
"Aku tak yakin dengan pendapat mu. Apakah kau tidak tau, dia pernah dikalahkan oleh tuan muda Shong Yan dari Sekte Beruang Merah"
Mereka terus mendebatkan siapa yg menang di antara peserta.
Seleksi tahap pertama hampir menemui akhir.
Tinggal dua ratus peserta yg belom menampilkan bakat nya. Sudah ada beberapa bakat yg berwarna merah namun belom ada yg mencapai warna biru.
"Memang sulit mendapat kan bakat muda yg langka" ucap guru yg mewakili Sekte Naga Emas.
"Ya kau benar, tapi aku punya bakat langka itu" sahut Sun Yang sambil tersenyum.
"Benarkah ucapan mu Sun Yang?, Siapa yg akan mewakili Sekte Pedang utara" tanya nya.
"Kau akan tau sendiri nanti nya setelah dia uji bakat" Ucap nya penuh percaya diri.
Terlihat seorang wanita cantik menuju bola cahaya. Setelah beberapa sa'at memegang bola itu pancaran cahaya merah yg sangat cerah menyala menandakan bakat nya luar biasa.
Dia adalah peserta kesembilan yg bakat nya berwarna merah.
"Dia. Hoho Akhir nya aku menemukan mu" ucap Zhang San dengan senyum bahagia.
Yun Xia Mei merasa dirinya di tatap oleh seseorang. Lalu dia menoleh kearah tempat duduk penonton. Namun dia tak menemukan siapa yg menatap nya. Meski dia sudah mengedarkan indra sepiritual nya.
"Baik lah aku umum kan berapa yg masuk ke babak selanjut nya, Tiem kami telah mencatat ada tiga ratus orang masuk ke babak kedua dan hanya ada sembilan belas orang yg bakat nya berwarna merah. Dan sisa nya ada hijau dan putih."
Para penonton bertepuk tangan dengan meriah. Kita istirahat sejenak. Panitia akan menyiapkan tempat untuk babak selanjut nya. Harap menunggu dengan sabar, dan silahkan untuk menikmati makanan yg di jual oleh pedagang" Ucap Dong Fu mempromosikan dagangan yg di jual oleh pedagang.
Setelah selesai persiapan,
"Baik lah. Kita akan melanjutkan tahap kedua. Persiapkan diri kalian"
Babak kedua ini hanya di larang membunuh. Dan kalian akan membentuk sebuah kelompok yg terdiri dari sepuluh orang. Silahkan para peserta naik keatas arena dan memilih kawan.
"Apakah sudah selesai?" Tanya Dong Fu kepada peserta, "Setiap pemimpin dari kelompok silahkan maju dan memilih satu stik yg akan bertulis kan nomer urut"
__ADS_1
Lalu semua kelompok memutuskan siapa yg memimpin.
Setelah terpilih nya, maka setiap pemimpin maju dan mengambil stik yg ada nomer urut nya
"Baik lah sekarang pertarungan kelompok, nomer satu dengan nomer enam belas silahkan maju,"
Di sisi lain, "Bagaimana menurut mu. Kapan mereka akan bergerak?" Tanya perwakilan Sekte Pedang Kebajikan yg bernama Dong Hu kepada seorang yg duduk santai disamping nya.
"Kau harus tenang. Aku sudah menaruh setiap anggota ku juga di tempat duduk penonton. Agar mencegah terjadi nya banyak korban. Dan ketika mereka memberi sinyal kita akan mengurung mereka dalam formasi pembunuh." Sahut perwakilan Sekte Bintang Syurga. Yg bernama Lao Lixian..
"Apakah semua ahli formasi sudah di siapkan?" Tanya Dong Hu lagi.
"Sudah senior Dong. Kita hanya tinggal mengeksekusi mereka yg telah berani merusak acara ini" Ucap Lao Lixian dengan geram
Acara pertarungan kelompok masih berlangsung kini tinggal beberapa tim yg bertanding
Di atas arena tim yg di pimpin oleh Lin Zhong begitu mendominasi.
