
Dua hari telah berlalu, Patriak Chong Ling datang mengetuk pintu kamar yang sekarang di tempati oleh Zhang San.
Dia membawa kabar baik nya, setelah mendapat kan semua herbal yang di minta. Dia bergegas datang. "Nak Zhang, aku sudah membawakan semua yang kau perlukan" Kata nya dengan hati senang karna dapat membantu dalam membangun kultivasi pemuda itu.
Membantu seseorang akan mendapat kan hal baik nya nanti. Itu lah yang juga di harapkan oleh patriak Sekte pedang kebajikan itu.
Pintu berderit bergeser, muncul pula sosok dengan tubuh tegap juga menampilkan sisi yang membuat orang nyaman berada dekat dengan nya.
"Masuk lah patriak, kita bicarakan di dalam saja" dia lalu membuka lebar pintu. Setelah patriak Chong Ling masuk dia langsung menutup pintu kembali. Lalu duduk di kursi yang tersedia.
Tanpa banyak berbasa basi, patriak Chong Ling langsung mengeluarkan apa yang di minta oleh Zhang San, "Di dalam cincin ini semua sudah terkumpul, periksalah.." ucap nya menunggu exspresi Zhang San.
Dengan mata berbinar dia menatap cincin itu lalu mengulurkan tangan nya. Bergegas mengambil seolah ada yang akan merebut dari nya. Dan dia langsung menyimpan nya.
"Terima kasih banyak patriak, Bantuan apapun yang patriak minta saya akan berusaha untuk memenuhi nya. Jika saya mampu atau bisa" dia sambil tersenyum berkata lalu mengulurkan tangan nya ke meja mengambil buah yang tersedia..
"Nanti... Nanti saja membahas masalah itu. Silahkan lanjut kan, aku ada urusan yang lain nya" patriak Chong Ling langsung berdiri setelah berkata tanpa menunggu Zhang San menjawab dia langsung pergi.
Dia mengerti, pemuda itu akan meracik pil. Jadi dia meninggalkan nya. Dia hendak melihat. Namun tak ingin mengganggu.
"Lebih baik aku berkeliling sesa'at" ucap nya lagi langsung terbang meninggalkan jejak cahaya.
__ADS_1
Di dalam kamar nya, Zhang San duduk bersila lalu dia membawa semua herbal yang di perlukan untuk membuat Pil Embun Hati kedalam lautan kesadaran nya.
"Paman, semua bahan sudah ada. Apakah paman bisa mengajari ku cara membuat nya?" Ucap nya di samping Han Oyang yang lagi memasak air.
Han Oyang menolehkan wajah nya sebentar, namun dia tak menjawab. Setelah itu dia kembali ke aktivitas nya. Dia terus mengaduk air yang dia masak tanpa menghirau kan orang di samping nya.
"Paman........!!" Teriak nya di teling Han Oyang.
Han oyang langsung terkejut. Tak menyangka bocah ini berani meneriaki nya. Lalu dia berkata. "Tunggu, bersabar lah....!"
Setelah itu dia menyeduh teh yang harum. Lalu membawa nya keluar dan duduk di gajebo melonjorkan kaki nya.
Zhang San mengikuti nya dengan patuh. Meski terlihat kesal. Setelah melihat Han Oyang bertingkah dia langsung mengeluarkan karpet kecil lalu menaruh bahan yang di perlukan. Tak lupa juga dia mengeluarkan tungku.
"Maksud nya seperti apa paman, jika tak menggunakan tungku bagaimana membuat nya menjadi pil" Sahut nya dengan penasaran
"Lihat, biar aku yang membuat nya. Takut nya kau gagal malah akan membuang bahan berharga ini. Tapi ingat, aku mempraktekkan nya hanya sekali saja. Jika kau ingin membuat pil dewa. Kau harus membuat nya sendiri." Tutup nya langsung berdiri. Kemudian dia mengeluarkan energi Jiwa nya lalu melambaikan tangan nya ke arah herbal.
