
"Berhenti..! Ada perlu apa kau ke sini?" Tanya penjaga yg menghentikan langkah Zhang San.
Zhang San langsung menunjukkan lencana tamu yg pernah di berikan oleh Dong Hu.
Salah seorang penjaga maju dan memeriksa lencana itu.
Kemudian dia menangkupkan tangan nya meminta ma'af. "Ikut saya tuan muda" ucap nya lalu berkata kepada teman nya.
"Aku akan mengantar tamu dulu kedalam. Kau baik- baik lah menjaga gerbang" sambil tersenyum dia memimpin jalan. meninggal kan Teman nya yang menggerutu. Namun tetap mengangguk.
Penjaga itu mengantarkan Zhang San langsung ke kediaman patriak Chong Ling.
Lalu mengetuk pintu. Sambil berkata.
"Salam patriak, ada tamu yg berkunjung" ucap nya lalu menununggu dengan sabar diluar.
Beberapa sa'at pintu bergeser. Dan muncul seorang lelaki paruh baya. Yg masih terlihat bugar.
"Salam mu ku terima. Tinggalkan lah kami, lanjutkan tugas mu" ucap patriak Chong Ling kepada penjaga yg memberi hormat kala melihat patriak nya.
"Masuk lah kedalam" kata nya lagi kepada Zhang San
Tanpa menunda. Zhang San masuk kedalam dan duduk setelah di minta patriak untuk duduk.
"Aku sangat mengagumi mu. Muda dan kuat," Chong Ling membuka pembicara'an.
"Terima kasih banyak atas sanjungan nya, saya tak menyangka bisa berjumpa dengan orang nomor satu di Sekte Pedang Kebajikan ini. sungguh suatu yang membanggakan bagi saya. kalau saya boleh tau ada maksud apa patriak mengundang saya yg bukan siapa- siapa ini?"
"Baik, kita ke inti nya saja, aku penasaran bagaimana kau bisa membunuh Yun Hai yang berubah menjadi iblis?" Tanya patriak Chong Ling dengan serius.
"Saya sudah membunuh dua sebelum nya. Namun mereka masih belom sempurna. Namun Yun Hai termasuk yg sempurna. Karna sudah membentuk inti iblis. Dan jika inti iblis itu tidak di hancurkan. Maka dia akan beregenerasi terus menerus." Zhang San menjawab dengan singkat
"Pantas saja dulu kami sulit mengalahkan Gu Ming-Hun, rupanya inti iblis itu yang membuat nya tak bisa mati"
"Apakah dia pendiri Sekte Angin Hitam patriak?" Zhang San penasaran Siapa Gu Ming-Hun itu
"Ya. Kau benar sekali. Dulu aku bersama aliansi putih pernah mengalahkan nya. Namun ketika itu dia menggunakan teknik perubahan iblis. Jadi kami yg di kalahkan pada akhir nya.
Akan tetapi suatu hal terjadi pada nya. Mungkin teknik nya masih belom sempurna sa'at itu.
__ADS_1
jadi dia pergi meninggalkan kami yg hampir mati, sekarang kami tidak tau keberada'an nya, apa kah kau tau dimana dia?" tanya Pattiak Chong Ling dengan semangat
Zhang San menggeleng. "Tapi ada yang tau dimana keberada'an nya" Ucap nya.
"Siapa?" Patriak memajukan kursi nya untuk mendengar lebih jelas.
"Dia istri saya patriak. dia dulu pernah di culik Oleh Yun Hai dan ingatan nya di segel, dan setelah Yun Hai mati segel nya terlepas. namun kami sekarang sedang dalam masalah. jadi saya tak bisa mempertemukan nya dengan patriak, Ma'af kan saya" ucap nya
Setelah itu mereka berbincang santai. dan Zhang San juga meminta saran untuk mencapai tingkat suci secepat nya. agar bisa membantu.
"Kalau begitu. saya akan undur diri dulu patriak" Ucap nya sambil menangkupkan tangan.
