
'Bersiaplah Nak ketika aku menyentuh bahumu, Maka saat itu kau sudah siap mengirim energi kedalam jimat ini' Ucap Han Oyang yang sudah selesai menyiapkan Jimat teleportasinya.
"Baik, Aku akan melepaskannya" Ucap Zhang San lalu dia menghilangkan Segel kandang Langit dan melempar Sou Ji.
Sou Yi tersenyum menatap wajah anaknya yang selamat. "Ayah terima kasih kau datang menolongku, Kau harus membunuhnya ayah, Dia akan menjadi ancaman dimasa depan" Teriaknya menunjuk Zhang San dan segera berpaling badan, Tapi dia melihat serangan api yang sangat kuat sudah berada di depan hidungnya.
Boooom..! Ledakan tubuh Sou Ji menyipratkan darah hingga mengenai Sou Yi
Teriakan itu menjadi penanda akhir hidupnya, Zhang San mengirim Teknik Gelombang Api yang sudah dia ciptakan sendiri dari Pemahamannya tentang teknik tebasan dua gelombang dan api ungu raja hewan.
"Tidaaaaaaaaak.... Anakku" Teriak Sou Yi terduduk meratapi kematian anaknya yang meledak dihadapannya.
Zhang San segera menyuntikkan Energi jiwa untuk mengaktipkan teleportasi itu. Garis teleportasi pun terlihat dan dia Segera memasukinya.
Sou Yi dengan marah melemparkan serangannya tapi itu tidak telak mengenai. Zhang San menghilang dari pandangan nya.
"Aaaaaaaaaaaaaaa...." Teriak Sou Yi dengan mengeluarkan seluruh kekuatannya dan menghancurkan pemandangan yang semula indah dengan banyak pepohonan pinus.
Sou Shang datang terlambat, Dan dia melihat kebencian diwajah patriak Yi, dapat dipastikan pemuda itu menghilang lagi.
"Kemana hilangnya, Apakah dia masuk kedunia jiwa lagi?" tanya Sou Shang.
"Tidak, dia memiliki jimat teleportasi, aku sebelumnya tidak menyangka dia memiliki hal semacam itu, jadi aku menunda waktu agar kau datang dan menangkapnya dari belakang, Tapi dia malah membunuh Sou Ji, Putraku satu-satunya dan juga penerus Patriak. Bagaimana ini bisa terjadi?" Ucapnya sedih.
"Bersabarlah saudaraku" Ucap Sou Shang memeluk Sou Yi yang masih berduka.
Sluup..!! Sebuah tusukan kecil mengenai jantung Sou Yi
"A-apa yang kau lakukan Shang? Kenapa kau menusuk ku?" Tanya Sou Yi yang terduduk.
"Jika kau tidak memiliki lagi garis keturunan, Lebih baik kau mati saja dan biarkan aku menjadi patriak selanjutnya, Dan akan ku balaskan kematian Anakmu, Itu janjiku Yi" Ucap Sou Shang dengan tatapan tajam sembari mencibir "Kau tak pantas lagi menyandang gelar patriak, Karna kau hanya peduli dengan kesenanganmu sendiri, Aku akan menjadikan Klan iblis Asyura bangkit lagi"
__ADS_1
"Bajingan kau Shang" teriaknya lalu dia mengeluarkan kekuatan penuhnya dan menyerang Sou Shang yang hanya melompat lompat menghindari serangan Sou Yi yang menggila.
"Hahaha Kau bodoh Yi" Ucap Sou Shang dia tak melawan karna tau semakin Sou Yi marah semakin dia akan mengeluarkan energinya dan saat itu pula pembuluh darahnya akan cepat terkontaminasi oleh racun yang sudah mulai menjalar katna pisau kecilnya sebelumnya sudah dilumuri racun.
Sebenarnya Sou Shang sudah melihar lama kejadian yang dialami oleh Sou Yi tentang anaknya yang mati meledak, Tapi dia segera membantu karna memang niatnya adalah menjadi patriak selanjutnya.
"Kau memberiku racun Shang?" Tatapnya dengan marah tapi dia sudah tidak bisa lagi menggerakkan tubuhnya.
