ZHANG SAN

ZHANG SAN
Cerita berlanjut


__ADS_3

"Serahkan Bola dunia itu kepada kami" Ucap Xia Hai lalu dia menatap tajam Yu Ling An yang berada di belakang Yu Taiba.


"Itu adalah harta Klan kami, Kamu tidak berhak memilikinya" Teriak Yu Taiba dan langsung berbalik, "Kau pergilah kembali ke alam rendah, Maafkan Kakak, Aku akan menahan mereka dulu, Kita pasti akan bertemu kembali, aku yakin dendam ini harus terbalaskan" ucap Yu Taiba sambil memberikan Bola cahaya berwarna bening dan lekas menyuruh pergi.


"Hei jangan kau pikir kau bisa membawanya lari" Teriak Xia Hai dan langsung berteriak kembali kepada bawahannya "Tangkap dia untukku"


Kakak ku Yu Taiba dan Juga Yu Tai Buki langsung menghadang mereka dengan tingkat Suci tahap menengah mereka saat itu, Mereka dapat melawan anggota Klan Bayangan yang dibawa Xia Hai, Karna mereka hanya di tingkat kaisar saja.


Sedangkan Xia Hai yang sudah berada di tingkat Dewa Bumi tahap awal saat itu mengejar diriku yang terus berlari keportal spasial menuju alam rendah.


Entah apa yang terjadi selanjutnya kepada Kakak Yu berdua. Aku pergi sambil membawa bola cahaya yang di titipkan padaku.


Di saat gentingnya aku melompat ke Portal spasial tapi serangan Xia Hai lebih dulu mengenai punggungku dan membuat tubuhku terjatuh ketanah dan aku mengira aku akan mati saat itu.


Tapi entah apa yang terjadi., Tiba-tiba saja aku sudah berpindah tempat dan berada dalam dunia kecil.


Hingga berbulan bulan lamanya aku baru tersadar sendiri, Mungkin tubuhku beradaptasi dengan dunia kecil yang ku tinggali hingga itu menjadi obat tersendiri dan lukaku sembuh tanpa aku susah payah di obati.


Setelah aku sembuh, Aku berlatih beberapa tahun dan mencari saluran spasial untuk pindah ke alam rendah agar aku dapat berlatih dengan tenang, Disamping banyaknya sumberdaya yang disediakan di dunia kecil itu, Hingga aku bertemu lagi dengan putri tercintaku ini" Ucapnya menutup cerita sembari memeluk Cao Ling An dengan erat.


"Emmm, Sebelumnya aku juga pernah bertemu dengan anggota Klan Yu, Tapi tidak di Alam Dewa ini, Mereka berada di benua Tianwu" Ucap Zhang San.


"Siapa nama orang yang kau jumpai?" Tanya Yu Ling An mendesak.


"Yu Tai Ba, sekarang dia menjadi seorang kaisar di benua itu" Ucap Zhang San.


Bulir air mata kembali jatuh di wajah cantik Yu Ling An ketika mendengar nama yang disebutkan oleh menantunya tersebut.


"Aku akan segera kesana, Biar aku titip putiku kepadamu" Ucapnya lalu segera berdiri, Namun segera terjatuh karna tenaganya belum terkumpul semuanya.

__ADS_1


"Tenanglah ibu, pulihkan dulu kekuatanmu" Cao Ling An segera mendudukkan kembali tubuh ibunya yang masih lemah.


"Benar ibu" Ucap Zhang San ragu menyebut kata itu, Karna sudah sangat lama sekali dia tak pernah menyebut kata itu kepada orang lain, dia segera mengeluarkan Pil pemulih energi dan memberikan nya. "Minum ini dulu Bu" Ucapnya lagi.


"Sayang, Aku akan keluar sebentar, Jaga ibumu baik-baik" Melihat Cao Ling An mengangguk Zhang San langsung keluar dari kamarnya..


'Wen Hao, Datanglah ke kediamanku' Panggilnya melalui telepati.


Beberapa saat berlalu, Terlihat siluit seorang bocah yang terbang dengan cepat.


Zhang San melihatnya tersenyum, "Peningkatan ini sungguh sangat menakjubkan" Puji Zhang San langsung dihadapan orang nya ketika Wen Hao sudah mendarat.


"Salam Guru, terima kasih atas pujiannya." Ucapnya membungkuk lalu bertanya "Apakah ada hal yang bisa murid lakukan untuk Guru?"


