
Gao beng langsung mengarahkan telunjuk nya. Yg langsung di fahami oleh dua puluh orang itu dengan gerakan yg langsung menerjang kedepan.
Sebelum nya Zhang San hanya melihat dari samping. Namun sekarang dia harus bertindak jika tak ingin terjadi apa- apa pada Zhang Wei.
Sebelum langkah semua musuh mendekat ke arah Zhang Wei. Zhang San menggunakan Langkah bayangan untuk menyerang mereka. Bugh..! Bugh .. ukh beberapa orang terlempar keluar rumah.
Mereka terkejut dengan kedatangan Seseorang yg tiba- tiba memberikan serangan..
Zhang San masih berpikir waras. Dia mencoba menggiring musuh keluar. Jika tidak. Rumah itu dapat di pastikan tak mungkin lagi di tinggali.
Lalu dia melompat ke arah Gao Beng dan menendang nya. Zhang san kemudian mengejar Gao Beng yg terlempar. Gao Beng langsung berteriak kepada bawahan nya. Untuk menolong nya. Lalu sebagian dari mereka mencoba menolong Gao Beng.
Untung saja halaman Klan Lu terbilang cukup luas. Jadi mereka melanjutkan pertarungan di sana.
Sedang kan didalam rumah. Zhang Wei berhadapan dengan tiga orang.
Cao Ling An tak tinggal diam. Dia berhadapan dengan lima orang.
Sedang kan di luar zhang san tidak perlu berlama lama untuk mengalahkan dan mematahkan tangan serta kaki mereka tidak terkecuali Gao Beng.
Kemudian dia menyegerakan diri nya untuk kedalam menolong Cao Ling An dan juga Zhang wei.
Dan melibas mereka semua dengan mudah.
"Aku baik- baik saja gege." Ucap nya sebelum Zhang San mengeluarkan suara. Bantu adik Wei saja. Dia terlihat sangat kelelahan.
Lalu Zhang San mendatangi Zhang Wei yg terluka di bahu nya. Kemudian memberikan nya pil pemulih energi tingkat tinggi.
Tanpa banyak bertanya, Zhang Wei langsung mengayun kan tangan nya kemulut. Dan duduk dengan sikaf kultivasi untuk mengalirkan energi pemulihan yg terkandung dalam pil tersebut.
"Aku tidak apa- apa ibu. Jangan menangis" ucap Zhang Wei kepada ibu nya yg datang bergulir air mata.
Klan Lu adalah pedagang besar di masa lampau. Tidak ada dari anggota mereka yg berlatih bela diri. Dan ketika itu ayah Zhang Wei. Zhang bei sedang mengemban misi mengawal klan Lu. Untuk mengantar rombongan mereka sampai ke benua timur dari benua utara. Lalu disana lah pertemuan Zhang Bei dengan Lu Jingmie dan mereka pun menikah.
"Aku sudah kehilangan ayah mu. Aku tak ingin lagi kehilangan mu anak ku" Ucap nya sambil mengelus pipi Zhang Wei Kemudian mereka berpelukan.
__ADS_1
Di sisi lain, di bawah pohon yg rindang.
Seorang pria paruh baya dari klan besar sedang berlatih ilmu bela diri nya. Dengan gerakan lentur dan elegan.
Tidak terlihat tua pada umum nya, meski umur nya sudah hampir mencapat seratus tahun. Dengan rambut hitam menggerai. Bahu yg lebar dan otot yg besar.
Menampilkan sosok yg gagah perkasa..
Lalu datang seorang pelayan yg tergesa- gesa. "Patriak Gao." Seru nya.
"Apa yg membuat mu seperti itu Li Bei" tanya patriak Gao.
"Anak mu Gao Beng patriak. Giok jiwa anak mu hancur." Ucap nya ngos ngosan.
Giok jiwa ada lah sebuah tanda untuk mengetahui apakah anggota itu masih hidup atau sudah mati. Dan hanya klan besar lah yg mempunyai nya.
