ZHANG SAN

ZHANG SAN
Spesial Cao Ling An 2


__ADS_3

"Boleh kah aku bercerita sedikit tentang seseorang yang sangat mirip dengan mu" ucap nya sambil tersenyum lembut sambil membelai rambut cao Ling An yang tergerai.


"Tentu boleh" jawab nya juga tersenyum.


"Baiklah... baiklah.. Sebelum nya aku belom memperkenal kan namaku, panggil aku Yu Ling An"


"Nama kita sama bibi. Hanya marga yang membedakan" sahut Cao Ling An namun dia tak mengatakan marga nya.


Yu Ling an tidak terkejut. Karna dia sudah mengira akan Hal itu. Kemudian dia mulai bercerita.


"Dahulu, semasa aku masih muda. Aku bertemu dengan seorang lelaki yang sangat baik. Dia tidak terlalu tampan. Bahkan kadang bertingkah konyol. Entah mengapa kami saling menyukai dan jatuh cinta. Sejak sa'at itu kami bersama dan memutuskan untuk menikah" dia menghentikan sejenak ucapan nya.


"Aku pun hamil dan melahirkan. Namun beberapa hari setelah itu, di sa'at suami ku tidak ada di rumah. kakak ku datang bersama anggota keluarga yang lain. Mereka memaksaku ikut dengan mereka, dan tidak mengizinkan aku, bahkan sedetik saja untuk melihat anak gadis mungil ku. Lalu mereka membawaku kembali ke keluarga" dia menghentikan lagi perkata'an nya sambil menghela nafas yang berat. Mata nya sudah sangat sembab. Bagai langit yang hendak melepaskan hujan.


Cao Ling An duduk manis mendengarkan cerita dari Yu Ling An.


Yu Ling An kemudian tak mampu lagi menahan air matanya. Lalu dia tumpahkan sambil memeluk erat Cao Ling An yang terdiam membisu.


Air mata terasa menjatuhi pundak Cao Ling An. Lalu dia pun mendekap erat sambil mengelus punggung Yu Ling an sambil berkata. "Suatu hari kau pasti akan bertemu dengan nya"


"Sekarang dia sudah besar. Aku bahkan sulit mengatakan jika aku adalah ibunya" ucap Yu Ling An dengan suara serak sambil terisak membalas ucapan Cao Ling an


"Kalau begitu anggap saja aku gadis mungil itu bibi" dia berkata dengan senyuman indahnya.


"Kau benar, aku memang menganggap mu anak. Karna kau memang anak yang ku ceritakan itu" ucapan itu sekaligus membuat Cao Ling An terkejut.


Dia segera bertanya "Maksud bibi?"


"Kau ada lah anak ku." Dia mengulang lagi ucapan nya.

__ADS_1


Cao Ling An menggelengkan kepala nya. "Ini tidak benar kan bibi?" Dia masih tidak percaya.


"Sewaktu aku melahirkan anak ku. Dia mempunyai tanda lahir di belakang leher nya, apakah kau mempunyai tanda itu?" Yu Ling An menatap sambil menghapus air mata di pipinya.


Cao Ling An pun menyentuh belakang leher nya. Dia memang yakin di sana ada sebuah tanda. Namun keraguan masih menyelimuti pikiran nya. Jika memang benar apa yang di katakan wanita di depan nya ini. Berarti dia ada lah ibu nya.


"Kalau kau memang ibuku, siapa nama ayahku? Dan dari mana kau tau bahwa aku adalah anak mu. Sedangkan kita baru bertemu." Tanya Cao Ling An dengan serius.


"Cao MingSun. Itu lah nama lelaki yang pernah menjadi suami ku. Dan dari mana aku yakin kau ada lah anak ku. Jawaban nya Ada pada kalung yang ada di leher mu. Dia akan beresonansi jika berada dekat dengan ku." Lalu dia mengeluarkan kalung yang ada pada nya dan menunjuk kan nya kepada Cao Ling An." Dia berkata sambil tersenyum hangat. Karna sangat yakin. Gadis di depan nya ini adalah anak nya.


