ZHANG SAN

ZHANG SAN
Kematian Xia Hai


__ADS_3


'Ayah, aku kehilangan adik Xia, Orang itu sangat kuat, Aku yakin hanya ayah yang bisa melawannya'


Pesan Xia Hai langsung menghentikan Kultivasi Xia Lang, dan kini dia langsung memeriksa cincin dimensi miliknya dan menemukan Giok jiwa milik Putrinya Xia Xia hancur. dan dia memeriksa lagi Giok jiwa milik Xia Hai. 'bertahan lah putraku' Xia Lang langsung melesat menembus atap rumah, dia terbang bagaikan kilat menuju lokasi yang menjadi titik kordinat penanda jiwa milik Xia Hai yang sangat lemah.


Hanya beberapa detik setelah keberangkatannya. dia pun sampai namun tidak menemukan siapapun lagi disana. bahkan penonton tidak ingin ada disana. meskipun mereka penasaran bagaimana reaksi Xia Lang kehilangan anaknya. tapi tidak ada yang bertindak bodoh hanya untuk menjadi korban pelampiasannya.


"Aaaaaaaaakh~~" Raungan kemarahan bercampur kesedihan tertuang dalam teriakan yang dilakukan oleh Xia Lang, Dia tak mengira akan mengalami hal menyakitkan seperti ini, Dua orang anaknya sudah dipastikan mati, Hanya satu yang belum tapi itu juga sudah mulai memudar, Xia Lang mengeluarkan Giok Jiwa milik Xia Hai, "Kordinatnya masih disini, tapi kemana Xia Hai" Air mata perlahan menetes. "Oh tidak, Anakku, Jangan" "Teriaknya lagi,


Dia hanya bisa menyaksikan Giok jiwa yang berada ditelapak tangannya mulai retak perlahan tanpa bisa menghentikannya.


Kretaak~~ Pyar Giok jiwa itu hancur


"Anakku, Tidaaaaaaaaaaaaak" Teriakannya berisi energi Qi yang membuat hampir seisi kota mendengar. Tapi tidak ada yang berani mendekat karna sebagian orang sudah tau siapa yang berteriak.


"Ayah! Ya hanya ayah yang bisa, Aku harus mengatakannya pada ayah" Dia melesat lagi menuju kedalaman Klan Bayangan dengan hati yang terpukul karna tiga anaknya sudah menghilang untuk selamanya.


Didalam sebuah Klan Bayangan ada area terlarang hanya dikhususkan untuk para tetua Klan untuk berkultivasi secara tertutup dan itu sangat jauh kedalam hingg tidak terpengarung walaupun ada pertarungan, bukan hanya jauh dan dalam tapi tempat itu juga di lindungi oleh Formasi pertahan dan peredam suara agar tidak mengganggu siapapun yang berkultivasi disana.


Xia Lang berjalan menuju tempat itu dan membuka mekanisme Formasi pertahanan itu, Setelah terbuka tirai Formasi yang hanya bisa dimasuki oleh satu orang dia langsung menutupnya lagi, Karna didalam juga ada mekanisme penutupnya.


Lima Goa besar dengan Aura sepiritual yang cukup kental terasa berhembus ketubuh Xia Lang, dalam tiap goa ada berbagai tingkatan ketebalannya. Entah Siapa yang membuatnya, Tentu sosok itu bukan dari benua itu.

__ADS_1


Xia Lang pun hanya mengetahui sedikit cerita dari ayahnya Xia Lan.


Cerita itu bermula ketika ayahnya Xia Lan beserta Leluhur dari Klan Xia pergi berdagang, di perjalanan mereka dihadang oleh kawanan binatang buas. dan tentu mereka lari dan memasuki hutan gelap yang dalam hingga menemukan sesuatu yang ganjil.


Binatang-binatang itu tidak ada yang berani mendekati mereka dan ketika salah satu dari kelompoknya menginjak sebuah mekanisme, Ada sebuah tirai yang terbuka dan segera mereka memasukinya. karna yakin didalam lebih aman.


Sesampainya didalam mereka menemukan Lima Goa, Mereka pun langsung memasuki salah satunya. dan mereka banyak menemukan gulungan teknik dan ada satu papan nama didalam Goa tersebut yang bertuliskan Klan Bayangan, Mereka lalu merubah nama Klan Xia sebagai Klan Bayangan tapi tidak merubah Marga dari nama keturunan. berkat penemuan itu mereka bisa berkultivasi dan menjadi kultivator yang kuat dan ditakuti hingga dapat memimpin sebuah benua, Tidak ada yang berani melawan mereka, jika pun ada makan hari itu akan terjadi pembantaian sepihak oleh mereka.


