
Feng Yaya sangat kesal karna harus merawat wanita itu, 'Bukan kah cantikan aku, Kenapa guru peduli dengannya' Pikirannya mengacaukan fokusnya. Hingga bajunya terjepit ketika dia menutup pintu dengan kakinya dan dia harus terjatuh dengan makanan yang berhamburan dilantai yang berwarna hitam itu.
'Guru, Murid?' Ao Zisi berpikir dalam hatinya dengan pertanyaan yang mengusik sembari membantu untuk membersihkan makanan yang berada dilantai.
"Siapa Gurumu?" Tanya nya dan menyerahkan nampan berisi makanan kotor ketangan Gadis didepannya.
"Kau bahkan tidak tau siapa Guruku, Kenapa guru jadi membawamu kesini? Aku bingung, "Terlihat Feng Yaya berpikir sejenak, 'Mungkin saja dia tidak tahu kalau guru memiliki dunia dalam jiwanya, Atau juga guru belum memberitahu rahasia yang dimiliki guru sebenarnya.'
"Ditanya malah bengong" Ucap Ao Zisi melambaikan tangannya di depan wajah Gadis muda dihadapannya.
Pintu terdorong dengan pelan, Dan langkah kaki terlihat memasukinya. "Sayang...!" Ao Zisi langsung bangkit dan berlari mengejar Zhang San yang berdiri di depan pintu kamarnya.
Lalu dia mengeluarkan uneg-uneg ketakutannya karna diculik oleh bangsa Iblis dengan penuh air mata yang bercucuran.
Zhang San mengelus lembut pucuk kepala Ao Zisi dan berbisik ditelinganya, "Tenang saja aku sudah menangkap iblis yang menculikmu"
Feng Yaya melihat mereka berpelukan merasakan sakit dalam hatinya, Entah mengapa dia tak ingin gurunya dekat dengan wanita manapun, Apalagi ini di depan matanya, mau marah tak cukup alasan. Hanya memendam kesal saja bisanya kemudian berdehem "Ehmm, Mataku perih melihat guru memeluknya" Ucap Feng Yaya lalu dia melewati dua orang itu yang tersenyum melihat wajah kesalnya.
"Dia benar muridmu?" Tanya Ao Zisi setelah Feng Yaya menutup pintu
Tanpa kata Zhang San hanya mengangguk saja. dan menggendong Ao Zisi ala putri, Jelas Ao Zisi terkejut dia pun melingkarkan kedua tangan nya memeluk leher Zhang San,
Zhang San menurunkan dengan lembut Ao Zisi dan mengukungnya dalam pelukannya. Entah mengapa wanita itu membuatnya ketagihan.
Bibir merah menggoda yang terbuka hendak berkata sesuatu seketika tercekat karna telah tersesap oleh Zhang San dengan lembut, Ao Zisi membalasnya dengan menjulurkan Lidahnya. dan mereka saling bertaut rasa.
Dengan perlahan jari jemari Zhang San mulai meraba kepala, Ao Zisi merasakan sentuhan jemari yang mengusap tengkuknya dan menyentuh bagian dalam telinganya dengan sedikit gosokan disana membuat tubuhnya sedikit bergetar.
Zhang San mulai aktif untuk melepaskan setiap apa yang melekat ditubuh wanita itu dengan cekatan dia pun melemparnya kesamping.
__ADS_1
Tidak ada keraguan dimatanya lagi, Dengan tatapan yang penuh dengan kasih sayang, Zhang san menurunkan pandangannya kearah dua Melon besar yang terpampang didepan matanya.
Dengan tangan kanannya dia menyentuh pucuk kecil yang mulai tumbuh akibat rang..sangan yang dilakukan oleh Zhang San dan membelainya sebentar lalu menyesap dengan penuh godaan.
"Jangan menggodaku terus Kak! Cepat lakukan" Ucap Ao Zisi dengan nafas yang memburu.
Tapi Zhang San belum mau menuntaskan sesi itu, Dia mengarahkan tangan kanannya kebawah, Perut, dan terus menyusur kebawah..
Ao Zisi membuka kedua pahanya tanpa sadar, Dengan Lidah yang terus menyapu pucuk itu, Dengan jari yang mengosok pelan bunga berwarna pink itu, Mulai terdengar Era..ngan yang mengasikkan.
Yang mengisi seluruh pendengaran Zhang San.
"Sudah Kak, Ugh...." Pekik Ao Zisi yang langsung menarik kepala Zhang San dan menciumnya. lalu mengapit pinggang Zhang San dan mengarahkan Tongkat sejati kedalam miliknya.