"Apakah kau tau kemana Feng Yaya membawa Wanita cantik yang ada dikediaman Guru?" tanya Zhang San.


'Kenapa guru tak langsung bertanya kepada orangnya' Wen Hao membatin memikirkannya. "Sepertinya Senior Yaya membawa wanita Guru ke Menara Kultivasi" Sahutnya.


"Dia sedang berkultivasi juga Guru, karna dia tak ingin tingkatannya aku lewati" ada sedikit kebanggaan dalah kalimatnya tapi itu bukan kesombongan.


"Bagus, Sangat bagus, Nanti Guru akan mencari sebuah kota yang mengadakan pertandingan, Jika saat itu tiba kau akan ku ajak keluar dari dunia Jiwa ini dan mengikuti kompetisi"


"Terima Kasih Guru" Sahutnya senang


"Latih tanding lah dengan ku, aku ingin melihat sejauh mana kau sudah mengembangkan teknik yang kau kuasai"


"Mohon bimbingannya Guru" Ucapnya lagi lalu mundur beberapa langkah dan mulai memperagakan gerakan tekniknya.


"Jangan Ragu" Pinta Zhang San

__ADS_1


Tanpa berkata lagi, Wen Hao langsung menyerang Zhang San dengan segenap kekuatannya, Dia tak menahan serangannya, Karna dia pikir untuk apa menahannya, Kekuatan gurunya berbanding jauh dengannya.


"Teknik pengendali pedang, Pedang Pemecah Awan"


Zhang San terkesima dengan teknik itu, 'Dimana dia dapat menemukan dan memperlajarinya, atau apa mungkin dia bisa mengembangkan dua teknik dan mengolahnya menjadi satu' Zhang San sambil menangkis serangan yang di lesatkan oleh Wen Hao sambil memikirkan hal yang mungkin saja terjadi.


Wen Hao menukik melihat kelengahan Yang ditampilkan oleh Zhang San dengan pedang yang terhunus mengarah ke kepala, namun seketika tubuhnya terdorong oleh sebuah kekuatan, Zhang San sudah berpindah tempat dan berada disampingnya dan memukul pinggul kirinya.


Wen Hao terjerambab di tanah tapi dia langsung bangkit tanpa menghiraukan rasa sakit setelah mendapatkan momentumnya.


"Cukup Hao'Er"


Wen Hao langsung menyimpan Pedangnya di cincin dimensi miliknya.


"Duduklah disini" Zhang San menunjuk tempat duduk. "Dari mana kamu mempelajari teknik tadi?" tanyanya setelah Wen Hao duduk, Dia mengeluarkan Teko teh Surgawi dan juga dua buah cangkir kecil.


"Biar aku yang menuangkannya Guru" Wen Hao segera mengambil teko itu dan menuangkan teh Surgawi lalu membarikannya kepada Zhang San dan mulai bercerita.


"Sebenarnya aku melihat Tetua Zhu berlatih seorang diri dengan pedangnya dia seperti menari namun serangannya tajam, Aku terpukau kala itu lalu meminta ijin kepadanya untuk belajar tentang Teknik yang dia latih,


Tapi dia menolak dengan alasan dia tak pantas mengajariku, Aku sedih, Jadi setiap kali tetua Zhu berlatih, aku slalu mengintipnya hingga aku mengerti dasar-dasarnya. dan dengan teknik Tebasan dua gelombang yang Guru ajarkan aku mencoba variasinya hingga dapat menyatukannya Guru, Maafkan aku Guru" Ucapnya menunduk merasa bersalah, Karna dia bisa dianggap mencuri ilmu orang lain.


"Kenapa kau tak bilang, Aku juga menguasai teknik itu, Jadi aku bisa mengajarimu" Ucap Zhang San lalu mengeluarkan Gulungan yang berisi teknik Seribu pedang. "Aku tau kau bisa menggabungkan dua teknik dan menciptakan teknikmu sendiri, Tapi kau harus hati-hati karna suatu kesalahan bisa menghancurkan pondasimu"


"Terima kasih banyak Guru" Ucap nya dengan senang menerima gulungan lengkap teknik Seribu Pedang.


..............


Di tempat lain. Di rumah yang sangat megah, Dua orang ayah dan anak sedang berbincang serius.

__ADS_1


"Begitulah cerita nya Ayah.."


__ADS_2