ZHANG SAN

ZHANG SAN
Berburu


__ADS_3

"Salam patriak"


Tian Shang melambaikan tangan nya lalu bertanya "Ada apa penjaga?"


"Di depan tuan muda Zhang San ingin bertemu!" Ucap sang penjaga.


"Kenapa kau biarkan dia menunggu di luar, Suruh masuk segera!" Perintah nya lalu memanggil seseorang.


"Pelayan, Siapakan makanan dan minuman untuk tamu"


"Baik patriak"


Penjaga itu bergegas keluar, dari kejauhan dia bersuara "Tuan muda sudah di tunggu di dalam" Ucap nya dengan terengah karna sedikit berlari.


Zhang San menepuk pundak nya lalu berjalan sendiri masuk kedalam.


Tian Shang langsung berdiri menyambut Zhang San yang datang. "Silahkan duduk Nak"


"Terima kasih patriak"


"Jangan sungkan, Silahkan di minum, Ini adalah arak terbaik di kota ini, Kau bisa membawa nya kemanapun kau pergi jika kau mau"


"Boleh juga patriak" Sahut nya sambil tersenyum.


"Bagaimana keadaan patriak sekarang?"


"Aku, Aku lebih tentu nya, Oh ya, Aku belum memberikan mu hadiah, Ayo ikuti aku!" Ajak Tian Shang yang berdiri.


"Tunggu patriak, Aku tidak memerlukan hadiah, Aku kesini ingin pamit, Aku ingin melanjutkan perjalanan ku uang tertunda" Ucap nya.


"Mengapa terlalu cepat? Istrirahat lah lebih banyak, Kau bisa memiliki apapun yang kau ingin kan di kota ini" Tawar Tian Shang yang tak ingin melepas Zhang san.


Zhang San menggeleng, "Mula nya aku ke kota ini hanya untuk bertemu dengan senior Tian Zhu, dan setelah kita sudah bertemu aku pun harus pergi. Dan seperti nya aku akan mengajak Senior Tian Zhu untuk pergi Patriak. Mohon izin nya"


Tian Shang menaik kan alis nya. "Jika kau membawa Tian Zhu lantas bagaimana dengan Klan Tian Nak?"


"Patriak sudah berada di tingkat dewa, tidak akan ada yang berani menyentuh klan Tian hingga ratusan tahun akan datang"


Terlihat patriak Tian Shang berpikir lama. "Baik lah jika itu juga keinginan Tian Zhu. Mungkin bersamamu dia juga akan naik tingkat. Dia juga bercita cita ingin pergi ke alam dewa" Ucap nya sambil menerawang ke angkasa.


"Kalau boleh tau, Dimana di wilayah ini yang banyak terdapat binatang buas nya patriak?"


"Kenapa? Apa kau ingin berburu?"


"Ya patriak"

__ADS_1


"Tunggu sebentar" Ucap patriak terlihat dia mencari sesuatu di lemari. "Ambillah.."


Zhang San menyambut sebuah gulungan yang di lemparkan oleh Patriak Tian Shang lalu membuka nya.


"Disana, Yang di beri tanda merah, di situ lah banyak binatas buas" Ucap Tian Shang lagi.


"Kalau begitu aku akan segera pergi patriak, Terima kasih banyak sudah menyambut ku disini dengan baik" Ucap nya sambil memberikan cincin dimensi. "Yang di dalam mungkin tidak terlali berguna untuk Patriak, tapi sangat berguna untuk Tian Wujie" Kata nya lagi lalu melesat keluar dari kota. Dan di luar gerbang tetua Dong Hu sudah menunggu nya.


Karna sebelum memasuki kediaman patriak Tian Shang, Zhang San lebih dulu meminta Dong Hu menunggu nya di luar gerbang.


"Ayo berangkat paman!"


Dong Hu mengangguk lalu mengikuti dari belakang melesat dengan semua kekuatan nya.


Hingga setengah hari perjalanan terbang, Dia melihat dari kejauhan sebuah hutan yang kata nya Hutan Seribu Binatang, Dia mendarat dengan sempurna di tepi hutan. Sebelum memasuki Hutan tersebut dia berpeaan untuk kepada Dong Hu "Paman, Jika bisa tangkap hidup hidup, Karna aku ingin menangkap sebanyak banyak nya binatang buas dan memindahkan nya kedalam dunia jiwa"


"Baik patriak, Aku akan membantu menangkap" Sahut nya cepat.