Hanya ada beberapa yg terluka. Tetapi kebalikan dari lawan nya. Mereka semua terkapar dan menyerah.
"Selanjut nya. Tim empat belas melawan tim dua puluh sembilan, dipersilahkan" lalu Dong Fu mengaktifkan aray pertahanan agar efek serangan mereka tak mengenai penonton.
Tim empat belas di pimpin oleh seorang wanita, dia adalah dewi di hati setiap orang dari sekte Bunga Teratai Putih. Zhou Ruyue.
"Kecantikan Zhou Ruyue ini tak kalah dengan Yun Xia Mei yg berada di tim tiga puluh" ucap penonton yg berada di samping Zhang San.
Mendengar itu Zhang San melihat kearah arena. Sebelum nya dia berbicara dengan Han Oyang dalam pikiran nya. Han Oyang mengatakan dia merasakan ada hawa iblis yg berada tidak jauh dari nya..
"Bukan kah dia anak penguasa kota Zhou, tak ku sangka bertemu dia disini" Zhang San tersenyum.
Tim dua puluh sembilan di pimpin oleh Shong Yan, yg juga merupakan jenius di klan Shong dan merupakan kandidat ketua muda di sekte Beruang Merah..
Mereka sama- sama mengambil ancang- ancang. Untuk memulai pertandingan.
"Kau, kau dan kau." Tunjuk Shong Yan "Maju lebih dulu" kata nya lagi. Lalu tiga orang berada di depan sebagai tombak penyerangan.
__ADS_1
"Kau, Kau, kau, dan Kau, berada di sisi kiri dan kanan, aku dan dua orang lain nya akan berada di tengah. Ayo kita hajar mereka" teriak nya.
Sementara Klompok Zhou Ruyue tidak membentuk Formasi penyerangan. "Kita ratakan saja langsung" teriak nya lalu melaju lebih dulu sebagai pemimpin para wanita.
Dengan jurus yg sudah dia sempurnakan di sekte Bunga Teratai Putih, dia melompat dengan tubuh ramping nya. Di tangan kiri nya ada bunga teratai yg mekar yg terkondensasi dari energi Qi. Lalu dia lemparkan kearah depan.
Booooom..!! Asap mengepul menutupi pandangan semua orang.
Shong Yang kehilangan sebagian kawanan nya. Untung aku menyuruh mereka di depan jika tidak aku yg akan tepar duluan.
Tiga orang sudah terkapar pingsan. Lalu Dong Fu menarik nya dengan tali energi agar tak menggangu yg masih bertanding.
Shong Yang tak ingin kalah. Apalagi di kalahkan oleh sekelompok wanita. Dia pun mengeluarkan teknik nya.
"Teknik tingkat kedua. Amukan beruang" seluit beruang yg terbentuk dari energi nya merangsak maju.
"Kami akan membantu" ucap enam orang yg ada dibelakang nya. Dengan mengeluarkan teknik mereka masing- masing.
Serangkaian serangan ganas menerjang dengan pasti.
Namun kelompok dari Zhou Ruyue tak mungkin diam di belakang menunggu kekalahan. Mereka pun menyegerakan teknik mereka. Zhou Ruyue melesat keatas dengan ilmu meringankan tubuh nya. Lalu dia melakukan gerakan dalam teknik nya. Bunga Teratai putih yg sangat besar terbentuk dengan cepat lalu mengirim nya bersama'an dengan kelompok nya.
BOOOOOMMM!! DUAAAAAR!!.
Beberapa orang terpelanting ke pembatas aray dan pingsan.
Zhou ruyue terduduk karna kehabisan Qi. Dia mempertaruhkan segala nya di serangan terakhir nya. Namun dia tetap kalah.
Sedangkan Shong Yan Masih berdiri meski darah mengalir di sela bibir nya.
"Ya kita sudah dapat menentukan pemenang nya. Tim dua puluh sembilan masuk babak selanjut nya"
Tepuk tangan meriah di berikan kepada mereka yg sudah berjuang dengan keras.
Zhang San berdiri dari tempat duduk nya lalu dia berjalan..
__ADS_1