ZHANG SAN

ZHANG SAN
Keluar Dari Jurang Kematian


__ADS_3

"Silah kan tuan" ucap Han Oyang menyuruh Zhang San untuk mengambil nya.


Lalu Zhang San mengarahkan tangan nya kemudian menghisap semua mutiara jiwa itu kedalam cincin dimensi nya.


"Bagaimana dengan pedang ini. Apakah tidak ada sarung nya.?" Tanya nya ke pada Han Oyang.


"Untuk sa'at ini sarung nya berada di tempat lain, jadi tuan simpan saja di lautan kesadaran tuan dan aku akan berada di sana juga, aku akan mengajari cara nya. menyimpan di lautan kesadaran"


"Baik lah, lalu bagaimana cara nya aku keluar dari sini?" tanya Zhang San yg kebingungan


"Tuan tak usah bingung. Tuan tinggal terbang saja lagi keatas. Dan dengan kekuatan jiwa tuan yg sudah di level dewa. Tuan bisa mengontrol energi untuk menerbangkan Pedang Bintang."


"Jadi Pedang Ini juga bisa terbang? Tanya nya dengan terkejut mendengar penuturan Han Oyang.


"begitu lah tuan" jawab Han Oyang santai


"Dunia orang kuat memang berbeda, jadi apakah kau tau setelah tingkat suci, tingkatan apa yg ada di atas nya?"


"Diatas tingkat suci masih ada Tingkat dewa dan tingkat dewa itu di bagi dalam beberapa tingkat dan tahapan.."


"Seperti tingkat dewa bumi. Dewa langit. Dewa syurga. Dan banyak lagi di atas itu tingkatan nya. Dan semua tingkatan di bagi awal, tengah. dan puncak.


Jika nanti kita ke alam yg lebih tinggi maka kau akan mengetahui nya."


"Jadi sekarang kita berada di dunia mana menurut mu paman Oyang?"


"Dewa alam semesta menciptakan dunia yg di bagi tiga. Ada dunia bawah, dunia tengah. Dan dunia atas. Sekarang kita berada di dunia tengah Tanah para kultivator. Dunia bawah di kenal dengan bumi yg di huni makhluk Fana. Dan dunia atas di huni para dewa."


"Terima kasih penjelasan mu paman, sebaiknya kita kembali keatas"


"Aku akan masuk kedalam pedang bintang terlebih dahulu tuan" Ucap Han Oyang langsung berubah menjadi butiran cahaya.


Setelah menemukan tempat dia mendarat. Zhang san menyelimuti tubuh nya dengan api matahari lalu melesat terbang. Hingga beberapa jam berlalu dia akhir nya melihat cahaya.


Wussh tubuh nya mendarat dengan sempurna.


"Aku harus ke Klan Hong dulu baru ke Klan Bai" gumam nya.

__ADS_1


Lalu dia melesat sesuai arah yg pernah dia lewati. Tiga hari terlewat dia pun turun untuk istirahat.


Lalu menelan pil pemulih energi yg dia racik sendiri. Kemudian menyandarkan tubuh nya di batang pohon.


Beberapa sa'at berlalu ketika Zhang San hendak memejam kan mata nya. Terdengar langkah kaki yg mendekat kearah nya.


Lalu dia mengedarkan indra sepiritual nya dan menemukan banyak langkah yg mengejar nya.


Zhang San melompat keatas pohon untuk megawasi keada'an.


"Haha haha haha. Kau tak mungkin lagi bisa berlari"


"Kalian akan menyesal karna berani mengganguku, ayah ku pasti akan membalas kan perlakuan kalian" teriak nya,


"Sudah begini kau berani mengancam kami,"


"Hahahha hahha" tawa mereka terdengar serempak.


"Menyerah lah. Maka kami akan membiarkan mu hidup" Ucap salah satu di antara mereka.


"Xin Qian kau tak bisa lagi berlari" ucap mereka satu persatu.


"Hahaa kau tak perlu tau Xin Qian. Yg harus kau tau adalah kau akan jadi budak nya"


"Cepat ringkus dia" ucap Xin Kangjian kepada bawahan nya.


