ZHANG SAN

ZHANG SAN
Menuju Dunia Atas


__ADS_3

Tiga bulan telah berlalu. Kini Zhang San menjadi patriak Termuda dalam sejarah sekte. Namun dia menyerahkan segala urusan pada Dong Hu. Dia berFokus pada naik tingkatan selanjut nya.


Dia tak bisa menolak nya. Karna dorongan dari Han Oyang yang ingin memamfa'at kan Sekte itu untuk membuat Pil Dewa. Agar Zhang San bisa melangkah ke tahap dewa. Dan meninggalkan dunia tengah ini.


Zhang San kini duduk di bawah air terjun. Semua suara dan semua perubahan masuk ke telinganya, tetapi tidak ada gangguan di hatinya.


Antara yang ekstrem dan tidak ekstrem, ia tidak hanya mempraktikkan pengalaman mengubah suara alam, tetapi baginya, keduanya adalah satu hal.


Dalam suasana absolut, ia samar-samar merasakan keberadaan kekuatan spiritual yang luas antara langit dan bumi. Itu ada di mana-mana, dan itu mendominasi semua perubahan di dunia.


Ketika dia seperti kura-kura yang bersembunyi di laut dalam dan melupakan keberadaannya sendiri, kekuatan spiritual itu tidak akan lagi menolaknya, dan secara alami menyatu ke dalam tubuhnya.


MemPerkuat tulangnya, menjauhkan ambisinya,


Dan memperkuat tubuh adalah fondasi dari segalanya. Mencapai kesatuan sejati antara alam dan manusia, dan merasakan keberadaan aura langit dan bumi.


Bagi manusia, hanya setelah pemurnian yang dapat dengan mudah mencapai tingkat dewa. Jika tidak, itu akan membutuhkan peluang dan pencerahan yang besar.


Dia akhirnya menyelesaikan langkah paling penting untuk menjadi dewa, dan dia sekarang menjadi dewa.


Zhang San melihat ke bawah dan melihat permukaan air. Dia melihat tubuh nya yang kokoh seperti balok es. Dan wajah nya yang bertambah cerah. Setelah itu dia terbang kearah Sekte Pedang Kebajikan sekarang berada. Yang bangunan nya masih belom di selesaikan.


Lalu dia mengumpulkan semua anggota yang tersisa dari sekte.


Zhang San duduk di kursi kebesaran nya. Terlihat jejak kedewasa'an didirinya. Kini umur nya sudah hampir 20 tahun. Sungguh tiada yang menduga jika yang duduk di atas kursi besar itu adalah seorang pemimpin sekte. Terlebih lagi dengan tingkatan nya yang kini berada di tingkatan dewa. Namun belom bisa di sebut dewa. Karna masih berada di dunia tengah ini.

__ADS_1


"Dong Hu, apakah semua yang ku minta sudah di lakukan?" Sambil tersenyum dia berbicara. Dia menghormati yang tua. meski kedudukan nya sekarang lebih tinggi.


"Semua sudah saya persiapkan Patriak, namun untuk apakah semua itu?" Tanya Dong Hu. Dan semua petinggi sekte menunggu jawaban dari patriak muda mereka.


"Kalau begitu kita keluar dulu." Dengan langkah ringan Zhang San lebih dulu keluar dan dia sekarang menghadap kedepan Sekte pedang kebajikan. Semua orang sudah berkumpul menunggu apa yang akan di lakukan oleh Patriak muda tersebut.


Zhang San mengerak kan tangan nya membentuk sebuah segel ruang, terlihat celah dimensi terbuka dan Zhang San menyuruh mereka untuk memasuki nya.


Setelah semua orang masuk. Dia lalu menggunakan lagi gerakan tangan membentuk segel. "Kecilkan" ucap nya sambil mengarahkan tangan nya ke seluruh bangunan Sekte pedang kebajikan. Lalu dia menarik nya ketelapak tangan. Kemudian membawa nya ke lautan kesadaran nya yang sudah berbentuk dunia kecil dalam dantian nya. Hanya tanah lapang yang tersisa di dataran itu.