"Ayah ku mengatakan ibuku telah mati setelah melahirkan ku. Maka nya dia memberiku nama dan kalung ini. Untuk selalu mengenang ibu, Kata nya memang nama ini sama dengan nama ibuku"


"Ma'afkan aku. Karna tak pernah menjenguk kalian" dia lalu menceritakan permasalahan nya selama ini.


Cao Ling An langsung memeluk erat wanita di depan nya. Karna keraguan nya sudah terhapuskan oleh jawaban dari mulut wanita itu.


"Lalu bagaimana dengan ayah mu sekarang. Apakah dia masih menyalahkan ku. Karna meninggalkan nya dengan seorang bayi? Aku selalu memikirkan masalah ini" lagi lagi dia menghela nafas bersalah nya karna meninggalkan orang yang di cintai nya dengan seorang bayi baru lahir. "Pasti sulit bagi nya mema'af kan ku"


"Ayah sudah meninggal ibu!"


Kalimat itu sangat mengejutkan bagi Yu Ling an. Lalu dia memeluk Cao ling an lagi sambil membelai rambut nya.


"Ma'af kan aku sayang,"


"Sudah lah ibu. Ayah akan sangat bahagia di syurga, karna aku sudah bertemu dengan mu" ucap Cao Ling An mengakhiri drama.


"Tinggal lah disini, disini kau bisa berlatih dengan baik. Juga banyak sumberdaya untuk menunjang kultivasi mu. Coba ulurkan tangan mu!" Yu Ling An langsung memeriksa pergelangan tangan Cao Ling An setelah dia mengulurkan nya.


"Ini tidak baik anak ku. Kau harus mengulang kultivasi mu"

__ADS_1


Kening Cao Ling An mengkerut mendengar ucapan ibu nya. "Mengapa ibu? Aku merasa tidak ada hal yang salah dengan tubuh ku!"


"Darah mu sudah bercampur dengan darah iblis di Karnakan teknik yang kau pelajari. Aku akan menghapus kultivasi mu. Lalu membangun nya kembali, apa kah kau mau?" Tanya sang ibu.


"Tentu ibu, aku tak ingin gadis secantik aku ini berubah jadi iblis" sahut nya mulai dengan canda'an.


"Istirahat lah dulu. Besok kita akan melakukan ritual Khusus nya. Aku sudah memanggilkan pelayan untuk mu,"


Beberapa sa'at pelayan datang. Lalu menuntun Cao Ling An menuju kamar yang sudah di siapkan sebelum nya.


"Aku merasa luar biasa. Ini serasa mimpi. Bertemu seorang ibu yang selama ini ku anggap mati, Ayah, anak mu sudah menemukan ibu" ucap nya dalam hati sambil terus melangkah mengikuti pelayan itu.


°°°°°


Sekte Pedang Kebajikan.


Suara pertempuran terdengar. Riak gelombang warna warni berhamburan di udara. Di tengah terik panas nya sang surya. Tak ada yang menyerah selagi bisa.


dentingan suara pedang beradu. Bercampur nafas yang memburu. Teriak kesakitan kian menjadi. Meninggalkan nama karna mati.


Patriak Chong Ling tidak tinggal diam. Dia bukan seorang yang duduk manis menunggu kemenangan. Dia berada digaris depan, sebagai penyemangat hati semua orang.


Tidak sama hal nya dengan Gu Ming-Hun dia duduk di kursi kebangga'an nya dengan santai sambil memantau perkembangan..


"Serang terus.." perintah nya kepada Gu Bang. Yang langsung di angguki oleh Gu Bang. Dia juga langsung memerintah kan pasukan tempur nya yang berada di tingkat prajurit sebagai pembuka jalan.


Lalu dia memeritahkan lagi pasukan di tingkat kaisar untuk menembus pertahan sekte pedang kebajikan..


"Hidup Sekte Angin Hitam." Teriakan demi teriakan slogan pasukan Sekte Angin Hitam Menggema di udara, membangkit kan semangat juang Pasukan Angin Hitam...

__ADS_1


__ADS_2