ZHANG SAN

ZHANG SAN
Awal pertarungan besar 2


__ADS_3


Yu Ling An melirik ke arah Wang Qishang yang menyapanya, tapi itu hanya sebentar dan dia pun tidak menampilkan senyumnya. lalu kembali menatap Xia Lang


"Ooho aku tak percaya bahwa kau begitu cepat bisa naik tingkat, Manambah keyakinanku, bahwa Bola dunia yang ada padamu adalah harta yang benar-benar ajaib, Aku bisa memaafkan atas tindakanmu kali ini. dengan syarat serahkan Bola Dunia itu kepada kami" Xia Lang bicara sambil menatap Yu Ling An. sedangkan orang yang ditatap masih diam.


Beberapa saat kemudian, Yu Ling An berkata "Orang bodoh dari mana yang bisa berkata dan berpikir semudah itu jika bukan Patriak Klan bayangan, Klan ku hancur atas kelakuanmu, dan kau berkata ingin memaafkan aku atas tindakan pembalasan ini, bukan kah aku menjadi idiot jika menurutimu" Tatapnya dengan pandangan sinis.


"Kau juga sekarang lebih pandai bicara, jika ucapan tak bisa membuatmu menyerah, maka dengan kekuatan aku harus menundukkanmu, dan kau akan mengerang dibawah selangkanganku" Teriaknya lalu melesat dengan pedang yang sudah berada ditangannya menuju Yu Ling An yang juga sudah bersiap.


Sebelum menyambut serangan dia pun berkata kepada Zhang San, "Biar aku sendiri yang melawannya. aku ingin mengalirkan darahnya dengan tanganku sendiri" Setelah itu dia melesat juga dengan pedang berwarna biru yang mengalirkan hawa dingin.


"Teknik Pedang Bunga, Teratai jatuh!"


Ada hawa dingin yang menyebar dalam medan pertarungan yang bisa dianggap sebagai domainnya Putri Yu, Itu keluar dari pedang biru saat tekniknya dipakai.


Xia Lang yang merasakan hawa dingin sebelum bersentuhan dengan pedang itu. membagi kekuatannya sebagian sebagai pertahan tubuhnya dan sebagian lagi sebagai penyerangan.


"Teknik Pedang Bayangan, Pedang kematian" Terbentuk diatas kepalanya sebuah bayangan pedang yang besar dan memancarkan aura yang cukup menakutkan.


Beng!! Dua serangan beradu diudara dengan ganasnya. menghasilkan riak energi dan fluktasi udara yang menyapu bangunan yang ada dibawah sana. Bangunan-bangunan mulai roboh akibat pertarungan yang mereka lakukan, Mereka bukan hanya mengadu teknik, tapi juga mengadu keterampilan dalam pemakaiannya. Hal ini yang akan menentukan adalah pengalaman atau bisa juga suatu keberuntungan. karna keberuntungan juga termasuk dalam kemampuan.

__ADS_1


Di lain sisi. Wang Qishang kini menatap Zhang San serta seorang wanita cantik yang begitu mirip dengan Putri Yu.


"Aku tidak ada hubungannya, Jadi aku akan pergi!" Ucap Wang Qishang lalu segera berbalik.


Wush~~ Zhang San muncul dihadapannya dengan cepat. "Jangan membodohi dirimu sendiri dengan membuat kebohongan yang sudah pasti tidak dapat kau tutupi" Dia bicara dengan melipat kedua tangannya didada lalu menujukkan bibir yang mencibir.


"Jangan sombong, Meski kau dapat membunuh Xia Bai dan Xia Guhui, Tapi mereka tetap junior bagiku, Bahkan aku juga bisa membunuh mereka" Wush- Sebuah busur muncul ditangannya lalu dia mundur beberapa langkah kemudian melompat keatas atap. "Rasakan lah Busur Dewa milikku! Teknik Busur Dewa, Panah Penghancur Langit!" Sebuah anak panah yang cukup besar muncul dijarinya dan dia langsung melesakkannya


Swosh.. Anak panah itu melesat dengan kecepatan cahaya setelah begitu dekat dengan Zhang San, Anak panah yang besar itu terbelah menjadi ratusan bagian.


Boooom.. Booom...! Beberapa kali ledakan itu terjadi menghantam Zhang San yang tidak menghindar, hingga anak panah yang ratusan itu habis meledak menghantam tubuh Zhang San.