"Kau baru menyadarinya, Sungguh kasihan, Nikmatilah hari kematianmu, aku akan berkunjung nanti sebagai pengingat bahwa kau mati disini" Ucap Sou Shang lalu meninggalkan tempat itu dan melesat hilang dari pandangan Sou Yi.
"Bangsat, Aku tak rela mati seperti ini" Ucapnya tapi racun itu terus menyiksanya hingga akhir hidupnya..
...............
Sejauh Lima Ratus meter muncul garis dilangit dan seseorang jatuh dengan luka dipunggungnya.
"Bertahanlah Nak, Aku akan menyegel tempat ini lebih dulu" Ucap Han Oyang lalu menggerakkan tangan nya membuat segel ilusi.
"Semoga ada yang menyelamatkanmu nantinya Nak" Gumamnya sebelum menutup mata
................
Seminggu pun terlewatkan. Zhang San mulai tersadar dari pingsan akibat luka yang di deritanya.
"Aku sepertinya selamat" Gumamnya lalu menelan Pil pemulih energi untuk mengembalikan secepatnya stamina setelah itu dia mulai menelan kembali Pil penyembuh miliknya.
'Paman, Sekarang kita ada dimana?'
Beberapa detik dia menunggu tapi tidak ada respon..
Setelah lama menunggu tapi tidak ada jawaban dia pun berjalan setelah merasakan kekuatannya cukup untuk pergi dari tempat itu...
__ADS_1
..............
Terlihat dua orang wanita cantik sedang mengejar tiga, Entah apa yang terjadi dan salah apa yang dilakukan oleh tiga orang tersebut sehingga dikejar kejar oleh dua wanita.
Yu Ling An dengan tingkat kultivasi Dewa Langit Tahap Puncak dan ditemani putri cantiknya yang kini sudah berada ditingkat Dewa Langit tahap awal.
"Berhenti kalian" Teriaknya. Meski tatapannya mematikan tapi tidak menutup akan kecantikan Yu Ling An, Umur tidak lagi menjadi hambatan karna sebuah teknik peremajaan menjadikannya terlihat seperti saudara kembar dengan putrinya.
Yu Ling An mendahului mereka, Hingga terpaksa tiga orang itu berhenti dan menggenggam erat senjata mereka.
"Apa kau sudah mengirim sinyal kepada patriak Klan?" Salah seorang bertanya kepada temannya.
"Sudah, Tapi takutnya mereka belum datang kita sudah mati, Yang kita lawan sekarang adalah Tingkat Dewa Langit tahap Puncak, Sedangkan kita berada satu tingkatan dibawahnya, bagaimana ini?"
"Aku juga tidak tau, Kau tak perlu bertanya kepadaku" Sahut kawannya kesal, Mereka pun adu mulut.
"Sudah diam kalian, Berhenti mengoceh, Begini saja, Kita berpencar, Dan berharap salah satu diantara kita bisa lolos, Atau kita tangkap saja wanita satunya, Dia terlihat hanya berada di tingkat Dewa Langit tahap Awal"
"Aku akan menangkapnya, Kalian berdua tahan dia, Ketika aku sudah menangkapnya, aku akan memberikan kode untuk lari" ucap salah seorang yang langsung bergerak kebelakang.
"Oh kalian mau bermain ya" Yu Ling An mengeluarkan tekniknya "Teknik Teratai Salju" Gumamnya pelan. dia lansung melemparnya kearah dua orang itu.
Booom...! ledakan besar tercipta dan membuat kawah yang dalam.
Untungnya dua orang itu segera melompat hingga terlepas dari kematian, Tapi sebelum salah satu dari dua orang itu mendarat sayatan pedang lebih dulu mengiris lehernya
Buuus.. darah menyembur keluar bagai air mancur.
Satu tumbang, Dengan segera yang tersisa melesat pergi dengan menggunakan langkah kaki seribu, Tapi basis kultivasi mereka sangat jauh perbedaannya. meskipun hanya terlihat satu tingkat, Tapi kekuatan nya bagai langit dan bumi yang terpisah.
Dengan mudah Yu Ling An membunuh orang itu dan kembali. Dari jauh dia sudah melihat Putrinya kewalahan menghadapi lawannya.
__ADS_1
Dan dengan sekali hentakan ketanah dia melompat kearah lawan merentangkan pedangnya untuk menghalau tusukan yang mengarah keperut putrinya.