ZHANG SAN

ZHANG SAN
Menuju Kota Tianlu


__ADS_3

"Jika begitu, Tanyakan pada mereka di mana semua murid kami!"


Ma Dan terdiam tak bisa menjawab, Karna dia belum bertanya masalah itu, Du Sam hanya mengatakan pada nya bahwa Yan Yuan menghabisi murid Sekte Bintang Terang karna terbawa emosi dia langsung pergi.


"Kenapa kau diam Ma Dan?" Tanya Ho Feng lagi


"Ayo para tetua kita datangi murid dari tetua Ma Dan ini, Jika mereka tidak bisa menjelaskan, Maka mulai hari ini sekte kita akan berperang dengan Sekte Bintang Terang!" Ajak Ho Feng yang langsung melesat meninggal kan Ma Dan yang seperti patung di sana.


Setelah tersadar dia pun langsung melesat mengejar para tetua sekte Naga Hitam, dia tak ingin anak didik nya di celakai oleh mereka.


"Du Sam, Keluar kau!" Bai Ling berteriak kencang membuat seisi tenda keluar termasuk tetua Shen Duren yang sedang mengobati murid kesayangan nya, Terpaksa dia keluar menghampiri suara.


"Ada apa dengan kalian semua? Kenapa berteriak disini?" Dai Lai maju menunjuk para tetua Sekte Naga Hitam yang terlihat marah.


"Tanyakan pada murid kalian semua, Dimana semua murid kami!" Ho Feng bersuara sebagai pemimpin yang di percayakan oleh para tetua


"Panggilkan Du Sam dan yang lain nya, Biar dia mengatakan kebenaran nya!" Perintah Shen Duren kepada tetua di sebelah nya.


Du Sam dan Du Anchi serta sepuluh orang murid yang berhasil selamat di datang kan.


"Lihat lah, Ribuan murid kami yang masuk kedalam dunia kecil hanya tersisa dua belas orang saja!" Ucap Dai Lai lalu dua mengarahkan pandangan nya kepada Du Sam. "Du Sam, Katakan kepada mereka yang sebenar nya!" Pinta nya


Du Sam maju kedepan lalu dia menceritakan semua. Tidak ada yang dia tutupi karna tak ingin ada nya perang antar sekte "Seperti itulah yang terjadi tetua, Harap tetua semua percaya kepada kami!" Ucap nya


Para tetua Sekte Naga Hitam terlihat banyak yang tak percaya, "Jika memang benar itu adalah perbuatan dari tetua Yan, Kami tak bisa menghukum kalian" Ucap Ho Feng yang sedikit percaya "Tapi kami harus memastikan dulu, Jika kami mendapati tetua Yan masih hidup dan ada di sekte, Maka bersiap lah kalian untuk mengibar berdera perang!" Sambung nya lagi


"Aku yang membunuh nya!" Sebuah suara terdengar dari atas. Dan semua orang memandang ke atas langit, lalu terlihat sesuatu melayang dan jatuh di tengah-tengah mereka.

__ADS_1


"Tetua, Itu adalah kepala Tetua Yan!" Ucap Bai Ling yang menunjuk kepala yang menggelinding.


"Dia bersekutu dengan dewa jahat, Untuk menguasai benua ini, Dan aku membunuh nya untuk menghilang kan penyakit di masa depan, Jika ada di antara kalian yang ingin membalaskan dendam nya, Datang lah padaku! Aku tak masalah membunuh satu atau dua orang lagi yang berhati jahat!" Ucap Zhang San yang masih melayang di udara Lalu dia mengeluarkan Tekanannya yang hanya di Fokuskan untuk semua tetua Sekte Naga Hitam


Sebagian tetua sekte Naga Hitam langsung ambruk telungkup ketanah. Sebagai lagi masih sanggup menahan dan hanya lutut mereka yang turun. "Jika ada di antara kalian berani menyerang sekte Bintang Terang, Maka aku akan meratakan sekte Naga Hitam!" Ancam Zhang San dan menambah lagi tekanan nya.


