
Pagi pun datang dengan suka rela. Namun hawa dingin masih terasa di wilayah utara. Jika bukan energi api matahari yang di alirkan kedalam darah nya. Mungkin darah nya akan membeku..
Setelah membersihkan diri dia memakai pakaian yang baru. Lalu keluar dari kamar.
Dia menemukan Dong Hu sedang berdiri di depan pintu. Sudah bersiap dengan tangan terangkat untuk mengetuk pintu.
"Ayo kita pamit kepada patriak Yu" Zhang San berjalan lebih dulu lalu mendapati Yu Qin Chang dan dia pun memanggil nya.
"Saudara Chang..!!"
"Kebetulan sekali. Sebenar nya aku ingin ke kamar mu. Ayah ku sedang menunggu di ruang makan, ayo ikuti aku.." Lalu mereka berbincang santai sambil berjalan dan Yu Qin Chang menceritakan masalah nya dengan Yan Shong.
"Mungkin beberapa hari lagi, Para tetua dari Klan Yan akan datang kesini. Karna ku tau. Yan Shong adalah keponakan tercinta dari patriak Yan Shuilong," terlihat hela'an nafas yang berat keluar dari Mulut Yu Qin Chang.
Beberapa langkah lagi mereka pun sampai di ruang makan. Lalu menyantap makanan yang tertata rapi di meja. Makan sederhana namun tidak terlihat murahan.
Semerbak harum wangi makanan menggugah selera. Hidung ketua Dong terus maju kedepan dan tak sabar air liur nya tertelan. Meski pun kultivator tidak makan untuk waktu yang lama. Tidak membuat mereka kelaparan. Namun tidak dapat di pungkiri. Kenikmatan dari suatu makanan akan tetap di minati oleh lidah.
Tanpa bicara mereka makan dengan lahap. Selesai makan baru lah mereka berpindah tempat lagi keruangan yang lain nya. Ruangan santai untuk berbincang..
Wuuuuuushh....! Tekanan angin menghentak permukaan es. Dari udara terlihat beberapa orang sedang melayang memberikan getaran pada kota CangYu. Semua orang yang berada di di kota itu pun keluar dari rumah mereka.
Patriak Yu Tai Ba melayang mendekati orang orang itu. Lalu dia melayangkan pertanya'an. "Apa maksud kalian begitu berani mengusik ketenangan kami" tatap nya dengan marah.
"Kami hanya bertanya satu kali. Mana Yu Qin Chang?" Ucap salah satu dari mereka. Terlihat dari lima orang yang melayang itu berada di tingkat kaisar tahap menengah tiga orang dan dua orang di tingkat suci tahap awal.
"Hanya dengan lima orang kalian berbicara seolah raja di wilayah ku. Begitu arogan sekali." Ucap Patriak Yu Tai Ba yang kesal dengan mereka yang tak menghormati pemilik wilayah.
Mendengar nama nya yang di cari Yu Qin Chang di temani oleh Zhang San dan Dong Hu melesat ke atas langit.
__ADS_1
"Aku Yu Qin Chang. Ada apa mencari ku?"
Tanpa menjawab. Mereka berlima langsung menyerang Yu Qin Chang.
"Kalian terlalu berani tidak memandang diriku" ucap Yu Tai Ba menghadang dua orang yang berada di tingkat suci tahap awal. Sedangkan tiga orang yang lain nya melesat ke arah Yu Qin Chang dan Zhang San serta Dong Hu.
"Bantulah patriak Yu" Zhang San memerintahkan tetua Dong, yang langsung bergerak mendekati Patriak Yu.
"Saya akan membantu" ucap Dong Hu setelah berada di samping Yu Tai Ba.
Pertarungan antar tingkat suci tak terelak kan lagi. Patriak Yu tak ingin Kota CangYu hancur dia pun membawa pertarungan mereka menjauh setelah menedang salah satu dari tingkat suci.
Lalu dia meluncur seperti roket mengejar orang itu. Lalu patriak Yu muncul di belakang nya. "Siapa yang memerintahkan kalian mengincar anak ku?" Tanya nya sambil melepaskan tebasan pada punggung pembunuh bayaran tersebut.