Mereka melangkah kan kaki dengan ayunan cepat, Swoosh..!


Beberapa menit berlalu, Serangan selamat datang di lancar kan oleh sesuatu, "Awas paman" Teriak Zhang San yang langsung mengibaskan tangan nya untuk melawan balik gelombang Api yang datang.


Blaaar..!! Menghantam pohon dan menghanguskan nya.


Entah apa yang bisa membuat tubuh besar itu bisa bergerak dengan cepat yang pasti kini, Serangan berbentuk cakar berenergi api datang lagi.


"Mundur di belakang ku paman!" Pinta Zhang San yang langsung mengeluarkan teknik nya.


Tapak Sepuluh Ribu...


Bam! Bam! Bam!


Rentetan serangan telapak tangan menghujam tubuh besar itu, Menjatuh kan nya namun tidak membuat nya hancur.


Harimau Api menatap pemuda itu dengan sangar, Dia tak mengira ada manusia yang kuat yang tiba tiba memasuki wilayah nya.


Dia terus menggeram, Sesekali menampilkan taring tajam nya. Untuk menakuti pemuda itu.


Tapi bukan MC kalau takut hanya karna itu.


Harimau api terlihat mengumpul kan kembali Bola api energi di mulut nya, Lalu dia menembak kan nya, Bagai meriam yang di lesatkan, Serangan itu begitu kuat. Dengan jarak yang begitu dekat.


BOMMM!


Ledakan besar terjadi ketika Bola api energi itu menghantam bumi. Menghanguskan banyak pohon dan bebatuan.

__ADS_1


Tapi Zhang San sudah tidak ada di sana. Sebelum itu dia menggunakan langkah bayangan untuk segera keluar dari situasi itu. Dia tak mungkin menahan serangan dahsyat itu. Meski pun, Dia yakin bisa menahan nya, Kan lebih baik menghindari nya.


Dia muncul di belakang Harimau api lalu menarik ekor nya dan memutar nya. Terdengar raungan kesakitan disana.


Harimau Api terus menembak kan bola api energi berukuran kecil agar ekor nya di lepas kan, Tapi Zhang San tidak peduli karna itu hanya api kecil, Dia kemudian melambungkan nya dan menyerang nya dengan tapak penghakiman dari bawah.


Blaaar!!


Harimau api terkena telak dan dia membiarkan nya terjatuh begitu saja.


Baaaam!


Tanah bergetar terkena efek jatuh nya sosok berat tersebut. Zhang San mendekati nya lalu memasuk kan nya kedalam dunia jiwa. Dan di sudah menyiapkan tempat pendaratan nya disana.


Swosh...! Fan Yao muncul dari kehampaan.


"Salam patriak" Ucap nya menyapa.


Swosh..! Yan Shong bersama tiga orang lain nya juga muncul.


"Salam Patriak" Ucap mereka berempat.


Zhang San melambaikan tangan nya "Aku memanggil kalian untuk meminta bantuan, Dihutan ini banyak terdapat binatang buas nya, Jadi aku ingin kalian melumpuhkan nya saja! Namun jika tidak bisa, bunuh tapi jangan di hancurkan tubuh nya, Kalian Faham?"


"Faham patriak!"


"Yan Shong, Kalian berempat akan mengambil jalur kiri, Tetua Fan dan tetua Dong akan mengambil jalur kanan, dan aku sendiri di tangah, Ingat jika bisa lumpuhkan saja" Ucap nya


Zhang San pergi lebih dulu melesat ke jalur nya. Sedang kan dua kelompok yang lain juga berangkat sesuai permintaan nya.


Setelah satu mil jauh nya Zhang San megedarkan persepsi nya untuk merasakan sekitar nya,


"Kelabang Api" Gumam nya. Ini akan jadi mangsa selanjut nya.


Dia bergegas turun ketanah dengan menukik dan tangan yang terkepal lalu meninju tanah dengan keras.


Bammm!


Getaran di tanah membuat Kelabang Api keluar dari sarang nya. Tiga ekor kelabang berteriak marah


Groaaaah! Terlihat jejak kemarahan yang membara. Kelabang itu langsung menyerang Zhang San yang tersenyum.


"Kau manusia keparat" Ucap nya


Zhang San terkejut mendengar suara parau dari kelabang itu, "Tunggu dulu, tadi aku tidak tau bahwa kalian berada di dalam tanah. Aku hanya berlatih saja" Ucap Zhang San sedikit berbohong

__ADS_1


__ADS_2