ZHANG SAN

ZHANG SAN
Hutan Iblis (Membalas)


__ADS_3

"Apakah kalian berdua ingin keluar dari dunia Jiwa?" Zhang San bertanya sambil memeluk dua wanita yang kini berada disamping kiri dan kanannya sembari memberi kecupan indah pada kening dua wanita tersebut.


"Aku akan tetap disini" Ao Zisi segera menyahut, Aku akan terus berlatih, Bagaimana dengan mu Kak Ling An?" Yue Ao Zisi menatap Cao Ling An yang berada diseberangnya.


"Aku akan ikut, Karna sudah lama aku tak menikmati waktu bersama dengan Suami" Sahutnya lagi lalu membenamkan wajahnya di dada Zhang San yang tersenyum saja mendengar jawaban mereka.


'Aku hanya ingin memberi waktu untuk kalian bersama lebih banyak, Karna aku masih merasa bersalah mencuri waktu kalian'


Yue Ao Zisi bangkit dan duduk di tepi ranjang itu setelah berkata dalam hatinya. "Apakah tidak ada yang lapar? setelah dua hari kita bercinta?" Tanya Ao Zisi lagi melihat dua orang yang sepertinya masih ingin melanjutkan sesi panas.


Cao Ling An bangkit Dengan mengangkat kedua tangannya keatas dan sedikit menggeliat lalu berkata "Aku akan membantumu memasak" Lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah Suaminya yang masih telentang tanpa busana "Gege mau makan apa? Biar kami buatkan yang spesial dengan cinta" ucapnya terseyum lembut


"Apapun yang kalian masak, Aku akan memakannya dengan senang hati" Sahut Zhang San lalu duduk dan mencubit hidung Cao Ling An serta meraih Melon milik Ao Zisi dari belakang. "Tapi aku masih mau mengulang sebentar lagi" Ucapnya lalu memulai aksinya kembali.


Suara ******* segera memenuhi ruangan tertutup itu, Menggema hingga waktu berganti.


..............


Fan Yao membagikan satu liter darah Naga kepada divisinya dan dia memberikan pengarahan untuk membagikannya sampai habis dan merata kepada tetua yang ada.


Begitu pula yang dilakukan oleh Yang Xiao, Dia melakukan Hal yang kurang lebih sama,Tapi karna divisinya lebih banyak jadi dia memberikan dua liter darah naga untuk dikonsumsi.


"Sejarah akan segera tercipta. dengan darah naga, Sekte Pedang Kebajikan akan terkenal dialam dewa dan sudah hampir sampai saatnya kita berpijak di dunia luar, Yaitu alam dewa" Yang Xiao menyampaikan harapannya kepada semua tetua yang ada di divisinya.


"Semoga semua harapan akan terlaksana, Hidup Sekte Pedang Kebajikan"


"Hidup sekte pedang kebajika!!" Seluruh orang yang hadir segera berseru dan suara mereka menderu hingga para murid kebingungan.


"Kita akan merekrud murid tambahan jika kita sudah berada didunia luar alam dewa, Jadi sebelum itu terlaksana, kita harus memperkuat murid yang ada dengan mengadakan beberapa program dan memberikan mereka pelatihan yang lebih serta memberikan mereka darah naga ini,


Karna Darah Naga yang diberikan oleh Patriak Muda terbatas, Jadi aku ingin mengadakan turnamen untuk semua murid diberbagai tingkatan, Dan hadiah utamanya adalah beberap tetes Darah Naga ini" Yang Xiao kembali menyampaikan keinginannya.

__ADS_1


"Jika kalian sudah mengerti maka persiapkan semuanya, aku akan menemui saudara Fan Yao dulu untuk membicarakan masalah ini lebih jauh" Yang Xiao segera melesat terbang ke arah kediaman Fan Yao.


................


"Berikan ini kepada ibu, Semoga ini dapat meningkatkan tingkatan ibu ketingkat Surga" Ucap Zhang San kepada Cao Ling An.


