mendapat sedikit pun informasi tentang Klan Fei, yang ada hanya Klan Long saja yang terkenal di Alam Dewa, Tapi itu pun masih sangat jauh dari wilayah yang dia tempati sekarang. Alam dewa masih ada beberapa tingkatan. Dan dimana sekarang dia berada adalah tingkatan terendah dari alam dewa..
Beberapa menit berlalu mereka akhir nya sampai di pintu kamar tamu, Yue Ao Zisi mendorong pintu kamar itu, Lalu masuk kedalam bersama Zhang San. "Aku akan istirahat, Terima kasih sudah memberi tumpangan gratis" Ucap nya dari belakang.
Kata kata itu seperti mengusir dan Yue Ao Zisi merasakan nya. Ada rasa tidak nyaman mendengar nya, Entah apa yang terjadi pada nya, dia seakan ingin terus bersama lelaki itu.
Ao Zisi menghentak kan kaki nya ke lantai lalu berbalik dan mendengus melewati Zhang San. Dia cepat cepat berjalan kembali ke kamar nya.
"Ada apa dengan diri ku, apa kah aku jatuh cinta, Atau kah hanya karna selama ini aku yang menolak dan sekarang aku yang di tolak hingga membuat ku ingin membuat nya jatuh hati" Gumam nya.
"Apa yang terjadi dengan putri, Seperti nya dia sedang kesal" bisik bisik orang yang di lewati oleh Ao Zisi yang terus bergumam dan mengumpat sepanjang jalan.
Orang di samping nya hanya mengangkat bahu dan tak ingin bergosip tentang Putri. "Hus, Hati hati berbicara, Jika Putri tau kamu menggosip kan nya. Maka kamu bisa menanggung resiko nya" Ucap orang itu lalu meninggalkan tempat itu menuju dapur karna ingin menyiapkan makanan untuk tamu, dia di perintahkan oleh Yue Ao Gu untuk melakukan nya...
Fu Zing ming terus berjalan menyusuri pasar pasar. Atau pun tempat tempat yang banyak di kunjingi oleh orang, untuk sekedar mencari informasi saudara nya. 'Dimana kau sekarang saudaraku Fu Marubai?' Batin nya setelah lama mencari hingga matahari sudah ingin tenggelam.
__ADS_1
Dia pun kembali ke penginapan dan mengetuk pintu kamar Zhang San beberapa kali tapi tidak ada gerakan sama sekali dari dalam, 'kemana orang ini? Apakah dia belum kembali?' Pikir nya "lebih baik aku kembali saja ke kamarku" gumam nya