
Booom..! Lou Xihai terpelanting terkena serangan dari Jing Gang setelah itu disusul oleh rekan-rekan dari Klan Lou nya yang juga terpelanting ke pembatas Formasi
"Pemenangnya Klan Jing" Ucap wasit yang memimpin arena tiga.
Arena ketiga lebih dulu selesai dan dimenangkan oleh Klan Jing dan dilanjutkan lagi pertandingan sesuai dengan nomor urut berlawanan.
Arena Pertama juga sudah dapat dipastikan pemenangnya setelah klan He dibuat pingsan semuanya
"Pemenangnya Kelompok kiri dari Sekte Pedang Surgawi"
Sedangkan diarena dua dimenangkan oleh Kelompok Klan Tang dengan mudah
Pertandingan terus berlanjut satu demi satu para kelompok tereliminasi Hingga menyisakan sepuluh kelompok saja. "Baiklah karna kita sudah mendapat sepuluh kelompok, Dan satu tambahan kelompok yang mendapat keberuntungan sudah menunggu di final dan dikarna kan waktu sudah mendekati malam, Maka kita akan melanjutkan pertandingan besok pagii" Ucap Dong Hu memutar tubuhnya setelah memandang para penonton "Dengan ini aku nyatakan pertandingan pertama telah berakhir, Terima kasih banyak"
"Aih padahal masih sangat seru, kenapa harus berakhir, Belum lima menit aku duduk" Suara seorang penonton biasa
"Haha kau juga yang datangnya telat, Kemana saja sih? Padahal ada banyak anak muda yang berbakat! Kau tau? Bakat muda di Kota Yuan tidak kalah hebat dari kota yang lainnya. Aku yakin kota Yuan akan menampilkan bakat tersembunyi!"
"Aku tadi disuruh istri kepasar buat beli beras!" Sahutnya dengan wajah sedikit malu, Dia lanjut berkata "Mana aku tau, Kan aku baru datang! Semoga saja, Entah itu dari Klan besar atau Klan kecil atau juga sekte" Ucapnya lagi.
Mereka berdua pun pergi meninggalkan Sekte Pedang Kebajikan yang terlihat sangat megah
__ADS_1
Sedangkan para patriak tiga patriak besar Kota Yuan pulang ke kediaman mereka masing-masing.
"Bisa kah kita bicara Patriak Long" Sebuah suara terdengar membuat Zhang San harus menolehkan kepalanya untul melihat siapa yang berkata.
"Boleh saja Patriak Lan" Sahutnya setelah melihat siapa yang ingin berbicara kepadanya. "Ikuti aku, kalau mau" Mereka pun berjalan bersama
"Bisa kah aku menitipkan anakku di sektemu" Ucapnya mengajak bicara sambil berjalan menuju kediaman yang tidak jauh dari bangunan sebelumnya mereka duduk menyaksikan pertandingan.
"Tidak ada larangan untuk siapapun jika ingin menjadi murid disini, pintu sekte kami terbuka untuk orang yang ingin belajar, Ataupun ingin lebih mendalami kultivasi. meskipun dalam banyak Hal, sekte kami masih kekuarangan Patriak Lan" Sahut Zhang San tersenyum.
"Silahkan masuk patriak" Ucapnya lagi sambil mendorong pintu.
Patriak Lan Chuyuan mengangguk dan berkata lagi "Sekte yang kau bangun ini sangat besar, Entah bagaimana caranya aku masih bingung, Aku mendengar dikatakan sekte ini dibangun hanya dalam waktu satu malam saja, aku agak meragukannya. tapi jika diingat dengan jelas klan bayangan hancur pada siangnya dan keesokan harinya sekte ini berdiri, Itu memang kenyataan yang membingungkan, Menurutku orang lain juga akan berpikir seperti itu" Dia mengikuti dan duduk ditempat yang ditunjukan oleh Patriak Muda itu.
Zhang San mengangkat bahu sedikit lalu berkata "Jangan terlalu dipikirkan patriak, Memang ini dibangun satu malam, dan aku tak bisa mengatakan bagaimana caranya hal itu bisa terjadi, Maaf aku tak bisa menghilangkan kebingunganmu dan orang lain" Sahutnya sambil tersenyum dan mengeluarkan teko dan dua gelas lalu menuangkan apa yang ada dalam teko itu kedalam masing-masing gelas dan memberikannya kepada Lan Chuyuan.
