ZHANG SAN

ZHANG SAN
Kemenangan Yg di liputi kesedihan


__ADS_3

Klan kang sudah di kalahkan. sebagian mati, Sebagian lagi berlari meninggalkan pertempuran setelah melihat patriak mereka mati


Hanya klan Jun dan klan Wang yg masih berlanjut. Dan itu pun hanya tinggal beberapa petarung yg berada di tingkat kaisar tahap awal.


Zhang San membantu memangkas klan Jun hingga yg tersisa hanya patriak Jun Zeming yg berhadapan dengan Wang Yong.


"Bagaimana sekarang. Apakah sudah sadar. Satu tingkat perbeda'an sama dengan jauh nya langit dan bumi" ucap Kang Ming Sambil menendang Wang Yong yg sudah hampir tak bisa berdiri.


Wang Yong pun terlempar kembali terkena tendangan Kang Ming dan mematah kan tulang pinggang nya.


"Hahahaha hahahaha setelah membunuh mu disini. Aku akan mengambil alih wilayah Klan Shi. Klan Kang dan Klan Wang mu. Dan aku akan menyatukan semua nya. Hingga penguasa kota pun akan tunduk kepada ku." Kang Ming terus tertawa. Karna dipastikan dia akan mendapatkan nya.


Namun bugh....! Uuugh. Kang ming terlempar terkena tendangan zhang san yg datang tiba- tiba dari belakang nya.


"Brengsek....! Aku tak menyadari nya. Karna terlalu senang" dia berucap sambil meninjukan tangan nya ke tanah. Membuang kesal nya.


Lalu dia bangkit dan melesat ke arah zhang san meninggalkan Wang Yong yg berlumuran darah.


Wang Yong menarik diri nya ke tempat aman.


Sementara zhang San dan Jun Zeming masih berjibaku.


"Aku tak menyangka, akan menemukan lawan sepadan" ucap nya setelah beberapa kali beradu pedang.


"Jangan banyak mengoceh" ucap zhang san yg langsung mencecar Jun Zeming.


"Kau tidak sabaran anak muda. Kalau kau ingin mati cepat, akan ku kabulkan" tutup nya sambil menggumam kan teknik nya.


"Teknik tingkat kedua, Pembelah raga" Jun Zeming membelah raga nya menjadi lima dan berputar mengelilingi zhang san.


"Hahaha" sambil tertawa dia terus mencoba membingungkan.


Namun zhang san langsung menyelimuti tubuh nya dengan api matahari. Hingga Jun Zeming tak berani mendekat karna aura panas yg terpancar dari tubuh Zhang San.


Lalu dia menggumamkan teknik nya, "Teknik pedang petir, Amarah dewa" Gemuruh di langit melepaskan guntur yg bertegangan tinggi menghantam setiap raga  Ju Zeming dengan derak petir yg dahsyat


Boooooom.....!

__ADS_1


Jun Zeming terlempar kembali dengan luka melepuh di tubuh nya..


"Gila, serangan nya sangat kuat. Untung aku sempat membuat pertahanan. Jika tidak mungkin tubuh ku akan gosong" batin nya.


............


Wang Xiaohui mengitari wilayah klan Shi untuk mencari ayah nya. kemudian dia melihat ayah nya tersandar di reruntuhan rumah dengan luka yg banyak, lalu dia mendekat, "Naik kepunggung ku ayah, Kita tak bisa disini, bertahan lah, aku akan membawa mu ketempat aman" ucap nya. Lalu melihat ke arah pertempuran Jun Zeming dengan seorang pemuda.


"Aku mengira. Aku adalah seorang jenius tak tertandingi. Rupa nya benar. Di atas langit masih ada langit, semoga kau memenangkan nya." Wooooosh dia melompat sambil menggendong ayah nya di belakang....


"Bagaimana keada'an mu ayah?" Tanya Shi Meiyin yg menemukan ayah nya terbaring di tempat tim medis.


"Aku sudah agak baikan, bagaimana dengan pertempuran. Apakah kita memenangkan nya.?" Tanya patriak Shi Ju-long


"Klan Kang sudah di pukul mundur karna bantuan dari klan Wang. Dan kini hanya tinggal patriak Jun Zeming yg bertarung dengan patriak Wang Yong." Shi Meiyin menjelaskan detail nya lebih lanjut.


