ZHANG SAN

ZHANG SAN
Rencana dua Patriak


__ADS_3

Setelah memisahkan koin emas, senjata dan bahan herbal yang di temukan nya dari tiga cincin dimensi itu. Kemudian dia membuka celah dimensi lalu memasuki nya. Dia langsung menuju kediaman ketua di visi obat. Lalu menyerahkan bahan herbal untuk di jadikan Pil penerobos alam dan Pil lain nya yang di perlukan untuk anggota sekte nya yang sekarang tersisa dua ratus orang saja..


Lalu dia terbang kembali ke arah penjara. Setelah sampai dia membuka pintu dan melihat Yan Shong sedang menatapnya dengan kebencian lalu Zhang San berkata. "Klan Yan telah dihancurkan. Jadi hilangkan wajah angkuh mu dihadapan ku, Jika kau tetap ingin hidup. Jadi lah anak buah ku, jika kau ingin mati, akan ku kabulkan" ucap nya lalu membuat satu kursi untuk nya duduk. "Tentukan pilihan mu sekarang" ucap nya tanpa penekanan.


Namun pilihan itu sendiri adalah penekanan mental. Yan Shong ingin hidup. Tapi tak ingin jadi bawahan. Lama dia berkutat dengan pertimbangan nya. Akhir nya dia memutuskan untuk tunduk. "Aku ingin hidup" ucap nya.


Lalu Zhang San mengedar kan energi nya kemudian berkata dengan lantang. "Siapa yang ingin hidup maju kedepan" ucap nya menghadap tiga ratus enam orang yang lain nya.


Satu persatu maju. Dan hasil akhir. Hanya ada dua ratus sepuluh orang yang mau tunduk. Sisa nya langsung meledak tanpa kata dan tanya.


Aku akan mengikat jiwa kalian dengan jiwa ku. Agar siapapun yang berniat menghianati ku akan langsung mati di tempat.


Zhang San mengangkat kedua tangan nya. Lalu membentuk sebuah segel. Terlihat sebuah cahaya terbentuk di ujung jari nya. Lalu dia lepaskan ke semua orang.


Setelah beberapa sa'at mereka pun berlutut dan berkata serempak. "Kami menunggu perintah"


Zhang San tersenyum senang. Karna segel yang dia lakukan berhasil. Padahal ini percobaan pertama untuk nya. "Ikuti aku" ucap nya langsung melesat terbang.


Semua orang mengikuti nya. Lalu sampai di sebuah sekte yang megah. Sekte yang sudah terbentuk sempurna. Lalu mereka mendarat di tanah lapang di tengah tengah antara bangunan sekte.


"Gu Hui" panggil nya. Setelah melihat Gu Hui sedang melatih para murid yang masih berada di tingkat prajurit.


Gu Hui menoleh dan menemukan patriak muda nya disana. "Salam patriak muda" ucap nya menunduk kepala

__ADS_1


Para murid yang mendengar guru Gu Hui menyapa patriak langsung mengalihkan muka dan serempak berkata "Salam Patriak Muda" ucap mereka membungkuk setengah badan.


Zhang San melambai tangan kepada mereka lalu berkata, "aku meminjam sebentar guru kalian" ucap nya sambil memberikan cincin yang berisi senjata kepada salah satu dari mereka. "Tolong bagikan dengan yang lain. Jika kurang, bilang saja dengan Guru Gu Hui nanti" ucap nya lalu berbicara dengan Gu Hui.


Semua murid itu sangat bersemangat. "Terima kasih patriak" terdengar dari telingan Zhang San namun dia tak lagi menghiraukan nya.


"Ada apa patriak mencari ku?" Gu Hui langsung mengajukan pertanyaan.


"Aku membawa dua ratus lebih orang. Tempat kan mereka di halaman yang baru. Mereka akan menjadi tambahan pasukan kita"


"Baik, saya akan melaksanakan nya" ucap Gu Hui lalu mengarahkan mata nya ke dua ratus orang lebih itu. Dan meminta mereka untuk mengikuti nya.


Setelah itu Zhang San memasuki menara kultivasi lalu dia berkultivasi di puncak menara....