"Kalian akan menyesal" ucap Xin Qian sambil mengertak kan gigi nya karna marah.


Xin Qian terpaksa melawan dengan sisa tenaga nya yg telah pulih sedikit. Meski tak yakin mampu melawan. Yg pasti dia tak akan menyerah begitu saja pada kenyata'an.


Dua orang langsung maju setelah di perintah oleh Xin Kangjian. Mereka menarik pedang masing- masing. Lalu melompat kearah Xin Qian dengan pedang terhunus kedepan.


Tubuh penuh luka terasa perih digerak kan. Namun untuk keberlangsungan hidup apa pun akan di lakukan.


Xin Qian memasang kuda- kuda nya walau kurang sempurna. Karna kaki nya juga terluka.


Treeeeng... Xin Qian menghalau satu pedang yg mencoba menebas bahu nya kanan nya. Namun dia tak sempat menghalau pedang yg satu nya.

__ADS_1


Sreeeeet.... kain di perut nya terkoyak. Menampilkan kulit putih mulus yg bersinar bagai giok. Hampir saja perut putih nya terluka. Untung nya dia sempat memundurkan tubuh nya kebelakang..


"Sungguh tubuh yg indah" ucap Xin Kangjian dari kejauhan. Dia duduk menonton anak buah nya menyiksa Xin Qian sambil menguap.


Xin Qian terus melawan meski tangan nya sudah terasa kram.


"Pada ahir nya aku akan mati, Ayah, kita mungkin tak kan bertemu lagi, Ma'af karna aku belom bisa membuat mu bahagia" batin nya bergejolak menghilangkan konsentrasi nya.


Pedang nya pun terlepas dan terlempar keatas, tangan nya sudah tak sanggup lagi menggenggam


Dan seketika terdengar suara pedang menderu, Begitu dekat hingga terdengar sangat memilukan di telinga nya, "ini lah akhir nya batas ku" gumam nya lalu mengenang masa kehidupan nya.


"Seandai nya ada kesempatan kedua. Aku akan membunuh mu dengan tangan ku sendiri Xi Kangjian" teriak nya.


Xin Kangjian Hanya tertawa. tak peduli lagi dengan Xin Qian..


Zhang San terus memperhatikan dan mendengarkan apa yg mereka bicarakan. Hingga ketika pedang Xin Qian terlepas dia pun melompat dari pohon dan menedang pedang yg masih berada di udara itu.


Sluup....! Satu roboh.


Treeeeeeeng Zhang San menahan pedang yg hampir menyentuh pangkal leher Xin Qian dengan pedang nya.


Lalu menendang anak buah Xin Kangjian yg terkagum kaku hingga terlempar ke arah Xin Kangjian yg lagi santai menonton..


Kejadian tak terduga itu hanya beberapa detik. Semua anak buah bahkan Xin Kangjian sendiri tidak siap. Terpaksa mereka terhempas karna imbas satu orang yg di terbangkan oleh Zhang San.


"Breksek kau. Kenapa kau lompat kesini" ucap Xin Kangjian memarahi anak buah nya. Dia belom menyadari keada'an sepenuh nya. Hanya setelah dia melihat seorang berada di depan Xin Qian baru dia sadar anak buah nya satu sudah mati.


"Hei siapa kau? kau tak perlu ikut campur urusan kami"


Bukan kata yg jadi jawaban namun suatu tindakan yg menjawab.


"Langkah bayangan"


Crez, creeeez, creeeez..! Tiga kepala jatuh ketika dia melintas. Setelah itu dia berbalik kearah kanan dan menebas satu lagi, Creeeez... seperti tahu yg dipotong begitu mudah bagi Zhang San. Ini pun dia hanya memakai kekuatan fisik nya. Dengan tulang yg sudah di sempurnakan, menambah daya serang dan daya tahan bagi tubuh nya.


Lalu dia muncul di belakang Xin Kangjian lalu menendang punggung nya hingga terjungkir ketanah tepat di depan Xin Qian yg masih tediam kaku.

__ADS_1


Pandangan Xin Qian tak lepas dari sosok orang yg menolong nya. "Dewa mana yg turun untuk menolongku" batin nya...


__ADS_2