
Zhang San kemudian memberikan cincin penyimpanan kepada Feng Xiao namun dia tolak lalu dia berkata. "Boleh kah saya mengikuti Tuan Muda saja. Di dalam sana (maksud nya dalam dunia jiwa) kami merasakan nyaman, dan energi disana cukup padat cocok untuk kami berlatih"
Terlihat Tangan Zhang San menyentuh Dagu nya lalu berpikir sebentar.
Lalu menggerak kan tangan nya membentuk segel, kemudian terbuka dihadapan mereka robekan dimensi yang terhubung kedunia Jiwa.
Lang Ming terkejut di samping melihat nya lalu bertanya "apakah itu dunia Jiwa Tuan?" Tanya nya melalui telepati.
"Yaaa... apa kau ingin masuk dan berlatih disana?" Jawab
"Apakah Boleh Tuan Muda?" Tanya Lang Ming lagi yang bersemangat.
"Konon kata nya didalam dunia jiwa. Terdapat energi yang lebih padat dari semua energi yang ada di dunia ini. Tapi itu tergantung dari kekuatan pemilik nya, Aku tak menyangka menemukan tuan yang memilik Dunia Jiwa. Itu sangat lah langka Tuan Muda" ucap nya tulus lalu melompat kearah robekan dimensi.
Zhang San tidak masuk kedalam sana dia hanya menyuruh Gu Hui untuk menyambut lima orang itu dan memberikan mereka tempat istirahat.
Lalu dia melesat terbang mengarah kekota selanjut nya.
Wilayah benua barat ini lebih luas dari lima wilayah sebelum nya. Dan Kota TianLu membawahi 20 kota dan hampir tiga sampai empat Klan kecil dan besar yang tergabung dalam setiap kota. Jadi kalau di total kan merata Ada sekitar 80 Klan yang berada di bawah Komando Klan Tian sebagai pemimpin Kota tertinggi TianLu.
Zhang San turun seratus meter dari pintu gerbang Kota Yuan di saat pajar sudah mulai tenggelam. Kota Yuan ini lebih kecil dari Kota BingRu.
"Tunjukkan tanda pengenal nya" Ucap panjaga gerbang.
Zhang San menujukkan Token Klan Tian yang pernah di berikan oleh Tian Zhu kepada nya.
Segera dua penjaga yang memeriksa nya langsung berlutut sebelah kaki. "Maafkan kami yang menggangu perjalanan anda" ucap kedua penjaga itu sambil menyerahkan lagi Token Klan Tian.
__ADS_1
Zhang San menyambut nya dan melemparkan ke tangan mereka dua keping emas masing- masing. Lalu berjalan kembali memasuki Kota Yuan.
Meski hanya kota kecil namun populasi penduduk di kota ini cukup banyak.
Di bawah sinar rembulan yang muncul dari langit sebagai pengganti dari matahari yang pergi.
Seorang pemuda masih berjalan sendiri tanpa teman. Memandang remang jalan menuju penginapan.
Zhang San memandang penginapan itu. Dia memperhatikan sedikit agak lama nama penginapan nya. Karna dia tak ingin kejadian lalu terulang kembali. Salah tempat salah rasa.
Setelah memperhatikan sekeliling dia pun melangkan kan kaki nya. Dan Setelah menyelesaikan pembayaran Zhang San menerima kunci dan langsung menuju kamar tujuan.
Di lorong penginapan dia ditabrak oleh seorang wanita yang keluar dari kamar penginapan tanpa melihat ada orang di depan. Dan wanita itu seperti orang yang di kenal nya..
"Wen Xia...."
Tepukan yang jatuh di bahu nya menyadar kan diri nya tentang ingatan masa lalu. "Ada apa junior Xia? Kenapa kau berhenti! apa dia menyakiti mu?" ucap senior nya yang datang dari belakang.
"Tidak senior. Dia teman ku" jawab Wen Xia dengan mata tetap menatap Zhang San yang tak berkedip.
"Kau semakin cantik Nona Xia!"
Wen Xia langsung menunduk malu di pandang oleh Zhang San, orang yang sempat mengisi ruang di hati nya. Dan wajah nya terasa panas saat mendengar Zhang San memuji kecantikan nya. Yaa memang dia juga merasa diri nya cantik.
"Te-terima ka-kasih Kak Zhang"
Senior yang kini berada di samping Wen Xia juga memandang pemuda itu. Dia terkagum juga akan ketampanan nya. Tapi itu hanya kagum. Bukan rasa yang lain nya.
__ADS_1
"Ayo kita pergi. Guru sudah menunggu di bawah" ucap sang senior menarik tangan Wen Xia.
"Pergi lah lebih dulu senior. Nanti aku menyusul" sahut Wen Xia dan senior itu melepaskan pegangan nya. Lalu meninggalkan mereka berdua.
Terlihat kecanggungan di wajah kikuk Wen Xia.
"Apa kah sudah lama kau berada di benua ini" tanya Zhang San sambil mengajak Wen Xia untuk berjalan menuju balkon penginapan.
Lalu mereka duduk di kursi yang memang di sediakan untuk orang bersantai melihat pemadangan kota.
Wen Xia pun bercerita. "Sejak turnamen itu berakhir. Aku di jemput oleh kakek dari ibu ku yang berada di benua ini, kakek ku sekarang menjabat sebagai tetua di Sekte Pedang matahari, dan dia mengajari ku teknik berkultivasi dan memberikan banyak sumber daya untuk ku. Namun beberapa bulan yang lalu dia menjodohkan aku dengan jenius sekte Pedang matahari" Wen Xia menjeda ucapan nya sekedar melihat adakah perubahan dari wajah Zhang San. Tapi yang membuat dia kecewa. Tidak ada keterkejutan atau hal yang lain selain ucapan selamat.
"Huuh..! dia mengehela nafas sebentar lalu melanjutkan lagi cerita nya.
"Tapi aku tidak suka. Meskipun dia jenius. Namun dia terkenal dikalangan muda bahwa dia sering mempermainkan wanita. Dan sikaf nya yang sombong"
"Jadi apakah kau sudah mengatakan nya kepada kakek mu Nona Xia?"
Wen Xia menggeleng "aku tak berani kak Zhang, seandai nya Kak Zhang bersedia menjadi tunangan ku..... meskipun pura- pura" sambung nya lagi setelah menjeda sebentar.
"Maaf Nona Xia aku tak bisa. Meski itu hanya pura- pura. Aku tak ingin mengecewakan mu. Aku sebenar nya sudah menikah. Tapi aku bisa membantu mu mengatakan nya kepada kakek mu"
Meski pun kalimat nya menyakitkan. Tapi itu sebuah kenyataan yang harus di ungkap kan. Zhang San tak ingin kejadian lama terulang. Walau saat ini di tak tau di mana istri nya berada sekarang.
Air mata perlahan mengalir di pipi salju nya. Sakit ribuan jarum menusuk jantung nya. Hilang harapan untuk mendapat kan pujaan hati nya.
"Aku mengerti Kak, aku akan pergi lebih dulu. Karna guru pembimbing sudah lama menunggu" ucap nya lalu mencium Pipi Zhang San untuk mengeluarkan perasaan nya. Setelah itu dia berlari sambil berderai air mata nya meninggalkan Zhang San yang menyentuh bekas ciuman di pipinya.
__ADS_1
"Sungguh kasian Nona Xia. Maafkan aku... Aku sudah beberapa kali bersinggungan dengan murid mereka, jadi aku tak ingin melawan sebuah sekte, tapi jika terdesak apa boleh buat" ucap nya dalam hati lalu berdiri dan berjalan menuju kamar nya...