Kegemparan terjadi pada keesokan hari nya. Kabar tentang hancur nya klan Yan menyita perhatian Publik. Dan kabar kematian Patriak Duan Jing juga tak disangka- sangka.


Dua patriak penguasa wilayah Mengadakan diskusi ringan tentang kabar yang menyebar. Sekaligus mengkomfirmasi kebenaran nya.


Pertemuan di adakan di kota Sanjiang, bertempat di salah satu resto bintang lima terbaik di kota itu.


Jiang Bohui sebagai tuan rumah yang mengundang dihadiri oleh patriak Jia Lou penguasa wilayah tenggara, dan patriak Wu Daimin penguasa di wilayah Utara.


"Bagaimana menurut kalian tentang kabar ini?" Tanya Jiang Bohui sambil mempersilahkan yang lain menikmati makanan serta minuman yang di sediakan.

__ADS_1


Jia Lou yang pertama menyahut. "Aku sudah mengirim anggota ku untuk memastikan wilayah Klan Yan. Dan ternyata berita itu memang benar. Kini kediaman Utama Klan Yan hancur. hanya tersisa desa- desa kecil dari klan pengikut nya yang menyerah dan tunduk dengan Yu Tai Ba. Mungkin wilayah itu akan segera di akuisisi oleh Yu Tai Ba sebagai rampasan perang"


"Aku rasa itu benar, namun yang sekarang jadi tanda tanya besar. Kenapa Yu Tai Ba tidak bergerak untuk menghancurkan Klan Duan? Bukan kah kabar nya Klan Yan bersatu dengan Klan Duan untuk meratakan Klan Yu?" Wu Daimin bersuara menimpali.


Jiang Bohui manggut manggut lalu bertanya kepada mereka berdua "Apakah kalian tau siapa yang membantu Yu Tai Ba.? Aku rasa dengan kekuatan nya sendiri. Dia tak mungkin menang melawan Yan Shuilong yang kata nya sudah setengah langkah di tingkat dewa. Apalagi dia sudah lama menutup diri dari dunia luar. Besar kemungkinan dia sudah berada di tingkat dewa"


Wu Daimin segera menjawab. "Dari informan ku yang ku susup kan kewilayah utara. Kata nya ada seorang pemuda dan seorang tetua yang membantu nya"


"Hanya dua orang?" Sahut Jia Lou dan Jiang Bohui bersamaan.


"Kata nya salah satu dari mereka berada di tingkat dewa" Ucap Wu Daimin lagi sambil tersenyum misterius.


Dua orang itu saling berpandangan, lalu Jiang Bohui berkata "Berarti kita tak bisa memakan daging matang ini, apakah kita harus merelakan nya untuk Klan Yu.?"


"Aku rasa tidak, jika di biarkan dia menguasai tiga wilayah. Kita akan celaka" Wu Daimin membumbui.


"Kurasa itu ada benar nya. Lalu apa yang harus kita lakukan. Apakah kita akan merebut nya. Atau kita akan menyerang Klan Yu juga seperti klan Yan dan Duan?" Jia Lou mengutarakan isi hati nya.


"Itu bisa saja kita lakukan, karna ku mendengar patriak Yu Tai Ba kehilangan Tangan nya sewaktu betarung dengan Yan Shuilong. Dan anak nya sedang terbaring di ranjang, jadi ini kesempatan besar untuk kita menguasai langsung tiga wilayah. Dan kita akan membagi nya rata." Wu Daimin berkata sambil memikirkan sesuatu "Setelah itu giliran kalian nanti yang akan mati. Dan aku lah yang akan menjadi penguasa benua Tianwu ini" sambil tertawa dalam hati nya.


"Kalau begitu, persiapkan pasukan kalian. Aku akan kembali lebih dulu" kata Wu Daimin lagi. Kemudian dia undur diri dan melesat terbang ke kediaman nya...


Setelah sampai di kediaman nya. Wu Daimin lalu berkata kepada seseorang. "Apakah benar dia yang telah membunuh keponakan ku Wu Tian?" Tanya nya kepada Wu Jiauji yang sekarang berada di benua Tianwu...

__ADS_1


__ADS_2