
"Teknik Kapak Naga Hitam, Putaran Sayap Naga" Xia Guhui melompat dari tempatnya dengan menghentak kan dua kaki miliknya. dengan cepat dan ganas dia berputar di udara membentuk sebuah putaran tornado yang bisa mencincang seseorang jika masuk kedalam areanya.
Zhang San mengambil langkah mundur dua langkah lalu menghilang dari tempat itu dan muncul di dahan Pohon besar.
Boommm...! Serangan Xia Guhui menghantam tanah, dan jelas terlihat kawah yang besar tercipta dari hasil serangan itu.
Tapi sayang tidak mengenai targetnya. "Hei kenapa kau menghindar, Apa kau tidak berani menahan seranganku" Teriak nya sambil mempertajam indra sepiritualnya untuk melacak keberadaan pemuda itu. "Cepat muncul pengecut" Teriaknya lagi lalu dia menghantamkan energi yang tersisa dari tekniknya itu kearah Gubuk Milik Xia Meng.
Baaam..! Serangan itu seperti terhalang oleh sesuatu. Hampir saja jantung Xia Meng terjatuh karna dia memikirkan ibunya yang sedang istirahat didalam dan untungnya ada sesuatu yang menghalangi serangan itu, jika tidak mungkin saja dia dan ibunya dan segala gubuk kecilnya itu hanya akan menjadi butiran debu.
Zhang San melentingkan tubuhnya kebawah dan mendarat di belakang Xia Guhui, segeda Xia Guhui berpaling ketika merasakan ada aura yang berada dibelakangnya.
Zhang San menguap, "Apakah bantuan yang kau harapkan belum datang? lama sekali dia, jika begini terus kau bisa mati lebih dulu" Ucapnya santai tanpa ada sedikitpun kegelisahan meski ada bantuan yang datang.
Blink..! Zhang San menghilang, Xia Guhui segara mengedarkan pandangannya ke segala arah dengan memutar badannya.
Zhang San muncul dari atas dengan telapak tangan terbuka membentuk cakar dan menangkap kepala Xia Guhui dan mencengkramnya dengan kuat,
Xia Guhui terkejut dan langsung mengangkat kapaknya keatas dan mengibaskannya, Set Set Sat.
Tapi Zhang San tidak melepaskan cengkraman nya dikepala Xia Guhui dengan tangan kosong Zhang San menangkis kapak itu.
Zhang San memberi tekanan dikepala Xia Guhui membuat tubuhnya perlahan masuk ketanah dimulai dari kaki yang mulai tenggelam.
__ADS_1
Setelah itu Zhang San membalik badan dan menginjak kedua bahu Xia Hugui dan lebih menenggelamkannya ditanah hingga yang tersisa hanyalah kepala.
"Brengsek, Lapaskan aku" teriak Xia Guhui yang tak bisa lagi menggerakkan tubuhnya. Karna Zhang San sedikit menyegel energi Qi milik Xia Guhui jadi dia hanya bisa berteriak.
"Berteriaklah hingga suaramu parau, Atau kau diam dan menunggu bantuanmu datang" Ucap Zhang San lalu melentingkan tubuhnya kedahan pohon yang besar.
"Lepaskan aku, Cepat, Brengsek, Kau akan mati jika Patriak yang datang" Teriaknya 'Sial, aku bahkan tidak bisa menggunakan telepati untuk mengabari patriak. Semoga Xia Bai tidak datang sendiri, jika sendirian sama saja cari mati'
Zhang San duduk santai bersandar dibatang pohon sambil memakan Buah yang sempat dibelinya dijalan sebelumnya. sembari menunggu pertunjukan yang akan terjadi.
Huaaaah! "Menunggu lama membuatku mengantuk" Dia pun memejamkan mata hingga tiga aura datang dan langsung mendekat. Zhang San melirik sebentar lalu memejamkan matanya lagi.
"Guhui! Kenapa kau seperti ini?" Xia Bai berdecak dan sedikit bingung melihat Xia Guhui yang hanya kepalanya saja yang muncul dipermukaan sedangkan tubuh nya terperangkap didalam tanah.
