ZHANG SAN

ZHANG SAN
Akhi Pertarungan


__ADS_3

Zhang San terpelanting menembus gunung begitu pula dengan Ming Shao yang juga terpelanting menembus gunung, Mereka bisa di katakan seimbang walau berbeda tingkatan, Jika saja Zhang San tak mempunyai Fisik yang kuat, Bisa saja dirinya hancur dan tak mampu melawan Ming Shao yang berada satu tingkat di atas nya.


Zhang San langsung bangkit meski sakit di tubuh nya sangat terasa. Dia menggumamkan tekniknya "Teknik Pedang petir, Amarah Dewa" Dia mengacungkan tinggi ujung pedang ke atas langit, Dan di atas langit terlihat awan hitam mulai bergemuruh dan berkumpul di atas kepala Zhang San. Kilatan petir membuat gelisah hati yang melihat nya. Zhang San melepaskan nya dengan cepat ke bawah selagi Ming Shao belum bersiap.


Ming Shao setelah berhenti dari terhempasnya tubuh nya dia mengambil nafas sejenak untuk melegakan dadanya yang terasa sesak.


Dia bangkit berdiri dan melihat di langit kilatan petir berwarna Emas segera mengarah kepada. Dia mengibaskan pedang nya dan membuat pertahanan di sana dengan membentangkan pedang besar itu yang kini menjadi tameng untuk tubuh nya..


Booom..! Serangan itu telak mengenai pedang besar itu tapi dapat di tahan, Namun satu serangat dahsyat datang kembali..


Zhang San Menggunakan Teknik Melempar Bintang sebagai bantuan teknik yang di lepaskan, Dia tau Teknik Amarah Dewa tidak akan mampu menghancurkan pertahanan pedang itu, Jadi dia menambah lagi dengan satu teknik yang bisa membantu.


Booom..! Kretaak..! Pedang besar itu hancur dan menghantam ke tubuh Ming Shao menancap di berbagai tubuh nya..


Ming Shao tak sempat lagi menghindar karna dia tak menyangka akan mendapat serangan susulan dan kekuatan nya tidak kurang dari yang pertama malah terasa lebih kuat.


Dia menyesal menahan serangan yang pertama, Dalam hati nya ini adalah kekalahan pertama baginya semenjak dia menapaki jalan Kultivasi tingkat langit.


"Aku tak menyangka akan kalah dengan orang yang berada di bawah tingkatan ku"


Zhang San mendarat dengan sempurna, Kemudian menusuk kan pedang nya kejantung Ming Shao yang memang sudah tak bisa bergerak lagi karna patahan pedang nya sendiri menusuk sebagian tubuhnya. terlihat Ming Shao mengangkat tangan nya untuk mengatakan sesuatu tapi belum terucap nafas nya sudah berhenti. Kematian yang tragis.

__ADS_1


Setelah itu Zhang San duduk mengatur kembali nafas dan menelan pil pemulih energi lebih dulu setelah itu dia menelan pil penyembuh tingkat tinggi milik nya.


Yue Ao Dalu bersama tiga orang yang masih hidup, mendekat ke arah mayat anggota Klan Yue, dia kehilangan dua orang anggota klan nya, Sangat di sayangkan tapi perjuangan memang perlu pengorbanan.


Setelah itu dia mendekat ke arah Zhang San yang terlihat sudah di kerumuni oleh Tian Zhu dan juga Anggota nya yang lain.


Hanya Hong Kong saja yang kehilangan satu tangan nya yang memang sudah sejak awal ada kecacatan ketika bertarung dengan Anggota Lei Jung. tapi sudah di obati oleh Tian Zhu.


Zhang San mengedarkan pandangan nya ke semua orang yang mengerumuni nya lalu pandangan nya berhenti kepada Hong Kong. "Maafkan aku Tetua Kong!" Ucap Zhang San dengan sedih, Dia kasian dengan Hong Kong, Dia bertekad akan mencarikan tangan atau apapun yang bisa menggantikan tangan Hong Kong.


"Tidak usah risau Tuan, Aku baik baik saja, Hanya belum terbiasa saja" Sahut nya sambil tersenyum untuk menenangkan Tuan Muda nya.


