
Acara pernikahan yang di selenggarakan di dunia jiwa sangat meriah. Di hadiri oleh para tetua serta seluruh murid sekte pedang kebajikan.
Untung saja Zhang San menyimpan banyak daging monster setelah keluar dari hutan Gelap, jika tidak, pasti tak akan cukup makanan,
Kebahagiaan pun terpancar dari keluarga mempelai, terlebih lagi untuk dua pasangan itu.
Ucapan selamat tak henti di berikan oleh semua orang. Setelah selesai nya acara. Di dalam kamar dua orang berbincang santai.
"Sayang ku. Aku akan menemui Tuan Muda, tidur lah lebih dulu" ucap Lang Ming sambil mencium kening Feng YingYu.
Terlihat ke engganan di mata nya. Tapi dia harus mengerti bahwa Lang Ming adalah pelindung Zhang San, itu lah yang dia tau. "Jangan lama..." ucap nya.
Lang Ming melambai tangan nya kemudian menutup pintu dan melesat kekediaman Zhang San.
"Tuan Muda.." ucap Lang Ming langsung berlutut sebelah kaki.
"Seharus nya kau menghabiskan malam dengan istri mu malam ini, kenapa jadi kesini?" Ucap Zhang San Sambil menatap rembulan yang telah dia ciptakan, Zhang San bersandar di kursi panjang nya. Dia bukan hanya menciptakan rembulan tapi juga bintang. Bahkan dia menciptakan matahari untuk menerangi dunia jiwa nya. Dan menyamakan waktu dengan dunia luar. Untung nya energi di dunia jiwa tidak berubah. Entah mengapa tidak tau alasan nya mungkin itu adalah berkah Surga.
"Aku hanya ingin menemani Tuan Muda saja" sahut Lang Ming namun di usir oleh Zhang San
"Kembali lah ke tempat istri mu, nanti dia akan menangis kau tinggalkan" sambil melambaikan tangan nya Zhang San masuk kedalam dan menuju perpustakaan yang di tinggalkan Patriak Chong Ling, disana di membaca berbagai gulungan hingga pagi menyapa penghuni Dunia Jiwa.
__ADS_1
Zhang San keluar dari dunia jiwa dan muncul di kamar penginapan. Lalu dia keluar dari kamar dan mencari informasi yang biasa nya tersaji gratis di rumah makan.
Tidak mendapat informasi setelah menghabis kan satu teko teh. Zhang San keluar dari rumah makan dan melesat menuju perbatasan kota. Tapi sebelum itu dia mendengar beberapa orang membicarakan masalah Dunia kecil yang akan terbuka di tengah Bukit Keladan. Dia pun mendekat kemudian bertanya.
"Benar kah apa yang kalian bicarakan tadi?" Ucap Zhang San datang dari samping mengejutkan dua orang yang masih berbincang santai di bawah pohon.
Mereka memandang Zhang San dari atas hingga bawah.
Zhang San langsung menaruh enam keping emas di hadapan mereka. Membuat mata mereka terbelalak. Bagi rakyat yang kurang mampu itu adalah berkah. Salah satu dari mereka pun berkata.
"Iya tuan muda. Kata nya Sekte Naga hitam dan Sekte Bintang Terang akan bekerja sama membuka dunia kecil itu. Dan hanya kultivator di tingkat kaisar yang boleh memasuki nya"
"Terima kasih tuan tuan" ucap Zhang San menangkupkan kedua tangan nya lalu pergi dari kota Yuan menuju Bukit Keladan...
Terlihat seseorang berbaju merah cerah yang berada di tingkat suci tahap menengah melayang di udara. Kemudian dia berkata dengan nada rendah namun aneh nya terdengar oleh semua orang yang ada di sana.