"Ternyata Patriak Lan Pandai memuji" Ucap Zhang San sambil tertawa pelan, Mereka pun berbincang hingga larut malam.
...............
Pagi kembali datang, Teriakan demi teriakan saling bersahutan dihalaman setiap utama Sekte. Berbaris semua murid pada tingkatan yang sama melakukan pelatihan pukulan, tendangan serta gerakan teknik tanpa memakai enrgi Qi. Mereka latihan fisik untuk menguatkan tubuh, Karna dalam pertarungan kekuatan fisik berperan penting ketika energi Qi sudah habis atau menipis.
Setidaknya itu lah yang ditanamkan dalam pikiran setiap murid ketika Zhang San, Patriak sekte mereka memberitahukan keuntungan memiliki Fisik yang kokoh.
__ADS_1
Ketika matahari semakin naik pada posisi awalnya. Batu seberat lima ratus ton langsung dihempaskan oleh semua murid hingga terasa getaran dilain tempat.
Mereka menghentikan sesi pelatihan yang begitu berat itu, Karna batu seberat itu harus diangkat dengan dua tangan tanpa Qi dan satu kaki yang juga terangkat.
Untungnya mereka sudah terbiasa jika tidak, tak mungkin bisa melakukannya.
"Sudah cukup untuk hari ini, Karna lima orang dari kalian akan melakukan pertandingan hari ini" Ucap Gu Hui
"Baik tetua Gu" Mereka pun bubar dan kembali ke kediaman mereka masing-masing setelah menyahut dan mengucapkan salam.
Sedangkan Gu Hui bertamu kerumah tetua Fan Yao dan dia melihat juga ada disana tetua yang lainnya sedang berkumpul "Apakah aku tidak mengganggu" Ucapnya tersenyum setelah dekat,
"Duduklah disini" Ucap tetua Fan sambil menggeser pantatnya untuk memberi ruang bagi Gu Hui untuk duduk disampingnya. "Ada hal apa tetua Gu berkunjung ke kediamanku?" Tanyanya setelah Gu Hui duduk.
"Aku hanya ingin bertamu saja! Apa kah ada hal khusus yang kalian bicarakan?" Tanya Gu Hui "Aku mersa tidak enak!" Tambahnya.
"Kami hanya membahas perkembangan pertandingan saja tetua Gu, tidak ada hal yang penting" Yang Xiao menyela percakapan mereka.
"Ooh lanjutkan saja, aku akan diam disini mendengarkan!" Ucapnya, Lalu semua orang mulai membahas apa yang akan dilakukan selanjutnya.
...............
Puluhan manusia mulai memenuhi tribun yang disediakan, Kursi satu persatu di isi hingga penuh, Terlihat siang ini penonton lebih banyak dari hari yang lalu. dan sepuluh kelompok sudah bersiap untuk melakukan pertandingan. Dong Hu kembali melayang dengan pakaian berwarna merah tua, dia mendarat pelan di arena yang kini hanya ada satu saja. tapi sangat luas dari arena sebelumnya. jika disatukan tiga arena yang sebelumnya maka seperti itulah bentuk arena tunggal yang sekarang terlihat.
__ADS_1
"Salam para hadirin semua, Mungkin kalian sebagian ada yang sudah ingat dengan namaku, Tapi tidak salah jika aku akan mengenalkan diri lagi, Namaku Dong Hu, Dan sekarang aku sendiri yang akan menjadi wasit tunggal untuk pertandingan yang akan berlangsung.
Kita akan mengundi kembali siapa yang akan melakukan pertandingan pertama" Dong Hu menatap para peserta lalu mengeluarkan sebuah kotak kayu yang berisi kertas, "Didalam kotak ini ada beberapa kertas, Yang berisi angka seperti halnya kemarin, tapi kali ini siapa yang mengambil angka paling kecil boleh menantang siapapun yang memiliki angka besar, Semoga kalian beruntung" Ucapnya lalu meminta perwakilan kelompok untuk maju