
Ming Yuan terbengong melihat Raja nya yang termundur lagi, Hingga dia tak memperhatikan serangan yang datang ke arah nya dengan cepat, Dan untung nya dia sempat menghindar jadi yang terkena tebasan hanyalah telinga nya saja. Tapi itu cukup perih.
Yue Ao Dalu bersemangat, Dia tak peduli akan kecurangan, Karna pertarungan hidup dan mati tidak mengenal kecurangan, Itu hanya mengenal kemenangan.
Dia terus menebaskan pedang nya selagi Ming Yuan masih dalam posisi bertahan. Ming Yuan terus menerus melompat dan menjauh tapi Yue Ao Dalu terus mengejar nya. di karna kan tak ada lagi energi yang bisa membuat mereka terbang, Maka terjadi lah kejar kejaran.
Tapi Ming Yuan bukan berlari tanpa arah, Dia segera mengambil pedang nya yang masih menancap di tanah dengan berguling dua kali.
Treng.. Pedang mereka beradu dan dentingan pedang terus menyatu, menyebar, menggema di kota itu.
Sebagai ketua Klan Yue, Yue Ao Dalu tidak ingin kalah dengan bawahan Raja Sombong itu.
Jika bukan karna fisik nya dan pernapasan nya yang masih teratur, Mungkin saja dia akan terjatuh karna kelelahan..
Di pihak lawan juga kurang lebih sama, Tapi yang terlihat lebih menonjol adalah nafas nya sudah hampir tersendak. itu pun di mamfaatkan oleh Yue Ao Dalu dengan baik, Dia melompat dan melentingkan tubuh nya. kemudian turun dengan menukik.
Ming Yuan menahan dengan membentangkan pedang nya di atas kepala.
Kraaaak...! Pedang milik Ming Yuan patah jadi dua dan tebasan Yue Ao Dalu mengenai kepala nya hingga membelah kepala itu sampai ke pangkal leher nya.
Sedangkan Lang Ming dan kawan kawan nya dapat memenangkan pertarungan karna di bantu oleh Tian Zhu yang datang dengan Tuan Muda mereka.
Mereka pun beristirahat untuk memulihkan energi mereka yang terkuras banyak.
Lang Ming membagikan pil penyembuh dan pengemabali energi kepada semua orang, Entah itu teman atau pun anggota Klan Yue sendiri.
__ADS_1
Yue Ao Dalu mendekat ke arah Yue Ao Juan yang menyandarkan tubuh nya pada dinding beton yang belum hancur.
Kemudian dia bertanya "Bagaimana keadaan mu? apakah kamu tau siapa yang membantu kita?"
"Aku juga tidak tau mereka dari kelompok mana, Nanti kita tanyakan, Yang lebih utama adalah raja Ming Shao masih belum di kalah kan"
"Kau bernar, Apakah pemuda itu mampu, Aku melihat dia hanya berada di tingakatan yang sama dengan ku, Tapi kekuatan nya mampu bersaing dengan tingkatan yang berada di atas nya.
itu suatu hal yang luar biasa, Mungkin memberikan nya waktu untuk berkembang, Di masa depan dia akan mencapai tingkatan yang tak bisa kita bayangkan" Ucap yue Ao Dalu mengatakan penilaian nya
Sedang kan Zhang San membuat Api itu semakin membesar dan rasa panas yang keluar dari tubuhnya dapat melayukan rerumputan yang berada di sekitar nya, Seperti sebuah lingkaran besar yang di buat dengan sengaja..
Ming Shao mundur menjauh, Sekali lagi dia harus mundur melawan orang yang berbeda satu tingkat dengan nya.
Zhang San tak menutupi tingkatan nya yang sekarang berada di tingkat Dewa Bumi tahap puncak, karna memang tidak sempat dan tidak di perlukan untuk penyamaran.
Jika itu di tebaskan mungkin akan ada gunung yang hancur dengan sekali tebasan nya.