Karna untuk membuat giok jiwa di butuh kan seorang ahli formasi. Dan hanya klan besar yg mampu menyuruh ahli formasi membuat nya.
Muka Gao Yuan langsung memerah mendengar nya. Lalu dia beryanya. "Apakah kau sudah menemukan lokasi pembunuh nya?"
Biasa nya kalau dia terlihat tenang. Berarti hati nya sangat lah marah.
Li Bei ini adalah pelayan utama keluarga Gao. Dia adalah salah satu orang kepercaya'an Patriak Gao Yuan. Maka nya dia tau bagaimana sikap tuan nya itu.
"Kabari yg lain nya. Aku akan lebih dulu kesana." Setelah berkata Patriak Gao Yuan langsung bergerak,
"Wusssssssj....! Seolah dia menghilang padahal hanya karna kecepatan nya saja yg melebihi tangkapan mata.
Sekejap mata patriak Gao sampai ke kediaman Klan Lu. Dia masih melihat jasad anak nya yg terbujur kaku dengan banyak nya patahan tulang.
Lalu tekanan yg exstrim keluar dari tubuh nya menggetarkan kediaman Klan Lu.
Di sebuah restoran. Di ruangan pribadi nya. Hong Haocun menerima kabar dari jimat transmisi suara. Mata- mata nya menyampaikan bahwa patriak Klan Gao Akan menyerang karna kematian anak nya.
Di dalam rumah.
__ADS_1
Lu Cangmin berkata dengan nada bergetar. "Inilah yg ku takutkan selama ini. Jika patriak klan Goa datang maka tamat lah sudah kita" ucap nya sambil menetes kan air mata.
Lalu di sambung nya kembali. "Pergilah kalian. Ini ada lah tanggung jawab ku. Bukan tanggung jawab kalian. Kalian akan tetap hidup jika secepat nya pergi dari sini" tutup nya sambil melangkah kedepan dengan pasrah akan kematian.
Namun mereka tak ada yg bergerak,
Lalu Zhang Wei bekata "kak San. Kak Ling An, kalian memang harus pergi, ini tidak ada hubungan nya dengan kalian" ucap nya sambil menguatkan hati nya.
"Aku yg membunuh nya. Aku lah yg harus menanggung nya. Kalian tetap disini" Cao Ling An ingin menahan, namun Zhang San kembali berucap
"Percaya lah pada ku An'er" dia pun berdiri dan melangkah.
"Aku percaya padamu gege, kau harus tetap hidup" teriak nya. Zhang san berbalik lalu menampilkan senyum nya. Lalu memalingkan lagi tubuh nya. Dengan memasang muka dingin nya. Dia pun melesat keluar.
"Suruh orang yg membunuh anak ku keluar Lu Cangmin"
"Aku lah yg membunuh nya Gao Yuan."
"Hahahhaa itu tidak dapat di percaya. aku bukan orang bodoh Lu Cangmin,"
Setelah berkata, Patriak Gou Yuan mengeluarkan lagi tekanan niat membunuh nya. Dan dia fokuskan ke arah Lu Cangmin. Kemudian dia berkata kembali.
"Jika kau tak menyuruh nya keluar. Maka mulai hari ini. Klan Lu akan tinggal nama."
Lu Cangmin tak sanggup menahan niat membunuh yg begitu besar. Seolah gunung di timpakan kepada nya. Dia terbaring, dari mata dan telinga mengeluarkan darah.
Di ujung nafas nya. Zhang San datang lalu dia mengeluarkan aura pedang yg dapat menetralisir niat membunuh. Lalu Zhang San mengeluarkan pil pemulih energi. Dia pun menyalurkan energi nya untuk membantu Lu Cangming menghentikan pendarahan nya.
Kemudian dia menatap ke arah patriak Gao dengan aura pedang.
Patriak Gao merasakan ada semacam ancaman yg menindas nya.
"Ada yg salah dengan pemuda ini" batin nya. Lalu melesat ke arah Zhang san yg sudah juga melesat ke arah nya. Terjadi lah benturan yg dahsyat.
Boooooooom.....!
__ADS_1