ZHANG SAN

ZHANG SAN
Meninggalkan Pelelangan


__ADS_3

"Apa mungkin api ini bisa meningkat kan teknik dari api matahari" Gumam nya sendiri. Dia terlihat berpikir lama, sedangkan penawaran terus saja berlangsung hingga sudah mencapai sepulu juta.


"Akan ku coba, siapa tau bisa" Gumam nya lagi lalu menawar harga.


"Dua belas juta" Teriak Zhang San.


"Lima belas juta" Dari ruang nomor tiga.


"Tujuh belas juta" Sahut orang yang ada di ruang nomor satu.


Penawaran terus meningkat, Zhang San berdiam bukan karna tak cukup uang, Tapi dia tidak ingin teriak teriak terus soal harga, Dia ingin menjadi pemenang di Akhir penawaran.


"Dua puluh juta" Kini suara orang di ruang Vip nomor Empat.


"Tiga puluh juta" Teriak di ruang Vip nomor dua dengan sebuah senyuman


Tidak ada lagi yang bersuara setelah nya. Ini sudah penawaran tertinggi untuk sebuah sumber daya yang hanya bisa di pakai oleh orang yang memiliki teknik api, Seperti Alkemis.


"Empat puluh juta" Teriak Vip Nomor Lima.


Semua orang terkejut mendengar nya.


"Penawaran dinaikan hingga sepuluh juta langsung, benar benar orang kaya" entah suara siapa itu. Yang pasti itu berasal dari lantai satu, atau lantai dasar. Mereka pun berbisik bisik.


"Empat puluh lima juta" Teriak Ruang Vip nomor Dua kembali terdengar, "Aku Lei Jung! Mohon untuk saudara yang berada di Vip nomor lima untuk mengalah, aku akan memberikan kompensasi untuk kesediaan nya, Karna aku sangat memerlukan api ungu ini"


Ketika semua orang yang berada di lantai satu mendengar nama yang di sebut kan, Akhir nya mereka pun faham alasan mengapa orang itu berkata seperti itu, Dia adalah Grand Master Alkemis terkenal di Alam dewa tingkat dasar ini.


Semua bisik bisik tetangga kian lama kian membesar dan harus di diam kan lagi "Jangan berisik, Harap tenang" Teriak Huang Di.


Dan semua pengunjung perlahan mereda.


"Maaf, Aku juga menginginkan nya" Sahut Zhang San.


Gempar, Sekali lagi gempar suasana pelelangan.

__ADS_1


"Apakah dia tidak tau dengan Grand Alkemis Lei Jung hingga dia berani berebut sumber daya"


"Iya mungkin kau benar, Bisa saja dia memang bukan dari wilayah ini sehingga dia tidak tau siapa sebenar nya Lei Jung ini"


"Atau mungkin juga dia memang sengaja melakukan itu"


Dan masih banyak lagi diskusi para pengunjung namun itu suatu hal yang belum perlu kita bahas.


Lei Jung mengeratak kan gigi nya, "kau seperti nya sangat muda hingga tidak mengenal ku, Hemm, Jika kau tak memberikan nya padaku, nanti kau akan susah mencari pil di seluruh pelosok negri ini Nak, tapi jika kau mau mengalah aku akan memberikan mu pelakat kehormatan dari asosiasi Sanghui"


"Tidak perlu mengancam, Karna aku tak memerlukan Pil dari orang lain, Aku bisa membuat nya sendiri. Jika kau tak punya cukup Uang, Mundur lah, pelelangan di adakan untuk menghargai yang punya uang, Benarkan Huang Di?" Tanya Zhang San.


"Yang kau katakan benar, Paviliun Huangfu kami menjaga privasi dan juga menjunjung tinggi yang paling tinggi menawar harga, Bukan yang paling tinggi pangkat atau gelar nya" Sahut Huang Di tegas. Membuat Lei Jung tak bisa lagi berkata kata,


"Jika tak ada lagi yang menawar maka akan ku ketuk palu" Tuk tuk tuk setelah dia beberapa detik ketukan palu pun terdengar.


Tepuk tangan meriah kembali menggema.


"Cepat cari informasi tentang ruang Vip nomor lima, Dia sangat berani menantang ku, dia tak kan tau bagaimana cara aku menghancurkan nya"


Zhang San dan juga Fu Zingmin keluar dari pelelangan itu dan langsung menuju tempat pengambilan barang yang di menangkan. Disana dia hanya perlu menunjuk kan pelakat Vip dan mengatakan Nomor ruangan nya. Setelah itu di berikan Dua barang yang di menangkan nya setelah membayar sejumlah harga.