"Aku adalah Shen Duren dari sekte Bintang Terang. Mewakili Semua tetua yang hadir disini, untuk menyampaikan beberapa Hal, di dalam dunia kecil itu terdapat bermacam macam tanaman Herbal tapi juga ada berbagai monster yang kuat disana. Kalian harus berhati- hati karna ini bisa saja adalah keberuntungan atau pun kemalangan bagi kalian. Jadi kami berharap kalian dapat kembali dengan selamat, dan kalian bisa naik tingkat di dalam sana jika memungkin kan, dan satu bulan lagi kalian akan keluar dengan sendiri nya"
Lalu semua tetua yang ada disana, sekitar dua puluh orang secara bersamaan menggerak kan tangan membentuk gerakan sebuah segel lalu terbentuk lah sebuah pintu spasial yang menuju dunia kecil itu. "Ingat lah hanya tingkat kaisar kebawah yang bisa memasuki nya, karna siapa pun yang memaksa memasuki maka dia akan hancur dengan sendiri nya" ucap Shen Duren lagi mengingatkan untuk semua orang yang ingin masuk kedalam.
Zhang San tertegun sebentar mendengar ucapan dari tetua Bintang terang itu, "jika begitu, bagaimana mungkin aku bisa memasuki nya" dia terus berpikir. "Aku coba saja dengan menyelimuti tubuh ku dengan energi bintang" lalu dia menurun kan tingkat kultivasi nya lebih dulu setelah itu baru lah dia melesat kedalam pintu spasial sambil menyalurkan energi bintang keseluruh tubuh nya.
__ADS_1
Baaaam.... Duaaar.. beberapa orang meledak karna memaksakan diri. Mereka tidak percaya bahwa mereka tidak bisa memasuki nya.
Shen Duren melihat itu dari udara hanya menggelengkan kepala dan mengehela nafas tak berdaya.
"Sungguh mereka tidak mempercayainya. Jika saja bisa di atas tingkat kaisar. Tentu kita lebih dulu memasuki nya" ucap sebuah suara yang datang dan berdiri di samping nya.
Shen Duren menoleh kesamping "Kau benar Ma Dan, sungguh sia sia berkultivasi hanya untuk mati yang seperti ini" ucap nya yang hanya di angguki oleh Ma Dan.
"Bagaimana dengan murid mu Duren? Adakah di antara banyak nya murid yang masuk ke dunia kecil yang kau andalkan," tanya Ma Dan memulai diskusi
"Ya... aku mengandalkan murid pribadi ku sendiri, Fen DiHao dia sekarang berada di tingkat kaisar tahap puncak. Dan sudah ada tanda- tanda untuk naik tingkat ke tingkat suci. Tapi khusus menyuruh nya menahan kenaikan nya.... Kalau kau siapa diatara banyak nya murid mu Ma Dan?"
"Aku memiliki dua murid kakak beradik Du Anchi dan Du Sam yang paling ku andal kan. Sama dengan mu mereka berada di puncak Tingkat Kaisar. Dan aku menyuruh mereka untuk naik tingkat ketika sudah memasuki dunia kecil, mungkin mereka berdua sudah mencari tempat untuk naik tingkat" sahut nya sambil tersenyum.
"Ayo ketempat ku. Kita lanjutkan ngobrol di tenda besar" ajak Ma Dan lagi.
Sementara di lain tempat. Tenda Seke Naga Hitam. Lima orang sedang dalam perbincangan serius.
"Apa kau yakin tetua Yan apa yang kau bicarakan?" Tanya Tang Yang
"Aku pernah memasuki dunia kecil itu seratus tahun yang lalu. Dan aku melihat monster berbentuk naga yang sangat besar dan saat itu tingkatan nya sudah berada di tingkat suci tahap puncak. Untung nya saat aku berhadapan dengan nya waktu didunia kecil itu habis. Dan aku selamat.
__ADS_1
Itu saja yang aku khawatirkan dari para murid yang di kirim kesana, dan aku sudah memberikan beberapa peta ke setiap kelompok dari Murid sekte, Semoga saja mereka bisa menghindari titik berbahaya"
"Semoga saja...." ucap empat orang itu serempak