
Setelah membunuh lima Srigala itu dia langsung melompat dari satu dahan kedahan yang lain nya, Entah mengapa kini mata nya bisa melihat dalam kegelapan meski tak seterang di area terang.
Lalu dia mengedarkan persepsi nya. Dan dia merasakan ada banyak Aur yang mengarah kepada nya dari arah samping kanan nya.
"Teknik pedang petir, Tebasan Dua Gelombang" Setelah ujung pedang berada di atas mengarah kelangit dia menebaskan nya secara vertikal dan horizontal.
Energi yang besar terkandung dalam tebasan nya. Terdengar suara memburu kedepan. Wooooosh Booooom..! Ketika energi pedang itu bersentuhan dengan target. Ledakan besar terdengar disana. Asap membubung tinggi. Nyala api membakar beberapa pohon hinga menerangi hutan gelap itu.
Terlihat Jendral Srigala maju dengan tatapan penuh kebencian. Dia lalu menggunakan cakar nya di depan. Dan pergerakan nya sangat cepat. Wooosh.. Woooosh.. hanya suara angin yang terdengar. Namun wujud nya tidak terlihat.
Akan tetapi. Intuisi Zhang San sudah mulai terbentuk. Jadi dia dapat merasakan meski tak melihat nya. Dian menyimpan pedang nya lalu menggumamkan teknik nya. "Teknik telapak Dunia, Tapak Sepuluh Ribu" Ribuan tapak mengarah kepada jendral Srigala. Paaaak Paaaaak..! Duaaar..! Namun masih dapat di hindari nya. Malahan serangan itu mengenai pasukan Srigala yang tersisa.
"Bajingan kau" murka nya sambil membawa cakar yang terlihat berwana kehitaman itu kearah perut Zhang San. Namun Zhan San menghindari nya dengan berputar di batang pohon yang ada. Hingga serangan itu mengenai batang pohon itu. Terlihat batang pohon yang terkena cakar langsung berasap dan mengering.
"Racun yang ganas" Gumam Zhan San yang langsung mengeluarkan lagi pedang nya. Karna tak ingin tangan nya beradu dengan cakar itu.
Silih berganti cakar datang menghujam. Namun Zhang San seakan menari dengan pedang nya. Dia melompat kekanan. Lalu berputar sambil menendang. Kemudian pedang nya di tusukan ketanah lalu dia berputar kembali dengan pedang sebagai tumpuan nya, lalu dia melepaskan teknik nya. "Tapak Pengguncang Semesta" ucap nya mengirim serangkim energi cahaya yang telak mengenai tubuh Jendral yang hancur tak bersisa.
"Mana Raja kalian ?" tanya Zhang San dengan tatapan tajam, membuat tiga Srigala itu mundur perlahan lalu melarikan diri.
Dari jauh Zhang San mengikuti dia menurun kan habis basis kultivasi nya agar tak terdeteksi oleh tiga Srigala itu.
__ADS_1
Beberapa langkah lagi kedepan terlihat sebuah Goa, mereka bertiga masuk dan melapor "Raja, jendral sudah mati" Salah satu dari mereka memberanikan diri melapor.
"Lalu kalian membawa musuh ke rumah ku" ucap nya sambil menendang orang yang berbicara tadi.
"Ti-tidak raja. Kami sudah memeriksa dengan penciuman kami. Manusia itu tidak mengikuti kami" yang lain menyahut sambil menunduk.
"Kalian sangat bodoh. Manusia itu pintar menyembunyikan Aura nya dari kalian. Tapi tidak dengan ku. Penciuman ku lebih tajam dari kalian" ucap nya lalu keluar dari Goa itu...
Zhang San muncul di mulur Goa yang langsung di kelilingi oleh ratusan Srigala yang sudah berevolusi.
"Kau sangat hebat manusia" satu sosok lelaki muda bermahkota keluar dari Goa dengan rambut yang melambai karna marah bangsa nya banyak yang mati. Sosok itu tak seperti Srigala Evolusi yang mengelilingi nya. Dia berbentuk layak nya manusia pada umum nya, "Apakah manusia Srigala atau memang manusia pada umum nya yang mengaku sebagai Raja Srigala?" Zhang San bingung membedakan nya. "Apakah kau yang bergelar Raja Srigala?" Tanya Zhang san dengan tatapan tajam.