Hingga saat ini Klan Bayangan masih menjadi momok menakutkan dihati semua orang.


Tuntas cerita.


Xia Lang mendekati salah satu Goa lalu berteriak memanggil, "Ayah, Ini darurat, Keluarlah, Aku mohon" Teriaknya lalu duduk bersimpuh dimulut Goa.


Didepan mulut Goa Xia Lan melihat anaknya Telungkup dan tertekan tidak menghilangkan aura nya sedikitpun, seolah hatinya sudah mati.


"Kau memang anakku, Tapi aku tidak suka kultivasiku diganggu, Cepat apa yang kau ingin katakan?" Tatap Xia Lan dengan tajam.


"Tiga Anakku telah terbunuh ayah"


*Wush~~ Baaaam* Ketika kalimat itu keluar dari mulut Xia Lang tekanan yang dahsyat tak terbendung dihempaskan dan itu menyeret tubuh Xia Lang hingga terhempas di dinding goa yang lainnya


"Guhuak~" Dua kali Xia Lang batuk darah, "Maafkan aku ayah!" Ucapnya sebelum pingsan.

__ADS_1


Xia Lan berjalan ke salah satu Goa yang berada ditengah disana dia pun duduk dengan satu lutut menyentuh tanah. "Maafkan aku yang mengganggu kultivasi tuan, Aku hanya ingin meminta pertolongan jika diperkenankan"


Dua tarikan nafas saja, Sosok yang berada dalam goa itu keluar.


"Kekuatan ku baru kembali 50% saja, Apa yang kau inginkan? agar aku cepat menyelesaikannya! Tapi ingat bantuanku ini hanya satu kali saja, apa kau sudah memikirkannya?"


"Baiklah Tuanku, Tuan bisa kembali dulu untuk berkultivasi, aku akan mengirim pesan jika memang aku tidak mampu untuk mengatasi masalah Klan ku, Maaf sebelumnya sudah mengganggu kultivasi tuan" Xia Lan segera bangkit berdiri dan mundur perlahan setelahnya berbalik dan menggendong Xia Lang yang pingsan kemudian dia melesat menuju Mekanisme Formasi..


Sedangkan sosok itu kembali kedalam Goa dan melanjutkan kultivasinya.


...............


Yu Ling An mengayunkan pedangnya lagi tapi kali ini dia menebas kearah leher "Slaas..." Kepala Xia Hai terputus dari tubuhnya. ada jejak kepuasan yang tersirat dari terbunuhnya Xia Hai oleh tangannya sendiri.


"Ayah, Ibu! dan kalian semua yang sudah berkorban untuk Klan Yu, Sebentar lagi dendam kalian semua akan dibayar lunas. lihatlah sekarang, aku bisa membunuh Xia Hai penyebab kehancuran Klan" Ucapnya dengan buliran air mata yang mengalir di pipi putihnya.


Cao Ling An yang menyaksikan ibunya menangis, ikut pula menangis karna dia merasakan apa yang ibunya rasakan, Meski tidak menyaksikan secara langsung pembantaian itu, tapi dia jelas memahami biar hanya lewat cerita yang ibunya ceritakan.


Zhang San melemparkan Qi berbentuk Api yang langsung membakar tubuh Xia Hai setelahnya dia mengeluarkan Sepotong kain yang cukup untuk membungkus kepala yang tergeletak ditanah.


Menggunakan energi jiwa, Kepala Xia Hai tanpa tersentuh langsung melayang dan mendarat ditengah Kain yang terhempar, Lalu, Zhang San mengikatnya.


"Aku akan pergi dulu" Dengan lambaian tangan sederhana dia membuka portal nenuju dunia luar, Tidak lagi menggunakan segel tangan untuk membukanya. karna untuk para tingkata Dewa Hijau menengah sudah bisa menjadikan hal yang rumit menjadi mudah.

__ADS_1


Swosh...!! Sosoknya menghilang dan muncul kembali ditempat awal dia menghilang, dia langsung mengedarkan Indra sepiritualnya. dan tidak menemukan adanya aura yang dekat dari tempat itu..


__ADS_2