ZHANG SAN

ZHANG SAN
Kehancuran Makam Kuno


__ADS_3

Mereka terus saja beradu pukulan, Sikut, Dan tendangan. Serangan mereka terus terjalin terlihat warna biru petir dan warna hitam pekat saling jual beli serangan di udara.


Kehancuran tak dapat lagi terelakkan, Gunung, Hutan, Lembah kini semua hampir tak berbentuk lagi.


Mereka bertarung seperti melupakan segala hal yang ada. Satu sama lain berpikir untuk mengalahkan, Tidak ada yang ingin mengalah atau di kalah kan..


"Kau sungguh kuat anak muda! Seperti nya kau sudah menginjak Ranah Dewa?" Ucap nya di sela pertarungan


"Tak perlu di pikirkan, Terima lah kematian mu" Teriak Zhang San sambil tangan kiri nya mengeluarkan teknik nya.


"Teknik Telapak Dunia, Tapak Penghakiman"


Wuuuushh...!! Sebuah telapak tangan kiri tercipta di hadapan nya. Lalu dia maju kan kedepan dan dia lepaskan kearah sosok itu.


"Teknik Tingkat Ke Empat, Cermin Pemantul"


Seketika saja sesuatu terbentuk di hadapan sosok itu. Sesuatu itu membentuk sebuah cermin tipis.


Ketika Tapak Penghakiman menghantam cermin itu tidak ada ledakan yang terjadi. Namun ketika itu juga telapak tangan yang di kirim oleh Zhang San berbalik ke arah nya.


Zhang San tak menyangka dan tak siap. Dia pun terpental ke tanah dan terjerambab di tanah.


"Sosok itu lebih kuat dari kebanyakan musuh yang aku hadapi sebelum nya, Ini adalah tantangan untuk aku menjadi lebih kuat" Ucap nya yang kini menggenggam erat pedang nya sambil tersenyum.


Zhang San mengusap sedikt darah yang keluar di sisi bibir nya akibat terkena pantulan dari serangan nya sendiri.


Dia pun bangkit kembali dan menatap ke atas langit. Lalu terbang dengan perlahan.


Yan Gong hanya memandang pemuda itu, mengingat kan sosok nya di masa lalu yang pantang menyerah di hadapan musuh.


"Teknik Pedang Petir, Tebasan Dua Gelombang"


Zhang San mengirim lagi dua tebasan yang saling menyilang lalu dia bergerak sangat cepat kebelakang musuh dengan langkah bayangan yang sudah sempurna dan menggunakan lagi teknik nya.

__ADS_1


"Tekni Pedang Petir, Amarah Dewa"


Suuuuuuuuutt...!!


Baaamm!!!


Nafas Zhang San terengah karna melepaskan dua serangan beruntun yang menguras banyak tenaga nya. Tapi itu tidak sia-sia, Sosok itu jatuh terkena telak serangan dari dua arah sekaligus. Depan dan belakang.


Sosok itu kini terkapar di tanah dengan mata menyala penuh kebencian dengan pemuda itu. Dia sungguh tak menyangka akan diserang dari dua arah, Biasa nya seorang kultivator tidak akan mampu menggunakan dua serangan kuat sekaligus karna akan ada jeda untuk mengumpulkan energi, Setidak nya itu lah yang dia tau sejak dulu kala.


Tapi pemuda itu berbeda.


Andai dia berada di puncak kekuatan nya. Membunuh Zhang San mungkin hanya dengan menjentik kan jari nya saja. Maka akan menjadi debu. Tapi sayang kekuatan nya hanya lima puluh persen saja yang kembali.


"Takdir yang sangat buruk" Ucap nya sambil terbaring lemah, "Istri ku, Maaf aku masih belum bisa membalaskan dendam kematian mu!" Batin nya menyesal jika teringat saat kehilangan istri dan janji nya yang belum terpenuhi


Sungguh karna dendam orang baik bisa menjadi jahat..


Zhang San tak tau apa yang sosok itu pikir kan, Pikir nya dia harus membunuh sosok itu sebelum bangkit dan dia langsung melepaskan Teknik nya. "Teknik Melempar Bintang"


Boooom..! Tubuh dari sosok itu langsung meledak dan hancur. Dan dunia kecil pun bergetar terlihat Makam yang tinggi menjulang hancur dan semua orang yang masih hidup tersedot keluar...