"Kalian berdua bantu Tetua Guhui" Xia Bai langsung menyuruh doa orang yang dibawanya untuk membantu "Seperti apa orangnya yang mampu mengalahkanmu tanpa adanya kerusakan yang besar?" Xia Bai seakan tak percaya ketika melihat sekitar tidak hancur, hanya ada kawah yang besar itupun hanya satu saja. dia sekali lagi menggelengkan kepalanya melihat kenyataan. 'Jika tetua Xia Guhui yang berada ditingkat surga tahap awal saja begitu mudah dikalahkan, Artinya bantuan yang datang tidak akan memperngaruhi musuh, artinya kami semua mencari kematian saja jika melawan, dan jika tetua Guhui tidak dibunuh itu berarti dia dijadikan sebuah umpan' memikirkan Hal itu lagi dia segera sadar dan terbang menjauh sembari berteriak "Aaaawas...!"
Booooommm.. Duaaar..! Tiga orang itu langsung meledak secara bersamaan tanpa sisa. dan getarannya mampu menghempaskan bukit yang ada dibelakang sana. gelombang kejut yang dahsyat juga menyapu pepohonan hingga Zhang San yang berada di Dahan Pohon rambutnya ikut terangkat tapi dia bahkan tidak bergerak. Sebuah senyuman terbentuk dibibirnya.
"Sial, Untung aku segera menjauh, Jika tidak aku akan segera mati dengan ledakan itu, Orang seperti apa sebenarnya yang sudah diprovokasi Klan Bayangan" Xia Bai segera berbalik dan terbang tapi satu sosok begitu cepat menghadang dan berdiri didepannya.
'Apakah pemuda ini yang melakukannya, Dia terlihat sederhana saja, Tapi jika mampu mengalahkan Xia Guhui artinya dia tidak sederhana, Tapi aku tidak yakin bahwa dia mampu, Aku yakin ada seseorang lagi, Mungkin gurunya. ya pasti gurunya'
Dalam hatinya Xia Bai terus saja berpikir tentang kemungkinan itu tanpa sempat lagi berpikir hal yang lainnya seperti mengabari patriak Xia Lang tentang keadaan yang terjadi.
__ADS_1
Zhang San mengayunkan tinjunya saat Xia Bai masih berpikir, ketika dia tersadar tinju itu sudah sangat dekat dengan wajahnya, Hanya dengan silangan tangan sederhana Xia Bai mencoba untuk menahannya. namun itu tak mungkin bisa.
Wuuush.. dia meluncur kebawah seperti batu yang dilempar dari ketinggian, Sangat cepat, bahkan ada bunyi angin yang menderu.
Duaaar... Hanya dengan pukulan sederhana tanpa teknik mampu membuat Tingkat dewa surga tahap awal begitu tidak berarti.
Zhang San memang tidak mengganggapnya, karna membunuh Dewa Surga sekarang baginya hanya membutuhkan sedikit usaha.
Guaaaak... Xia Bai langsung muntah darah dan merasakan tulang punggungnya ada yang patah.
"Pukulannya sangat kuat aku harus mengabari patriak secepatnya"
Zhang San muncul didepan Xia Bai dan langsung menggunakan Pedang tanpa wujudnya dan mengayunkan ke arah Leher.
Seeeeet... Buuusss! kepala nya menggelinding dan darah menyembur memenuhi area sekitar tubuh nya.
Zhang san mengeluarkan kain berwarna putih lalu membungkus kepala Xia Bai, "Xia Meng, keluarlah, aku perlu bantuanmu" Ucap Zhang San.
Xia Meng langsung keluar dari gubuknya, sebelumnya dia bersembunyi didalam dan memeluk ibunya yang masih tertidur tak tau keadaan diluar yang terjadi.
"I-iya tuan, Xia Meng ada disini" Sahutnya dengan gemetar, dia tak menyangka kekuatan penolongnya akan sangat luar biasa, 'Aku ingin mengikutinya hingga akhir hidupku, semoga dia mau mengangkatku menjadi murid' dalam hatinya memantapkan keinginan itu
"Tunjukan arah ke Klan Xia" ucap Zhang San lalu menyelimuti tubuh Xia Meng dengan Energi sepiritual dan membawanya terbang mereka pun melesat ke kediaman Klan Xia nama samaran dari Klan Bayangan.
__ADS_1