"Bagaimana dengan kalian semua?" Tanya Zhang San.


"Syukurlah..!" Lalu dia melirik ke arah tubuh Ming Shao yang mulai Memudar terkena Aura Pedang Bintang yang menghisap vitalitas tubuh Ming Shao, Terlihat tegerletak sebuah cincin yang kini di ambil oleh Zhang San dengan tangan nya, Sembari menyimpan pedang bintang.


Dia tak tau bahwa pedang bintang nya mempunya aura yang bisa menghancurkan tubuh seperti racun korosi.


"Ayo kita berangkat, Tidak ada yang perlu di tahan lagi dikota yang hancur ini" Ucap Zhang San lalu berbalik ingin terbang.


"Tunggu...!" Sebuah Teriakan menghentikan nya. Zhang San menoleh ke arah suara dan menemukan empat orang sedang berjalan ke arah nya.

__ADS_1


"Ada apa senior?" Tanya nya dengan sopan.


"Aku ingin mengundang Kalian semua ke Klanku sebagai ucapan terima kasih karna sudah membantu kami, Jika kalian tidak keberatan tentunya!" Ucap Yue Ao Dalu.


Zhang San memandang Anggota nya tapi melihat semua orang pasrah saja dia pun mengangguk lalu berkata "Baiklah, Pimpin jalan nya!" Ucap Zhang San dan mereka berangkat bersama dengan terbang melesat dengan kecepatan cahaya menuju Klan Yue yang tersembunyi dari dunia luar.


Sesampai nya di tengah hutan, Yue Ao Dalu membuka prisai ilusi yang menutupi pintu besar Klan Yue,


Seorang penjaga bergegas membukakan pintu karna melihat dari dalam bahwa Patriak Klan ada di depan pintu sedang membuka prisai ilusi dengan beberapa orang yang ada di belakang nya.


"Mari masuk, Anggap saja kediaman sendiri jadi jangan sungkan jika perlu sesuatu" Ucap Yue Ao Dalu dengan ramah, Karna dia tau jika menyinggung orang ini, Mana ada yang sanggup menahan amarah nya. Dia sudah melihat jelas kekuatan pemuda yang ada di samping ny sekarang ini.


Zhang San dan rombongan nya mengikuti saja dari belakang, Mereka tidak terbang melaikan hanya berjalan kaki saja menuju tempat kediaman Klan, Mereka melewati tempat pelatihan, tempat kultivasi dan ribuan murid yang ada di Klan itu. Tapi murid disana belum ada yang mencapai tingkat dewa.


"Kalian berkeliling lah dulu, Aku akan menyuruh orang untuk menyiapkan makanan dan tempat untuk kalian istirahat" Ucap Yue Ai Dalu kepada Zhang San kemudian dia menoleh kesamping kiri nya yang disana berada Yue Ao Juan, "Temani mereka saja Kak, Aku akan pergi dulu" Ucap nya menyerahkan urusan membawa berkeliling kemudian berjalan dengan cepat meninggalkan Zhang San dan anggota nya.


"Baiklah..!"Sahut Ao Juan yang tak ingin berbahas bahasan lebih panjang. karna dia juga merasa berhutang budi ditolong saat dia merasa hidupnya akan berakhir, Dia juga bukan manusia yang lupa akan budi orang.


"Bisakah kami istirahat di tempat mu saja" Ucap Zhang San yang sudah merasa lelah dia tak ingin berkeliling yang akan membuat nya lelah, Dan dia juga tak terlalu membutuhkan berkeliling yang di butuhkan adalah istirahat.


"Baiklah aku mengerti alasan kalian, aku juga lelah dan ingin istirahat, Hanya saja aku tak enak menolak patriak" Sahut nya tersenyum kemudian membawa Zhang San dan rombongan nya.

__ADS_1


"Ikuti aku" Ucap nya berjalan lebih dulu menuju kediaman yang tidak berada jauh dari tempat mereka berdiri. dan kebetulan sekali kediaman itu terpisah dari kediaman yang lain nya dan agak jauh jadi hal itu memberikan ketenangan sendiri untuk di tempati...


__ADS_2