"Kau benar, aku adalah penguasa bangsa Srigala," ucap nya tak kalah menatap tajam Zhang San. "Serang dia" Ucap nya kepada Ratusan Srigala itu.
Fisik Zhang San sudah lebih baik dari sebelum nya. Entah sekarang fisik nya di tingkat apa. Belom ada yang mengetahui nya. Namun yang pasti kekuatan fisik nya saja mampu melawan tingkat suci tahap menengah..
Sepuluh orang lagi terlempar kebelakang menghantam dinding Goa dan meledak disana. Terlihat semburan darah nya membasahi mulut Goa. Menambah kemurkaan Raja Srigala. "Kalian sungguh tidak becus" ucap nya lalu maju kedepan menggunakan cakar nya yang di lapisi energi. Tiga larik cahaya berwarna biru kehitaman mengarah ke sisi kanan Zhang San
BOOOOOOM.. DUAAAAR...!!
Zhang San berkelit kesamping kiri dengan menghentak kan kedua kaki nya ketanah untuk melepaskan diri dari serangan yang mengincar tubuh nya.
__ADS_1
"Dia mampu mengeluarkan energi?" Sambil bergumam dia melepaskan pula teknik nya. "Teknik Telapak Dunia, Tapak Sepuluh Ribu" keluarlah ribuan tapak yang langsung menghancurkan semua Srigala evolusi itu. Kini Zhang San hanya berhadapan dengan Raja Srigala yang berwajah merah karna marah.
Duel mematikan akan terjadi siapa yang akan menang ? Kita lanjut lagi..!!
Dengan cakar yang terlihat biru kehitaman dan tetesan yang mungkin saja racun yang berjatuhan di sela cakar itu. Dia mengibaskan cakar nya keatas. Serangkum bilah angin tajam mengarah kepada Zhang San. Zhang San juga mengeluarkan teknik nya.
"Tebasan Dua Gelombang" ucap nya mengirim juga serangan nya. Di udara bilah angin tajam beradu dengan dua gelombang energi yang mengakibatkan terjadi nya ledakan besar di udara.
BOOOOOM..!
Hempasan angin pertemuan nya menghancurkan ratusan pohon yang menutupi cahaya. Hingga tersibak lah dunia luar yang terang dengan matahari sebagai penerang nya.
Raja Srigala menyipitkan mata nya melihat cahaya yang menyilau kan itu. Lalu dia merubah bentuk tubuh nya menjadi Srigala seutuh nya dengan diameter lima kali lipat tubuh Zhang san. Sangat besar. Bahkan Zhang San harus mendongak kan kepala nya untuk melihat di mana kepala Raja Srigala itu.
Di kepala nya tumbuh tanduk yang panjang yang memancarkan kilatan listrik yang berderak derak.
"Itu adalah tanduk Yang bisa di jadikan senjata tingkat tinggi, kau harus mendapatkan nya" Han oyang muncul di samping Zhang San dan menyaran kan nya.
Zhang San mengangguk faham. Dia juga tertarik melihat kilatan petir yang berada di tanduk Raja Srigala itu.
Mereka bertarung kembali, Dikarnakan area sekitar telah lapang, dengan tubuh besar nya dia bergerak begitu cepat serta lincah. Raja Srigala membawa cakar nya menerjang kedepan dengan energi pertir gelap yang kini menderak di kedua cakar nya itu.
__ADS_1
Zhang San menghindar kesamping kiri. Saat cakar itu ke arah kanan. Bukan hanya cakar tapi tanduk itu pun melepaskan serangan BOOOOOM..! Bumi begertar kembali.
Tapi Zhang San sudah tidak ada di sana. Di balik debu yang naik kepermukaan. Dia melepaskan serangan menyilang "Tebasan Dua Gelombang" Gumam nya rendah membawa daya hancur yang besar. Duaaaaar. Tubuh besar Raja srigala terhempas ketanah. Namun dia tidak mati. Dia bangkit kembali dengan kekuatan yang masih tersisa...