"Kenapa terburu- buru, Menginap lah disini, Aku akan menyiapkan kamar tamu untuk mu"
"Tidak perlu patriak. saya akan melanjutkan perjalanan saja" ucap nya lalu melambai kearah patriak. setelah itu dia melesat ke pintu gerbang. dan menghilang..
°°°°°
Beberapa kelompok kembali dengan membawa beberapa gadis yg diculik. Mereka di sembunyikan di goa dan akan di bawa ke Hutan Gelap pada malam mendekati purnama.
"Mana kelompok yang lain? Tanya Ken Dai kepada salah satu pemimpin kelompok yang datang.
"Baik lah kita akan berada di sini hingga purnama tiba. Dan kita akan mengangkut mereka (para gadis) dengan kereta. Agar tak terlalu mencolok. Kau berjaga lah disini. Jika ada suatu pergerakan yang mencurigakan lapor saja langsung" setelah memberi perintah Ken Dai Pun masuk untuk mengawasi kedalam.
°°°°°
Di sisi yang lain, istana kekaisaran Qing,
"Bagaimana jendral, apakah ada perkembangan?"
"Kami sudah menemukan lokasi mereka, dan mata- mata yang dikirim telah memastikan banyak wanita yang di sekap di sana" Setelah itu Sang jendral menjelas kan panjang lebar rencana nya.
"Aku serahkan semua tugas kepada mu jendral. Aku harap Kelompok ini di musnah kan secepat nya"
"Hamba menerima perintah" ucap nya tegas.
°°°°°
Gu Ming-Hun berjalan sendiri dengan obor di tangan nya masuk kedalam ruang rahasia.
__ADS_1
Dia kemudian mengarah kan api obor ke arah obor yang lain nya.
Hingga barisan obor di dalam lorong itu menyala.
Lalu dia berjalan menyusuri lorong yang panjang hingga menemukan sebuah altar persembahan.
Di sana ada sebuah patung yang memancarkan hawa kematian.
Asap keluar dari mata patung itu lalu membentuk sosok hitam dengan mata menyala bagai bara api.
"Apa kah kau sudah mengumpulkan darah yang ku minta bocah?" Tanya nya dengan suara serak.
"Tuan ku, Hamba sudah mengumpulkan nya. Dan akan membawa nya kesini sa'at purnama tiba"
"Haha haha kau memang hambaku yang baik, apa yang kau mau, sebut kan saja?" tawar nya
"Tuan ku. Bisa kah hamba meminta teknik teleportasi. Agar bisa memindahkan tawanan dan membawa nya langsung kesini, aku takut rencanaku sudah tercium oleh aliasi putih"
Terlihat benda melayang di antara mereka. "Ambil lah. Itu adalah alat teleportasi jarak jauh. Alat ini hanya ada di dunia para dewa. Dulu aku memiliki banyak alat ini. Sebelum di segel oleh dewa penguasa alam di dunia tengah ini."
"Terima kasih tuan ku, hamba mohon diri" Gu Ming-Hun pergi dari sana sambil tersenyum. "Dengan alat ini di tangan ku. Akan memudahkan aku dalam mencapai keinginan."
Sepeninggal Gu Ming-Hun sosok itu berubah menjadi asap kembali. Namun sebelum masuk kedalam patung. Dia bergumam. "Kau akan menjadi wadah terbaik setelah kebangkitan ku, aku sudah terlalu lama tersegel di alam ini. Aku akan membalas perbuatan kalian para dewa"
°°°°°
Di jalanan kota. Batu Ampar.
Seorang pemuda berjalan sendirian dia berjalan mengitari kota tenang itu dan akhir nya menemukan sebuah penginapan bertingkat lima.
Lalu dia memasuki nya. dan membayar biaya penginapan.
"Apa kah ada hal yang tuan muda perlukan?" tanya resepsionis yang berjaga dengan senyum manis mencoba menggoda pemuda tampan tersebut.
Namun Zhang San hanya melambaikan tangan lalu mengambil kunci kamar nya. dan meninggalkan gadis yang terus memanggil nya.
Sesampai nya di kamar.
dia menutup rapat pintu dan mengunci nya.
__ADS_1
Kemudian duduk bersila dan masuk kedalam lautan kesadaran nya...