Hingga membuat sebagian yang sudah ambruk pingsan dan yang masih berlutut kini terlihat tengkurap karna tak bisa menahan beban yang di berikan oleh Zhang San.


"Ka-kami be-ber janji ti-tidak a-akan menyerang, To-tolong lepa-paskan tekanan i-ini!" Pinta Ho Feng


Zhang San langsung menarik tekanan nya "Ingat lah janji kalian!" Ucap nya lalu melesat terbang dengan kecepatan cahaya hingga tak terlihat lagi oleh mata semua orang.


Shen Duren dan semua tetua sekte Bintang Terang tak menyangka bahwa seorang pemuda bisa mempunyai kekuatan seperti itu.


"Aku merasakan nya meski samar, Tapi itu cukul untuk membuat ku tidak bisa bergerak!" Ucap Ma Dan dari belakang


"Kau benar tetua!"


"Kita harus segera pergi dan melaporkan kejadian ini kepada patriak sekte!" Perintah Ho Feng yang mulai berdiri lalu di ikuti oleh semua orang yang masih berdiri dan memapah tetua yang pingsan dan membawa nya terbang kembali ke sekte Naga Hitam.


Sedangkan tetua Shen Duren juga memerintah kan semua tetua dan murid untuk berkemas dan kembali ke sekte mereka.


"Kau tak kan bisa meraih nya adik" Du Sam yang melihat adik nya masih menatap arah pergi Zhang San menepuk bahu Du Anchi sambil mengingat kan nya.


"Ya Kak, Aku tau!" Sahut nya lalu berdiri dan mengusap bulir air mata yang sedikit keluar karna tak sempat mengucap kalimat perpisahan.


Dia sempat merasakan rasa menyukai, Mencintai, Dan mengagumi itu ada pada diri Zhang San. Tapi takdir belum menentukan tangan mereka bersambut apalagi hati yang saling bertaut.

__ADS_1


Swoooosh..! Dong Hu keluar dari kehampaan dan langsung menyapa tuan mudanya.


"Tuan muda..!" Sapa nya


"Temani aku tetua Dong!"


"Baik tuan muda, Kita akan kemana?" Tanya Dong Hu


"Kita akan menuju kota TianLu, Mungkin sebentar lagi kita akan sampai!" Sahut Zhang San.


Mereka berdua terus melesat hingga mereka melihat pertarungan satu lawan dua, Satu memakai jubah berwarna coklat dan dua lawan nya memakai pakaian hitam dengan topeng menutupi wajah nya.


"Tetua Dong, Bantu dia, Ini jelas dua orang itu adalah pembunuh bayaran!" Ucap nya.


Dong Hu langsung mengangguk dan mengambil pedang lentur yang ada di pinggang nya, Dan dia turun dengan cepat menukik dengan pedang yang mangacung kedepan.


Suuuut...! Suara pedang membelah angin mengarah langsung ke kepala salah satu orang yang bertopeng.


Akan tetapi. Orang itu menyadari kedatangan Dong Hu dan dia mundur sambil menebaskan pedang nya ke atas menangkis pedang Dong Hu, Namun dia tak tau, Pedang Dong Hu lentur dan menghantam topeng wajah nya.


Dan topeng itu terbelah dua hingga menunjuk kan siapa sosok di balik topeng tersebut.


"Tetua Binjai, Jadi kau yang ingin membunuh ku? Pantas aku seperti pernah melihat gerakan teknik mu!"


"Sudah ketahuan, Tak ada lagi yang perlu di tutupi, Kau benar aku yang ingin membunuh mu! Lalu kau mau apa? Hah!" Tanya nya.


"Aku hanya tidak menyangka demi kekuasaan kau melakukan ini!" Sahut nya sambil menggelengkan kepala

__ADS_1


"Kau tak perlu memikirkan nya, Karna kau akan segera mati" Ucap Tian Binjai yang langsung menyerang ke arah Tian Chang tapi masih di halangi oleh Dong Hu dengan menghadang di depan.


"Lawan aku...!" Teriak Dong Hu


__ADS_2