"Apa yang terjadi di dalam saudara Duren? Terasa ada getaran yang samar yang keluar dari arah dunia kecil yang masih tertutup itu" Ucap Ma Dan yang sedang menyeruput arak dan melihat di cangkir nya gelombang halus.


"Lihat ada yang keluar, Seperti nya itu murid mu Ma Dan!" Tunjuk Shen Duren yang melihat Du Sam dan Du Anchi tengah melayang.


"Bukan kah baru beberapa hari!" Kening Ma Dan mengerut "Apa yang sebenar nya terjadi di dalam sana" Gumam nya.


"Kita kesana" Ajak Shen Duren yang juga melihat murid nya Fen Dyhao tengah di papah oleh kedua teman nya.


Tanpa menunggu jawaban dari Ma Dan, Shen Duren langsung melesat mendatangi murid nya dia langsung mengeluarkan Pil Penyembuh Tingkat menengah yang dia miliki.


"Baring kan dia" Pinta Shen Duren kepada dua teman Fen Dyhao lalu dua orang itu tak berlama-lama langsung membaringkan Fen DyHao.

__ADS_1


Dan terlihat sebuah Pil melayang ke arah mulut Fen Dyhaoz dengan pengontrolan energi Shen Duren memasukan nya kemudian mengambil air untuk mempermudah masuk nya kedalam perut.


Kemudian dia mengalirkan energi nya untuk mempercepat penyembuhan.


Sedang kan di sisi yang lain nya "Apa yang Terjadi Sam'er?" Tanya Ma Dan dengan wajah Khawatir.


"Sekte Naga Hitam, Tetua Yan, Dia yang melakukan nya" Sahut Du Sam yang tak ingin menutupi. Lalu dia bercerita tentang sosok pemuda yang menyelamatkan mereka.


"Keparat Yan Yuan itu, Aku akan meminta pertanggung jawaban dari sekte Naga Hitam nanti nya. Lantas di mana sekarang pemuda itu?"


"Kami tidak tau Guru, Kami tersedot keluar karna musuh kuat itu sudah mati!" Sahut Du Anchi yang masih melihat ke arah dimana Portal awal masuk dunia kecil.


"Istirahat lah, Aku akan mendatangi sekte Naga Hitam" Ucap nya langsung melesat ke arah tenda Sekte Naga Hitam.


Sedang kan disana juga terjadi kegelisahan.


"Lapor tetua, Hanya ada beberapa murid Sekte Bintang Terang yang keluar dengan paksa, Dan mereka juga penuh dengan luka" Mata-mata menyampaikan laporan nya.


"Segera panggil kan semua tetua, Berkumpul di tempat ini!" Ucap Ho Feng


Beberapa saat para tetua sekte Naga Hitam berkumpul "Kemana tetua Yan? Siapa yang tau dia di mana!" Ho Feng mengarah kan pandangan nya ke semua tetua yang ada namun mereka terlihat menggelengkan kepala.


Lalu salah satu dari mereka berkata. "Setelah kita mengadakan pertemuan, Tetua Yan izin pergi, Kata nya ada urusan mendesak, Tetua Ho!" Sahut Bai Ling atas pertanyaan Ho Feng


"Keluar kalian....!" Sebuah teriakan yang membawa emosi di hati nya


"Siapa yang berani berteriak di Tenda kita, Ayo kita keluar!" Ajak Ho Feng dan dia bangkit memimpin jalan, Karna tidak ada nya Yan Yuan maka dia lah yang kini memimpin para tetua.


"Kenapa kau berteriak seperti orang gila Ma Dan?" Tanya Bai Ling


"Apa kalian tau ? Yan Yuan masuk kedalam dunia kecil dan membantai ribuan murid sekte Bintang Terang!"


Mendengar kalimat itu, Seketika terjadi bisik-bisik di antara para tetua lalu Ho Feng maju selangkah dan bertanya "Kami memang tidak mendapati Tetua Yan tapi ada kah bukti untuk membuktikan kesalah tetua Yan?"

__ADS_1


"Murid ku jadi saksi nya!"


__ADS_2