Zhang San juga mengeluarkan pedang nya, Meski pun tak sebesar milik Ming Shao. Tapi Zhang San sangat yakin pedang miliknya tak akan kalah dengan pedang besar itu..
Dua orang berlari saling mendekat satu sama lain dengan pedang yang sama sama berada di tangan hanya yang membedakan Ming Shao memegang pedang nya dengan tangan kiri nya, Entah mengapa Mungkin saja dia memang kidal..
Sreeeeng....! Udara terasa bergetar ketika dua pedang berbeda bentuk itu beradu. dalam setiap tebasan mereka mengeluarkan hawa panas yang hampir sama. mereka sama sama terdorong mundur.
Zhang San dengan tingkatannya yang berada dilevel berbeda dengan Ming shao mampu mengimbangi serangan kuat Ming Shao, Mungkin di karnakan Ming Shao sudah mengeluarkan hampir lima puluh persen kekuatan nya melawan Yue Ao Juan jadi karna itu dia bisa mengimbangi, Atau juga karna hal lain yang memang membuat Zhang San mampu. Entah lah.
__ADS_1
Dentang..! Dentang..! Dua pedang kembali beradu dan mereka terus menyerang, terkadang di udara, terkadang di tanah, Dan setiap tebasan yang mereka lakukan meninggalkan jejak ke hancuran.
Melihat kehancuran yang terjadi di kota itu, Zhang San mulai menggiring Ming Hao untuk segera menjauh dari kota. dan di balik gunung yang besar mereka saling berhadapan dengan teknik yang sudah mereka siapkan.
Zhang San dengan Pedang bintang menyala dengan api berwarna ungu yang berkobar
Ming Shao dengan pedang besar yang berisi Qi kematian yang mencekam.
"Menyerah lah anak muda, Ikut saja dengan ku, kita akan menguasai dunia, Dengan kekuatan ku dan juga kekuatan mu tidak akan ada yang bisa mengalahkan kita bersama" Ucap nya sambil menggemgam tangan nya bersemangat. Karna dia merasakan kekuatan orang yang di hadapan nya ini tak kalah dengan nya dan butuh banyak usaha untuk menang.
"Bagaimana? apa kau mau menerima ajakan ku?" Tanya nya lagi.
"Sebenar nya aku juga berpikir begitu, Bagaimana jika kau tunduk padaku, Dan kau akan membantu ku untuk mendamaikan dunia" Sahut Zhang San dengan senyuman.
"Kau terlalu naif jadi manusia, Dunia ini tidak akan pernah damai, Karna akan selalu ada kejahatan di antara kebaikan, Nikmati saja hidup ini, mengapa harus repot untuk mendamaikan dunia?" Ucap nya lagi, Dia ingin terus mengulur waktu sembari mengajak pemuda itu ikut dengan nya.
"Kau benar, Aku memang naif jika aku sendirian, Tapi jika orang sepertimu mau tunduk kepadaku, Maka itu akan terlaksana, Bagaimana? apa kau tertarik menjadi bawahan ku?" Tanya Zhang San sambil tersenyum.
Dia sadar Ming Shao tengah mengulur waktu untuk memulihkan kondisi nya yang sekarang. Tapi dia mencoba untuk memprovokasi Ming Shao agar terpancing amarah nya.
"Brengsek..!" Teriak nya langsung menyerang Zhang San yang masih melayang di udara.
Pedang besar dengan Qi Kematian menebas mengirim selarik cahaya berwarna hitam pekat yang bisa menggulung apa saja yang ada di lintasan nya.
Zhang San juga mengirim dua larik cahaya berwarna merah dan ungu dengan tebasan yang bertumpang tindih.
__ADS_1
Duar....! Ledakan besar terjadi di udara.
Kemudian mereka sama sama mendekat dan beradu pedang lagi, Lepas terjalin, lepas terjalin seperti itu beberapa kali terulang.