ZHANG SAN

ZHANG SAN
Final


__ADS_3

Feng Yaya



Pusaran angin berbentuk kepala harimau yang dilesakkan oleh Tang Shanxi begitu ganas meraung seolah ingin memangsa Qu Yang. Namun Qu Yang juga menunjukkan hasil latihan yang selama ini dia pendam.


"Teknik Kaki Hantu, Tendangan Tanpa Bayangan!" Gumamnya lalu bergerak menerjang Tang Shanxi, Dengan langkah kaki yang cepat, dia bergerak Zigzag dan seakan menghilang dari pandangan semua orang.


Semua orang bahkan berseru melihat kecepatan yang ditunjukan oleh Qu Yang.


Qu Yang melewati dua raungan harimau itu yang mengarah kepadanya dengan memiringkan tubuhnya. lalu menendang dada Tang Shanxi yang terbuka.


Buk! Buk! Buk!


Bagai samsak yang hanya menunggu untuk ditendang, Tang Shanxi terlempar menghantam Pembatas Formasi dengan punggungnya dan pingsan.


"Pemenangnya Qu Yang dari sekte Pedang Surgawi" Dong Hu berucap lalu meminta untuk peserta beristirahat. "Pertandingan kita tunda beberapa saat" Ucapnya lagi lalu kembali ketempatnya untuk memulihkan energi sepiritual yang sudah cukup terkuras.


Setelah beberapa waktu berlalu, Terlihat Dong Hu kembali melayang menuju arena pertandingan.


"kini saatnya kita akan melakukan pertandingan terakhir, Pertandingan ini akan langsung dilakukan oleh tiga orang, Siapa yang bertahan dia yang akan menjadi juara, Naiklah ke arena" Ucap nya lagi


Tiga orang segera naik, kini mereka membantuk segitiga saling berhadapan, Yin Gong, Qu Yang dan juga Bing Sai.


"Jangan melukai lawan dibagian vital, apalagi membunuh lawan, kita berada disini untuk menjalin persahabatan, Tidak ada permusuhan setelah ini" Ucap Dong Hu lagi sambil menatap tiga orang itu. "Mulai saja jika kalian sudah siap satu sama lain" Tambahnya lagi


Tiga orang yang saling berhadapan itu segera menganggung satu sama lain dan mulai mengeluarkan kekuatan penuh mereka semua.

__ADS_1


Angin berhembus memasuki celah Formasi yang berada diatas. Qu Yang dengan Pedang ditangannya yang berselimut angin, Yin Gang dengan Pedang panjang seperti tombak. dan Bing Sai dengan pedang putih yang dingin.


Mereka bertiga langsung bergerak ke satu arah yaitu area tengah yang menjadi titik pertemuan ketiga serangan mereka. hingga tubuh mereka masing-masing terlempar.


Qu Yang segera bangun dan dia mengejar Bing Sai yang juga menatap ke arahnya tanpa senyum "Teknik Pedang Salju, Pedang Dingin Pembeku" Ucapnya lalu mengirim serangan yang bercampur Qi Es yang dingin yang hampir saja membekukan udara yang dilewatinya menuju Qu Yang. Namun Qu Yang hanya tersenyum, Dia pun melompat keudara setinggi sepuluh meter dan membiarkan Serangan Bing Sai melewati dirinya lalu dengan Udara yang sedikit memadat dia pun memijakkan kaki disana dan menebaskan pedangnya.


"Teknik Pedang Putih, Seni Pedang Surgawi!" lalu dia berlari di atas udara yang sedikit membeku, setelah itu dia melompat dan melepaskan serangan pedangnya dari atas dengan gerakan yang dipadukan dengan langkah tanpa bayangan, kecepatannya dalam bergerak sangat merepotkan Bing Sai.


Sebisanya dia menahan serangan itu, meski tak sepenuhnya bisa, karna di penglihatannya, Qu Yang menyerang dengan banyak pedang, Namun pada kenyataannya hanya satu pedang saja


Begitu pula dengan penonton yang melihat serangan pedang yang dilancarkan oleh Qu Yang, Seperti ada ratusan pedang yang menyerang Bing Sai.


Yin Gong menarik Nafas pelan, Lalu dia membiarkan pertarungan mereka terjadi, dengan begitu dia akan mendapat minimal juara dua.


