ZHANG SAN

ZHANG SAN
Ingatan Yg Tersegel


__ADS_3

Zhang San pun sudah tak dapat lagi mengontrol nafsu nya. Dia sudah berjuang. Tapi mana tahan di suguhkan yg seperti ini. Iman mana yg kuat.


Mereka akhirnya melanggar batas dan melakukan nya


.............


Di sisi yg berbeda. Di hutan kegelapan.


Sekte Angin Hitam sedang mengadakan rapat.


"Bagaimana sekarang situasi nya?" Tanya Gu Ming-Hun selaku patriak Sekte Angin Hitam.


"Buruk patriak. Setelah kematian Yun Hai dan sebagian aliansi Hitam kita. Mereka terus bergerak untuk menemukan lokasi kita ini. Dan mereka sudah menghubungi aliansi putih untuk memerangi kita." Ucap Ken Dai yg sudah mengetahui infomasi itu dari mata- mata yg ditempatkan nya di tiap sekte aliran putih.


"Kita harus mempercepat kebangkitan tuan, Cepat cari lima ratus gadis untuk di korban kan darah nya. Usahakan sebelum empat purnama nanti. Dan jangan mencari di sekitar kota ini. Kita sedang di awasi." Ucap Gu Ming-Hun lalu membubarkan pertemuan itu..


Lalu Gu Ming-Hun berjalan kekediaman Yun Hai dan tidak menemukan siapa- siapa. Lalu dia menggunakan indra sepiritual nya untum mengecek didalam namun juga tidak menemukan nya. "Kemana wanita itu pergi. Jangan- jangan segel ingatan nya hilang karna kematian Yun Hai" ucap nya lalu melesat terbang ke arah pengawal dan bertanya.


"Apakah kau melihat Yun Xia Mei.?" Tanya nya kepada penjaga.


"Tadi pagi saya melihat nya keluar. Kata nya ada urusan sebentar patriak, apakah ada perintah lain?" Tanya nya.


"Lanjutkan penjaga'an mu, dan sampaikan jika dia kembali. Suruh dia menemuiku"


"Baik patriak" sahut nya dengan menunduk sambil menangkupkan kedua tangan nya.


Setelah itu Gu Ming-Hun pergi dengan cara terbang lagi..

__ADS_1


°°°°°


Setelah menyelesaikan aktivitas nya,


Zhang San dan Zhou Ruyue meninggalkan rumah itu menuju Sekte Bunga Teratai Putih.


Dengan wajah berseri zhou Ruyue memegang lengan Zhang San dia tak ingin melepaskan nya. Sesampai nya di pinggiran hutan dia di hentikan oleh satu sosok yg berhenti di depan nya..


Dia mengenakan pakaian hitam dan penutup kepala menyembunyikan identitas nya .


Lalu dia menarik belati yg ada di pinggang nya Kemudian menghunuskan belati itu kedepan. Dengan langkah cepat dia menerjang zhang San dan Zhou Ruyue.


"Mundur lah Yue'er." Ucap nya. Yg langsung di anggukkan oleh Zhou Ruyue.


Sosok itu berhenti sejenak ketika mendengar kalimat itu. Zhang San memperhatikan nya lalu dia bergumam. "Kenapa dia berhenti".


Terpampang lah wajah cantik yg sedang marah.


"An'er." Ucap nya lalu memeluk erat Cao Ling An. Tidak sedikit pun dia mengendurkan pelukan nya. Meski Cao Ling An telah menekan belati di tangan nya kepunggung Zhang San.


"Aku tak ingin kehilangan mu lagi" ucap nya disamping telinga Cao Ling an.


"Kau mengecewakan ku Gege" ucap nya penuh air mata lalu mendorong kuat Zhang San hingga termundur.


"Aku bisa menjelaskan nya, tolong beri aku kesempatan untuk menjelaskan nya" ucap Zhang San yg mengejar Cao Ling an yg telah melesat pergi.


Zhou Ruyue juga mengikuti di belakang dengan menggunakan ilmu meringan kan tubuh nya.

__ADS_1


"Langkah Bayangan" ucap Zhang San lalu langkah nya dipercepat dan akhir nya bisa menyusul Cao Ling An.


"An'er. Aku mohon percayalah padaku"


Cao Ling An berhenti sejenak lalu berkata. "Tak perlu kau jelas kan. Kau sudah bahagia dengan nya. Tak perlu lagi ada aku disamping mu. "Ucap nya lalu dia berpaling namun di depan nya Zhou Ruyue sudah menunggu dan langsung memeluk nya.


"Aku mohon, dengarkan lah. Ini kesalahan ku. Bukan salah nya. Aku yg terlalu menyayangi nya. Dia bahkan slalu menceritakan tentang mu. Disa'at kami bersama. Aku mengenal nya lebih dulu. Tapi kau memiliki nya lebih dulu,


Tolong, jangan tinggal kan dia. Aku akan mengalah untuk mu." Ucap nya lalu melesat menjauh dengan buliran air mata..


Disana Cao Ling An masih terpaku. Dia bergukat dengan pikiran nya sendiri. Hati nya menerima. Tapi pikiran nya mengacaukan nya.


Lalu Zhang San memeluk nya lagi dari belakang. Dan berkata. "Ma'afkan aku" hanya itu kalimat yg keluar dari mulut nya.


Karna seberapa besar pun menjelaskan kebenaran. Tetap akan dianggap salah..


"Ma'afkan aku juga yg sempat melukaimu dengan racun. Ingatan ku sempat tersegel jadi aku tak begitu mengingat mu. Jika bukan karna Yun Hai itu mati. Mungkin aku masih tak mengingat mu" lalu mereka saling berhadapan dan saling memeluk melepaskan kekecewa'an yg pernah terjadi.


Zhou Ruyue tersenyum di balik batu besar melihat mereka berdua berbaikan. Lalu dia meninggalkan tempat itu.


"Suami ku. Kejar lah dia. Aku akan berterima kasih kepada nya. Telah menjaga mu untuk ku"


Lalu Zhang San melesat terbang dan turun setelah menemukan Zhou Ruyue yg tengah berjalan kaki sendirian. Lalu memeluk nya dan membawa nya kembali kearah sebalik nya...


Note: Hidup untuk belajar. tapi belajar bukan untuk hidup. tapi untuk mengerti setiap manusia dari kita punya dua sisi yg berbeda.


berpandangan lah baik. agar pandangan mu tetap baik. 😀😀😀

__ADS_1


__ADS_2