Dunia kecil. Atau biasa di kenal dengan dunia jiwa. Dunia yang layak nya dunia besar yang bisa dihuni oleh mahluk hidup. Atau pun tumbuhan.


Setelah dia menguasai sepenuh nya teknik ruang dan waktu dari gulungan teknik segel langit yang pernah di kirim oleh Han Oyang Kekepala nya. Dia bisa membuka dan menutup celah dimensi dan memasuki nya dengan tubuh kasar nya.


Semua orang yang memasuki dunia kecil itu tiba. Dan mereka terkejut ketika sampai mereka merasakan energi murni yang tak terbatas mencoba memasuki meridian mereka.


Zhang San tiba. Dan melihat anggota sekte nya sedang melakukan kultivasi. Dia pun tak menghiraukan nya. Dia mencari tanah lapang dalam dunia jiwa nya. Lalu melayangkan miniatur sekte pedang kebajikan, setelah itu dia menggunakan segel terbalik "Membesar" ucap nya.


Seketika bangunan itu membesar dan turun dengan perlahan karna masih di kontrol oleh Zhang San dengan pikiran nya..


Semua orang terkejut ketika debu mengepul di area lapang. Mereka yang melihat mendekat seketika dengan mulut yang ternganga hampir menjatuhkan rahang mereka.


"Sekte kita juga berpindah kesini" ucap Dong Hu yang kegirangan karna dunia ini begitu padat energi.


"Patriak sebenar nya kita sekarang berada di mana?" Tanya Dong Hu.

__ADS_1


"Kalian ada di dunia jiwa ku, kalian akan ikut kemana pun aku pergi. Dan kalian bisa berkultivasi disini dan kita bisa berkembang bersama." Ucap nya puas menatap semua orang yang mengangguk kan kepala. "Mungkin sebentar lagi aku akan naik ke dunia atas. Maka nya aku memindahkan kalian semua. Disana ada menara kultivasi. Silahkan kalian masuk kesana jika ingin berkultivasi." Sambil mengulurkan tangan nya.


Mereka semua melihat arah kemana Zhang San menunjuk dan mereka berseru kagum.


"Terima kasih patriak" serempak suara mereka terdengar.


"Istirahat lah lebih dulu" ucap nya sebelum menghilang dari pandangan semua orang.


Dia pun keluar dari dunia jiwa. Sesa'at kemudian dia mendapatkan petir kesengsara'an syurgawi. 


BOOOM.!! BOOOM!! BOOOOM!! Rentetan suara petir ganas menembak ke arah pedang silih berganti.


Dengan pedang bintang yang di angkat nya keatas kepala sebagai sarana untuk mengalirkan ketubuh nya, Energi petir emas itu bergejolak hingga menembus dunia jiwa nya.


Kini dia resmi menyandang tingkat dewa. Dengan berakhir nya gemuruh di langit. Kini dia mulai melayang dengan sendiri nya. Terlihat sebuah pusaran dari atas kepala nya sedang menghisap tubuh nya.


"Cao Ling An. Semoga kita akan bertemu kembali. Aku sangat merindukan mu, istriku..." berderai air mata membasahi pipi nya. "Aku akan membangun kekuatan ku sendiri di dunia atas. Lalu aku akan turun dan mencari mu kembali" kata nya lagi sebelum menghilang seutuh nya..


°°°°°


Wanita cantik berbaju hijau dengan selendang putih melilit pinggang dan bahu nya. Dia sedang memperbaiki kultivasi nya kembali. Di dalam menara kultivasi yang dingin. Tiba- tiba saja air mata nya menetes dengan sendiri nya.


"Apa yang terjadi kepada ku. Ada apa dengan air mata ini" gumam nya sambil menyeka tetesan air mata yang sekejap berubah jadi butiran salju.


Dia lalu keluar dari menara kultivasi. Hati nya merasakan sesuatu yang menganjal. Serasa mata nya meminta untuk melihat ke atas langit. Padahal dia sedang berada dalam dunia jiwa ibu nya.

__ADS_1


"Semoga Gege baik- baik saja" ucap nya lalu masuk kembali kedalam menara kultivasi melanjutkan penerobosan nya yang tertunda...


Salam satu indonesia. Jangan lupa like nya


__ADS_2