Pembunuh bayaran itu langsung hilang. Tebasan itu hanya mengenai udara kosong.
Suara pedang terdengar nyaring berbenturan. Mereka sama- sama mundur. Lalu maju kembali mengadu pedang. Setiap tebasan dari mereka menciptakan Fluktasi energi tipis diudara. Namun membuat getaran terasa sampai ke kota CangYu.
Pertarungan mereka terus berlanjut hingga semakin menjauh dari kota. Lalu Patriak Yu mengeluarkan Teknik terbaik nya. "Teknik Tingkat Ketiga. Kristal keabadian" gumam nya rendah. Namun tebasan itu langsung membekukan tubuh musuh nya. Lalu hancur perlahan bagai butiran kristal berhamburan...
Di tengah Kota CangYu. Kepanikan terjadi kepada penduduk.
"Siapa kah yang begitu berani menyerang Wilayah utara." Entah dari perwakilan Klan yang mana berbicara. Yang pasti nya Tiga Klan Kecil di bawah kepemimpinan Klan Yu bergerak mengirim perwakilan nya. Yang berada di tingkat kaisar tahap awal hingga tahap puncak.
Kembali ke pertarungan, Yu Qin Chang mengalirkan energi es kedalam bilah pedang nya. Sesa'at kemudian hawa dingin seakan terhisap kepedang nya. Lalu dia menggunakan teknik nya.
"Teknik Tingkat Kedua. Salju Beku"
Dia pun melemparkan tebasan nya yang terlihat lembut. Namun mematikan. Karna apabila musuh terkena telak teknik ini. Darah nya akan membeku. Dan tubuh nya akan kaku, lalu menunggu sentuhan akhirnya saja.
__ADS_1
"Teknik tingkat ketiga. Cakar Raja Harimau" Seluit berbentuk kepala harimau berada di belakang punggung nya.. Pembunuh bayaran itu memakai sarung tangan yang berbentuk cakar sebagai senjata utama nya.
Dia melesat kedepan. Dia menghantam cakar besi nya ke arah pedang salju Beku. Seketika terjadi lonjakan energi yang kuat. Membuat Yu Qin Chang mundur. Namun pembunuh bayaran itu bukan mundur melainkan Dia terpelanting ke atas. Terlihat kecil di atas sana. Lalu Yu Qin Chang terbang menyusul dan menebaskan lagi pedang nya dengan telak membelah tubuh pembunuh bayaran itu.
Darah berhamburan dari atas mewarnai putih nya salju di bawah.....
Sedang kan Zhang San dengan mudah melawan dua orang yang berada di tingkat kaisar tahap menengah itu.
Mereka kebingungan melihat seorang pemuda yang dengan mudah menghindar dan menangkis serangan gabungan dari mereka berdua.
Bahkan masih dapat melukai mereka. "Seberapa kuat pemuda ini, potensi nya sangat luar biasa. Tapi sayang dia harus menjadi lawan kita" ucap salah seorang dari mereka.
"Ayo kita gabungkan kekuatan" jawab pembunuh bayaran di sebelah nya.
"Teknik tingkat ketiga, Pedang Sunyi"
"Teknik Tingkat kedua, Tinju Setan"
Tidak ada suara dari pedang itu. Hanya energi hitam saja yang terkumpul dan terlihat dalam serangan nya. Menyatu dengan tinju yang bergemuruh seakan orang akan mati jika terkena tinju itu.
BOOOM.!! hanya udara kosong. Tidak ada orang disana yang terkena.
Zhang San tersenyum. Lalu dia menghilang dari pandangan mereka berdua. Membuat kejutan di hati mereka.
Tiba- tiba saja kepala mereka ada yang memegang. Kraaaak.. Kraaaaak..! Dua kepala itu terpelintir lalu jatuh dengan cepat ke bawah. Hingga membuat lubang di jalanan es itu...
Sedangkan Tetua Dong juga telah menyelesaikan pertarungan nya. Dia juga tak mengalami kesulitan berarti. Meski dia terlihat terluka di tangan nya. Namun tidak meninggalkan luka yang dalam juga serius.
Mereka berempat pun berkumpul kembali, lalu turun dan menenangkan para penduduk kota CangYu yang panik..
__ADS_1