"Ugh..." Lenguhan kesenangan merangsak masuk, Segera memenuhi lubang yang dalam
Zhang San dengan pelan menekan dan memperlakukan dengan lembut, setiap gerakannya penuh dengan intuisi.
Zhang San menahan, Tak menggerakkan pinggulnya dan membiarkan miliknya tertanam didalam sana. sembari tangannya meremas melon itu dan menyesapnya dengan lembut.
Mendapati perlakuan itu, Kembali Ao Zisi yang menggerakan pinggulnya sekarang mengikuti sesuai keinginan hatinya. dengan penuh kesenangan yang meliputi batinnya.
Zhang San sudah merasakan energi terua berkumpul disekitarnya. kemudian dia menggerakkan pinggulnya dan memompa dengan cepat.
Kulit beradu terus membisingkan kamar dengan racauan yang mendalam, Ao Zisi menekan kan kuku panjangnya dan masuk kedalam kulit Zhang San yang terus saja memompa tanpa peduli lagi dengan kulitnya yang terluka sedikit.
"Kak, berhenti Kak.....Ug Aku Sampai... Tidak" Pekik Yue Ao Zisi sambil menggelengkan kepalanya
"Tahan sebentar...." Teriak Zhang yang terus mempercepat gerakannya.
__ADS_1
Tombak pusaka itu terus keluar masuk melesat dengan cepat tanpa ampun dengan tubuh mengejang menembakkan lahar panas yang bersatu didalam sana, Setelah merasakan Ao Zisi sudah melepaskan lahar miliknya.
Zhang San langsung memindahkan tubuhnya disamping Ao Zisi dan menyibak kan rambut panjang Ao Zisi yang menutupi wajahnya yang kelelahan.
Kemudian dia berpindah mencari tempat duduk karna energi besar sudah merangsak masuk kedalam dantiannya dan mengisi penuh meridiannya. dia duduk bersila dengan kedua tangan di pahanya.
Zhang San menelan Pil Penerang Hati yang dibuat oleh Han Oyang untuk peningkatan nya ke tingkat Dewa Langit tahap awal.
Duar.......! Suara teredam kecil terdengar dari tubuh Zhang San. Dia tersenyum bahagia ketika membuka mata, dengan kultivasi ganda yang baru dia selesaikan, dia mendapat manfaat yang besar karna bisa menembus penghalang Dewa Langit.
Terasa getaran yang luar biasa dirasakan nya mengalir di setiap otot dan darahnya, Dia merasa bisa menghancurkan gunung besar hanya dengan satu lambaian tangannya. "Kekuatan Dewa Langit memang luar biasa, Meski aku tak bisa melawan Dewa Langit tahap Puncak, Tapi aku masih bisa mencuri Api Hitam dengan teknik Yang sudah ku pelajari dua hari ini yang sama dengan dua ratus tahun di menara kultivasi"
Zhang San langsung keluar dari dunia jiwa. Tapi sebelum itu dia sudah menyiapkan delapan bayangan untuk mengecoh Tiga dewa langit tahap Puncak itu.
...........
Fluktasi udara terbuka ketika sebuah portal dimensi muncul.
Tiga orang itu langsung berdiri dari duduknya karna merasakan energi asing hadir ditempat yang mereka tandai.
"Akhirnya dia keluar setelah menunggu selama dua hari" Ucap Patriak Yi dengan wajah kesal.
Bayangan Zhang San langsung melesat dengan cepat, dengan menunjukkan Kultivasi di tingkat dewa langit tahap awal.
"Cih Dewa Langit Tahap awal, Hanya karna dia memiliki dunia jiwa, Maka dia bisa lolos sebelumnya. tapi tak mungkin lagi bisa lolos karna kita akan menangkapnya." Ucap Sou Shang yang melesat kearah kanan. dan Patriak Yi berada ditengah sedangkan Sou Yu berada dikiri.
Mereka mengepung bayangan itu dengan seringai.
Zhang San keluar bersama tujuh bayangan nya yang lain lalu menerintahkan mereka untuk mengacak ngacak kediaman itu.
__ADS_1
"Dua diantara kalian akan bertuga mengumpulkan harta dan juga sumberdaya yang ada. apapun simpan saja dicincin ini!" Pinta Zhang San yang sekarang menuju tempat terlarang dan melumpuhkan beberapa penjaga dengan mudah, Karna dibantu oleh dua bayangan yang juga mengikutinya. sedangkan dua lainnya mulai membakar setiap rumah yang ada.
Kekacauan pun segera terjadi dengan api yang membubung tinggi..