Herbal nya pun melayang di udara. Kemudian dia mengeluarkan api berwarna biru cerah lalu mengarah kan nya kesemua herbal. Terlihat dari atas semua bahan mulai meleleh namun tak terjatuh seperti ada wadah yang menahan nya.
Dia kemudian menggerak kan tangan nya memisahkan kotoran dan esensi murni. Lalu membuang kotoran itu dengan mengibaskan nya. Setelah itu dia melanjutkan lagi. Terlihat seutas cahaya keluar dari tangan Han Oyang menuju herbal itu. Itu adalah energi jiwa untuk memadatkan Pil. "Padatkan...!" Ucap nya lantang. Beberapa sa'at cairan itu mulai memadat dan mengeras membentuk sebuah pil yang terlihat indah dengan beberapa garis yang berada di tengah nya dan pil itu berwarna merah hati. Han oyang pun menarik kembali api biru nya.
__ADS_1
Zhang San menganga takjub. "Ini luar biasa paman," dia mengungkapkan kekaguman nya akan teknik pembuatan Pil, ini hal baru lagi buat nya. Dia sempat berpikir sudah baik dalam meracik obat. Tapi nyata nya, Itu hanya lah kepuasan yang tidak dapat di banggakan dihadapan seorang ahli.
Pil itu melesat ketelapak tangan Han Oyang setelah dia menarik nya dengan energi jiwa, lalu dia memberikan nya kepada Zhang San sambil berpesan "Jadi lah manusia yang berguna bagi orang lain setelah mendapat kekuatan. Kekuatan itu untuk melindungi bukan menyakiti" ucap nya lalu dia masuk kembali kedalam rumah.
"Semoga kau tidak seperti aku di masa muda tuan, hingga berakhir dengan hukuman," kata nya dalam batin dan dia mengingat dirinya di kehidupan masa lalu nya. Sungguh tak terbayang akan berada di dunia tengah ini sebagai jiwa yang tersegel dalam sebuah pedang.
Padahal dulu nya dia adalah kultivator terkuat di alam dewa. Bahkan dia sudah banyak membunuh para dewa, hingga dewa tertinggi penguasa alam dewa harus turun tangan menyegel nya.
Zhang San berjalan kearah menara kultivasi, setelah masuk dia duduk bersila. Kemudian dia menelan Pil Penyembuhan lebih dulu, Setelah itu dia menyiapkan mental nya dan menelan Pil Embun Hati.
Energi besar langsung merangsak masuk melalui jalur meridian nya dan menuju ke dantian nya dan terus berputar hingga beberapa bulan lama nya dia duduk disana.
Sekarang waktu satu jam di dunia luar sama dengan satu bulan di dalam lautan kesadaran nya, dengan teknik ruang dan waktu dia bisa mengubah sesuka hati nya tentang waktu yang ada di menara kultivasi itu. Sayang nya dia belom bisa menguasai Teknik ruang. Karna terlalu sulit bagi nya.
°°°°°
Sekte Angin Hitam.
"Patriak, semua nya sudah di persiapkan tinggal menunggu perintah darimu" ucap bawahan nya melapor kan pekerja'an nya yang sudah selesai. Sambil menunggu jawaban dari patriak nya. Dia berkata kembali. "Adakah lagi yang patriak butuhkan?"
"Tidak ada. Kita langsung bawa saja semua pasukan dan musnahkan Sekte Pedang Kebajikan. Kita akan menghidupkan kejaya'an sekte angin hitam" ucap nya lalu meninggalkan bawahan nya yang masih duduk dengan satu kaki itu.
__ADS_1
Sepeninggal Gu Ming-Hun bawahan itu yang tidak lain bernama Gu Bang keluar dari ruangan dan mengarahkan pasukan yang sudah terbentuk "Kita akan menyerang Sekte Pedang Kebajikan, persiapkan diri kalian dengan baik. Kita akan meratakan mereka. Jarah semua harta mereka. Nikmati wanita muda mereka" teriak nya lantang dengan pengerahan energi..