Kemudian datang Wang Xiaohui dengan menggendong Wang Yong di belakang nya.


"Bagaimana keada'an nya nak Xiaohui"


"Sangat parah paman, ayah kehilangan kaki nya. Dan beberapa tulang rusuk yg patah" ucap nya dengan sedih


"Jangan menyalahkan diri paman. Meski paman tak meminta. Kami pasti akan membantu. Apa lagi di sini ada (Xiaohui melirik kearah Shi Meiyin)" dia menghentikan ucapan nya ketika tim medis datang.


Namun Shi Ju-long sudah paham, "Ternyata dia menyukai anak ku Meiyin" batin nya.


"Lantas bagaimana dengan Jun Zeming" tanya patriak Shi Ju-long 


"Dia masih bertarung dengan seorang pemuda paman, tapi aku tak tau siapa dia" jelas nya


"Dia adalah suami teman nya Meiyin. Syukur masih ada dia, aku tau dia sangat kuat meski terlihat masih muda"


Kembali ke pertarungan zhang san dan Jun Zeming.


Mereka sama- sama mengalami banyak luka, namun tak membuat mereka memikirkan masalah itu, karna yg lebih penting memenangkan pertarungan.


Zhang san kini menyerang tanpa pedang. Karna pedang nya sudah hancur setelah menerima banyak nya serangan dari Jun Zeming.

__ADS_1


Jun Zeming juga kehilangan pedang nya karna patah di banyak bagian.


Kini mereka sedang beradu teknik pukukan dan tendangan.


Plaaaak .... plaaaaak.. bugh. Ukh..! Selusian langkah Jun Zeming termundur. Dan dia memegang dada nya yg perih. Kemudian dia berlari kembali mengayun kan kepalan tangan nya ke depan,  mencoba meremukan muka Zhang San..


Namun Zhang san sudah siap. Dia pun mengayun kan tangan nya untuk menangkap tangan Jun Zeming. Kemudian dia melangkah satu langkah. Lalu mengarahkan tangan nya ke leher dan praaaaaak....!


Kemudian Zhang San melanjutkan serangan nya. Dia memelintir tangan Jun Zeming hingga berbunyi Kraaak....! Tangan patah terdengar. Teriakan jun Zeming pun menggema.


"Berdoalah. Agar di kehidupan selanjut nya. Kau jadi orang yg baik" ucap Zhang San mengahiri terikan Jun Zeming dengan membakar tubuh nya dengan api matahari.


Kemudian dia pun terjatuh karna terlalu merasakan lelah. Dan banyak nya energi yg terkuras.


"Gege.....! Teriak Cao Ling An mencari di mana keberada'an Zhang san.


Setelah lama mencari, ahir nya dia menemukan Zhang san yg terbaring di dalam kawah yg besar.


"Gege...! Swoooosh dia melompat kedalam kawah lalu mengangkat kepala zhang san menaruh nya di pangkuan nya. Air mata pun mengalir tanpa di suruh.


Setelah tidak ada nya lagi bunyi ledakan. Anggota klan Shi bersama Klan Wang membagi kelompok mereka. Untuk memisahkan jasad musuh dan membakar nya. Dan menguburkan jasad anggota mereka dalam satu lubang yg besar. Kemudian menimbun mereka dengan tanah. Lalu menandai tempat itu sebagai makan pahlawan.


"Ini adalah kemenangan yg di liputi kesedihan" ucap patriak Klan Shi.


Lalu mereka membantu mengangkat Zhang san yg pingsan kehabisan tenaga ke kediaman klan Shi yg hampir rata dengan tanah


Tiga hari terlewat kan.


Aktivitas penduduk mulai berjalan.


Anggota Klan Kang yg terisisa pergi dari wilayah nya. Mereka tak ingin menjadi budak Klan Shi. Padahal itu hanya pemikiran mereka saja.


Sebalik nya anggota Klan Jun menyerah kan diri. Dan berlapang dada menerima kunsekuensi atas keterlibatan klan mereka.


Tapi patriak klan Shi menyerah kan wilayah Klan Jun kepada Klan Wang sebagai kompensasi dan jarahan perang.


Klan Shi hanya mengambil wilayah Klan Kang. . .

__ADS_1


 


 


__ADS_2