Teng Teng Set Sat. Dua tebasan dapat dihalau namun dua tebasan lagi menyarang di bahu kiri dan kaki Bing Sai.


Kemudian disusul dengan sebuah tendangan yang menyarang diperut. Al Hasil! Bing Sai terpelanting hingga pingsan, Seperti Halnya Tang Shanxi sebelumnya yang mendapat tendangan hingga terpental ke pembatas Formasi.


"Apa kah kau perlu istirahat?" Tanya Yin Gong menatap Qu Yang yang tidak bergerak.


"Tidak perlu, Kekuatanku masih cukup untuk meraih Posisi satu" Sahutnya dengan tersenyum, Kalimat itu seolah mengejek Yin Gong.


Namun Yin Gong tidak terpengaruh oleh Provokasi yang dilakukan oleh Qu Yang. Dia masih tenang dengan senyuman yang tak terkikis diwajahnya.


"Bertarung lah, Jika kau hanya membacot lebih baik pulang dan merengek di kaki ibumu!" Balas Yin Gong dengan mimik wajah mengejek. Lalu dia berkata lagi, "Atau kau bisa menyerah" Ucapnya menghentakkan tombaknya ke ubin membuat retakan dan getaran disana.


Lalu mengayun membuat gerakan dengan kuda-kuda yang cukup kokoh dan tombak pedang itu berada dibahunya memanjang kebelakang.

__ADS_1


lalu tangannya melambai ke arah Qu Yang memintanya untuk maju sambil tersenyum.


Qu Yang mengalirkan lebih banyak Qi Angin pada pedangnya lalu mengirim energi bersamaan hentakan kaki kanannya.


Wush~~


Seranganya sangat cepat, Namun Yin Gong tidak diam menghadang, Jelas dia tau dan dapat memperkirakan kekuatan serangan itu.


Dia menangcapkan tombaknya ke tanah cukup dalam lalu melompat dengan tetap berpegang pada tombaknya. kemudian dia meraih sesuatu pada ujung pedang hingga muncul sebuah rantai yang terhubung satu sama lain.


Kemudian dia terlihat memutar tombak itu pada genggaman yangannya setelah itu pegangan tombak memendek dan menjadi gagang cambuk.


ketika serangan itu Qu Yang bergitu dekat denganya. dia memutar tombak yang sudah berubah menjadi cambuk itu diudara. Terdengar deru angin yang bertiup terbawa arah putaran cambuk.


Swing!~~ Duar..! Ledakan angin terjadi diudara menghempaskan mereka berdua hingga menghantam Pembatas Formasi. namun mereka masih tidak ada yang mau mengalah, Kembali mereka beradu serangan jarak dekat, Qu yang terus saja menghadiahkan serangan cepatnya kepada Yin Gong! Namun, Yin Gong juga selalu membalas dengan cambuk yang sudah berubah menjadi tombak pedang.


Hiyaaat..! Dentang dentang, Treeeeeeeeng.


Bak Bik Buk Suara tinju kedua orang itu beradu, hingga terdengar renyah pada tangan mereka. lalu mereka saling mundur satu sama lain dengan memegang tangan masing-masing yang sekiranya patah karna adu pukulan.


Kemudian saling menyerang lagi dengan mengadu kaki, Namun soal kaki, jelas Qu Yang unggul, karna dia berlatih jurus kaki hantu yang super cepat.


Qu Yang dengan nafas yang semakin kembang kempis terduduk dilantai, sedangkan Yin Gong terlentang karna tak bisa lagi berdiri


"Apa kau masih bisa bertarung?" Tanya Dong Hu kepada Yin Gong, Namun Yin Gong membalas dengan senyuman lalu menggelengkan kepalanya.


"Pemenangnya adalah Qu Yang dari Sekte Pedang Surgawi" Dong Hu langsung mengumumkan acara itu lalu dia memberikan Sebuah Pil kepada Yin Gong yang langsung membuatnya melongo.

__ADS_1


Riuh suara penontong langsung menggema dan tepukan tangan tak berhenti hingga beberapa tarikan nafas


"Harum sekali Pil ini, mungkin ini adalah pil kelas atas" Ucap penonton saling berbisik


__ADS_2