"Dari mana Gege mendapatkannya?" Dengan penasaran Cao Ling An bertanya


"Dari Naga, Ini adalah darah naga, Katakan pada ibu, lima tetes saja menggunakannya, Karna ini bisa saja meledak tubuh ibu jika mengkonsumsinya dengan jumlah banyak" Zhang San menjelaskan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, "Kamu juga harus menggunakannya agar secepatnya naik tingkat, Karna nanti aku akan menyerang Klan Bayangan"


"Baiklah, Aku akan pergi dulu" Cao Ling An berangkat dan mencium pipi Zhang San dan menghilang dari pandangan.


..............


Klan Long...


'Aku akan keluar dulu, Dan jangan beritahu siapapun, Akan kuserahkan semua urusan disini kepadamu, Dan bila ada yang menentang, Katakan kepadaku'


Zhang San memberitahu Long Zong, dan menyerahkan tampuk kepemimpinan padanya.


Swosh... Zhang San menghilang dan dia muncul di Goa yang dulu dia masuki.


..............


Hutan Iblis, Mungkin kita sebut saja seperti itu, Karna hutan itu dihuni oleh Klan iblis Asyura,


Zhang San terus melesat diantara pepohonan yang jarang, dan dia mulai melihat kota iblis.


"Berhenti Kau!" Seorang prajurit penjaga gerbang Kota Iblis menghentikan Zhang San. "Ada keperluan apa manusia ke kota kami?" Tanyanya dengan wajah yang tidak ramah.


"Aku hanya ingin bertemu dengan Patriak kalian, Karna kami teman lama" Ucap Zhang San mudah dengan wajah tenang dan tetap melayang.

__ADS_1


"Patriak kami tidak pernah berteman dengan manusia!" Ucapnya menatap Zhang San dengan tajam lalu berkata kepada kawanannya "Tangkap dia, dan satu orang laporkan kejadian ini kepada Patriak!" teriaknya langsung mengawali serangan.


"Teknik Cakar Hitam, Cakar kegelapan!"


Swooosh... Sepuluh orang menyerang dengan teknik yang sama. Tapi bukan hanya sekedar serangan biasa, Serangan mereka diperkuat dengan Formasi pembentukan hingga memungkinkan serangan mereka bersatu dan menciptakan serangan tunggal yang terbilang dahsyat.


Swooosh... Dengan cepat serangan itu menuju Zhang San yang masih dengan wajah tenangnya. Setelah serangan itu sudah sangat dekat, Zhang San melambaikan tangannya mengirim serangkum angin dan membelahnya.


Wush... Serangan itu terbelah dan melewati Zhang San.


Boom Booom..! Dua ledakan yang cukup besar menghancurkan pepohonan pinus yang ada disana.


"Tidak mungkin serangan gabungan kita gagal, Dia pasti memakai trik, aku yakin jika kita menyerangnya lagi, Dia tak akan bisa menahannya, Serang lagi!" Teriak sang pemimpin penjaga.


"Teknik Cakar Hitam, Cakar Bayangan" Gumam mereka semua dengan melompat secara bersamaan, Mencoba untuk lebih dekat agar tak terhindarkan.


"Langkah Bayangan!!"


Zhang San bergerak sebelum serangan itu dilepaskan. Seperti Mode slow yang diperlihatkan didepan mata mereka, Mereka melambat entah bagaimana itu bisa terjadi, Tapi hanya untuk mereka saja yang merasakannya, Padahal bukan karna Zhang San memakai teknik Ruang dan Waktu, Dia hanya memakai kecepatan langkah bayangan yang sudah berada ditingkat maksimalnya.


Bugh!! Satu orang terlempar dan pecah kepalanya.


Beng.. Paakkk.. Paakkk Tiga orang mengikuti.


Uhuwek Beng... Duaar..! satu lagi terhantam sikutnya dan terjun ketanah hingga meledak disana.


Lima orang mundur selangkah karna terkejut melihat kawanannya seperti tempe yang siap di injak kapan saja, begitu rapuh!


Namun Zhang San tidak berhenti sampai disitu, Lagi lagi dia bergerak dan di setiap sentuhannya akan ada yang meledak.


Booom Booom Boooom.. Hutan itu kini berkabut, Kabut dari darah iblis yang terbunuh.

__ADS_1


Mereka tidak menyangka memiliki akhir hidup yang tak terduga.


"Ledakan apa itu?" Sou Shang langsung berkata, Mereka sedang mengadakan pertemuan, entah apa yang sedang dibicarakan


__ADS_2