"Ikut aku ke suatu tempat Paman!"


Fu Zingmin mengangguk dan mengikuti dari belakang, mereka terus saja berjalan hingga keluar dari kota, kemudian mereka melesat menjauh dari kota tersebut menuju hutan.


Kemudian mereka berdua turun, lalu Fu Zingin mencari kayu bakar dan Zhang San mengeluarkan daging binatang buas yang sudah di bersihkan sebelum nya.


Setelah setengah matang, Orang yang di tunggu pun datang, Lima aura dewa Bumi tahap Awal dan satu dewa Bumi tahap menengah muncul mengelilingi mereka berdua yang santai memanggang daging.


"Kenapa kalian lama sekali baru datang, aku sudah lelah menunggu, duduk lah jika ingin makan dan tinggalkan harta kalian jika ingin pergi" Ucap Zhang San, dia tak peduli ada berapa orang yang datang, Asalkan jangan dewa langit saja, dia tak akan gentar, apalagi pasukan di dunia jiwa nya cukup banyak.


"Tidak ku sangka kau begitu sangat berani, Bahkan dengan sengaja menunggu kami, Apa sebenar nya isi otak mu Nak?"


Haha hahaha suara tawa dari lima orang itu menggema di tengah hutan yang mulai gelap karna matahari sudah hampir kehilangan kewibawaan nya.

__ADS_1


"Hilang kan saja kultivasi mereka, jangan bunuh!" Perintah Lei Jung.


"Tapi kalau mematahkan tangan serta kaki bolehkan Master?"


"Itu terserah kalian saja!" Ucap nya sambil tersenyum.


Mereka berencana untuk menghancurkan mental lawan, tapi sayang mereka salah memilih lawan.


Swooosh..! Sebuah cakaran menghantam punggung salah satu dari lima orang itu, dan orang itu terbang hinga puluhan meter.


Empat orang itu terkejut, Tapi tidak bagi Lei Jung dia melihat apa yang menyerang bawahan nya, tapi tidak cukup cepat untuk menghalau serangan nya.


"Kalian berani ingin mengganggu tuan muda ku, Apa kalian semua ingin mati" Teriak Lang Ming yang datang secara mendadak, sebelum nya dia memakai aura Raja srigala jadi tidak ada yang menyadari kedatangan nya.


"Kalian bertiga hanya dewa bumi tahap awal, Dan kami berlima yang berada di tingkat bumi tahap awal dan juga master alkemis kami yang berada di tahap menengah. Apa kalian pikir kalian bisa menang"


"Jadi kalian mengandal kan banyak orang, Sungguh kasihan" ucap Zhang san


Swosh swosh tiga orang keluar dari kehampaan dengan tingkat dewa bumi tahap awal.


"Hong Kong, Liu Bai, Ken Zou, Kalian pilih salah satu untuk latihan kalian" Ucap Zhang San memerintahkan tiga orang itu untuk melawan tiga orang, Dan dua orang nya akan melawan dua yang tersisa.


Sedangkan Zhang San kini berdiri dan berhadapan denga Lei Jung, "Sayang sekali pak tua, Jika kau tidak serakan mungkin kita bisa berbagi ilmu dalam pembuatan Pil"


Lei Jung mendengus lalu bersiap dengab kuda kuda tarung nya..



Di suatu tempat yang berbeda. Yu Ling An mendarat dengan sempurna, ada hembusan angin dingin yang menerpa nya ketika dia sampai, Dia pun mengingat masa masa bersama orang tua nya.


Swosh..! keluar satu sosok yang begitu mirip dengan nya.


"Dimana kita berada sekarang ibu?"


"ini adalah alam dewa tingkat rendah sayang, Disinilah tempat ibu di lahirkan dahulu, dan di reruntuhan ini lah dendam ibu terhadap Klan bayangan berawal, Kita akan mencari keluarga yang lain lebih dulu, semoga masih ada yang tersisa di dekat sini" dia berkata sambil membuka pintu ruang rahasia, Yu Ling An mengajak Cao Ling An untuk memasuki nya setelah pintu itu terbuka...

__ADS_1


__ADS_2