Sebelum kabut benar-benar hilang Suara tawa terdengar "Apakah ini yang disebut Panah dewa, Rasanya hanya seperti semut rang-rang yang naik kepunggung untuk menggaruk badanku yang gatal"


Belum selesai Wang Qishang menyebut tekniknya. Zhang San sudah berada tepat dihadapannya dengan kaki yang mengayun sambil berputar.


Bruk...!! Wang Qishang tidak dapat menahan tendangan itu, dan serangan kaki menghantam dadanya membuatnya dikirin terbang dengan paksa dan menghantam dua bangunan rumah.


Seseorang pun menangkap tubuhnya. "Terima Kasih senior Lan" Ucapnya lalu mencoba untuk berdiri dengan sekuat tenaga.


"Ambil ini" Xia Lan melemparkan sebutir pil, Tanpa bertanya Wang Qishang menelannya. dan ada senyuman disudut bibir Xia Lang

__ADS_1


Sebelumnya Xia Lan pergi untuk meminta bantuan kepada sosok yang berada dalam goa milik Klan nya,, tapi dia hanya diberi sebutir Pil Pembakar jiwa, Sebuah Pil yang bisa menaikan tingkatan dengan sekejap, Tapi efek yang akan didapat adalah kematian. Jelas orang itu! Sangat kebetulan dia menemukan Wang Qishang untuk mengkonsumsinya


Wush~~~ Duar!! Wang Qishang menyala matanya mendapati kekuatannya meningkat dengan menakjubkan, dia sekarang berada di tingkat Dewa Hijau menengah setelah mengkonsumsi Pil itu, Sebelumnya dia hanya berada pada tahap Dewa hijau tahap awal saja.


"Terima kasih patriak, aku akan menghadapinya untukmu"


"Baiklah, kalau tidak bisa membunuhnya, Usahakan energinya menipis. biar aku yang menyelesaikannya"


"Sambil menunggu kekuatan orang itu kembali setidaknya aku bisa mengulur waktu, atau bisa saja aku membunuhnya,jika dia kehabisan energi akan lebih mudah, sepertinya tingkatannya tidak lebih tinggi dariku" Gumam Xia Lang.


Zhang San tidak mundur atau pun panik melihat Wang Qishang yang naik tingkat secara tiba-tiba, tapi dia cukup penasaran dengan Pil yang diberikan oleh Xia Lan, Karna yang dia tau tidak ada pil seperti dibenua ini, "Pasti ada orang yang dari luar benua yang memberikannya, Berarti orang itu adalah kartu Truf milik Xia Lan, aku harus mengurangi penggunaan energi yang berlebihan" Zhang San bergumam


Lalu dia menghilang dan muncul di samping kiri Wang Qishang. Segera dia mengayunkan tangannya untuk memukul wajah dari Wang Qishang tapi dia dapat menghindarinya. "Hahaha aku akan membunuhmu" Teriak Wang Qishang yang merasa diri kuat dengan tingkatan yang baru dia dapatkan, Dia sudah lama mendambakan kekuatan seperti ini, kekuatan yang bisa memukul gunung hingga hancur.


"Semua yang instan tak akan bertahan lama, aku yakin ada harga yang akan dibayar jika mengkonsumsinya. jadi jangan terlalu bangga" Ucap Zhang San dengan mengulur tangan dan memberi jempol kebawah untuk memprovokasi.


"Bajingan, aku akan meremukan tulang dan mencicipi kembaran Putri Yu itu" Ucapnya lalu melirik Cao Ling An yang sedang menggempur pasukan Klan Bayangan yang berada ditingkat dewa Kuning, Sambil menjulurkan lidahnya dan menariknya kesamping menjilat bibirnya sendiri.


"Berhentilah menghayal, Itu tidak mungkin terjadi" Suara Zhang San terdengar begitu dekat ditelinga Wang Qishang. Terlihat dia mengayunkan lengannya dan langsung mengait leher Wang Qishang yang terkejut dan tak sempat mengantisipasi.


Catatan: Tidak meminta hadiah tapi juga tidak menolak, Tapi jika itu tidak bisa maka Like serta Vote yang diharap kan untuk memberi semangat.

__ADS_1


Salam Satu jiwa indonesia


__ADS_2