
Bai Feng Jiyu menerus kan cerita nya.
"Setelah anak ku dewasa dia di angkat menjadi murid unggulan sekte Bintang kebajikan, lalu sebuah peristiwa terjadi...!!!"
"Begitu lah kejadian nya. Aku sangat senang sa'at mendengar kabar kematian Gao Yuan. Karna dia orang yg kejam dan untung nya kau juga membunuh Gao Beng anak nya. Jadi dendam ku secara tidak langsung kau balaskan..
Anggota klan nya juga sering berbuat kejahatan. Namun tak ada yg berani untuk melawan. Karna di kota ini. Hanya dia lah yg sudah mencapai tingkat Kaisar tahap puncak.
"Jadi bagaimana sekarang keada'an anak mu patriak Bai.?" Tanya Zhang San.
"Anak ku sekarang terbaring lemah. Karna jiwa nya sudah hampir habis terkikis Oleh tinju penggetar sukma, aku membeli pil penempa jiwa di pelelangan. Berharap bisa mengobati keada'an anak ku. Namun tabib mengatakan itu tak bisa di pakai tanpa mutiara jiwa."
"Dan aku meminta mu untuk mencarikan aku mutiara jiwa tersebut."
"Dimana aku bisa mendapat kan nya patriak?"
"Dahulu kala didalam catatan nenek moyang tertulis cerita tentang pegunungan awan yg indah yg tersembunyi banyak herbal dan para dewa yg bertempat disana,
Namun gejolak internal mengakibat kan Peperangan besar terjadi, menghancurkan gunung itu. Dan membuat kawah yg sangat dalam. Hingga kini di kenal dengan nama jurang kematian Dan Disana adalah kuburan para dewa yg mati berperang.
Jadi kemungkinan mutiara jiwa dari para dewa masih ada disana. Dan aku berharap sangat besar kepada mu untuk pergi kesana. Aku yakin dengan tingkatan mu yg sekarang kau bisa masuk ketempat itu,
Apa pun yg kau minta akan ku berikan. Asal kau bisa membawa kan aku satu mutiara jiwa untuk anak ku Bai Liang" tutup nya dengan raut muka sedih.
"Baik lah aku akan membantu mu patriak Bai." Ucap nya bersungguh- sungguh. Dia tak ingin mengatakan tujuan nya juga sama ingin ke jurang kematian.
"Namun aku tak bisa menjanjikan apakah aku bisa mendapatkan nya"
"Yg terpenting kau mau" ucap Patriak Bai.
"Aku akan mengirim lima orang satu adik ku di tingkat kaisar tahap awal, sisa nya ditingkat prajurit tahap menengah untuk membantu jika ada yg mengganggu di perjalanan ketempat itu, Kami sudah memastikan jalur nya"
"Satu hari lagi kalian akan berangkat, persiapkan lah dirimu" Ucap patriak Bai, lalu dia meminta pelayan untuk mengantar Zhang San bersama istri nya kekamar tamu.
"Ikuti saya tuan dan nyonya" ucap pelayan berjalan lebih dulu
Sesampai nya di depan pintu pelayan membukanya lalu berkata "Silahkan tuan, nyonya" pelayan lalu meninggalkan mereka.
Malam itu mereka berdua berkultivasi bersama.
....
__ADS_1
Barat kota kediaman Klan Bai.
Patriak Bai duduk tenang menyesap minuman bersama Lima orang kultivator satu di tingkat kaisar tahap puncak. empat orang di tingkat prajurit.
"Bai Long kau akan memimpin tugas ini mengantar dan menunggu mereka keluar dari jurang kematian. Ingat lah kalian jangan meremehkan nya. Orang ini bisa menyamarkan tingkat kultivasi nya dengan sempurna. Jadi jangan membuat hal yg tidap perlu, Apa kah kalian mengerti?" Tanya patriak.
"Di mengerti patriak."
"Saya akan menjalan kan sesuai yg anda perintahkan" Ucap Bai long.
Sesa'at kemudian dua orang pemuda dan pemudi berjalan kearah mereka sambil berpegangan tangan.
"Salam patriak Bai. Apakah kalian sudah lama menunggu?" Tanya Zhang San dengan Sopan.
"Tidak juga nak Zhang, kenal kan mereka."
"Saya Bai Long selaku pemimpin perjalanan ini"
"Saya Bai Kangli"
"Saya bai...
"Saya bai..
"Baik lah. Nama saya Zhang San. Dan ini Istri saya Cao Ling An. Mohon kerjasama nya paman semua" Ucap nya rendah hati.
"Sebaik nya kalian segera berangkat perjalanan ini membutuhkan tujuh hari untuk sampai kesana,"
"Baik patriak" ucap lima orang itu serempak.
"Doakan kami agar sampai dan selamat patriak" ucap Zhang San lalu melangkah mengikuti mereka berlima.
"Demi anak ku kalian harus selamat" batin nya lalu meninggalkan tempat itu menuju keruangan Bai Liang.
"Semoga mereka mendapatkan nya anak ku. Agar jiwa mu bisa di perbaiki" air mata nya menetes melihat anak kesayangan nya terbaring di kasur.
Tiga hari mereka terbang tanpa berhenti. Hanya Cao Ling An saja yg terbang di pelukan Zhang San. Karna dia belom bisa menggunakan energi sepiritual.
Kemudian mereka turun dan beristirahat, Bai Long mengeluarkan makanan yg di simpan nya dalam cincin dimensi nya.
"Silahkan makan tuan muda" ucap Bai Long sambil menyerahkan makanan kepada Zhang San.
__ADS_1
Zhang San langsung mengambil nya. "Terima kasih paman Bai" sahut nya lalu membagikan makanan nya kepada Cao Ling An.
"Paman Bai, apakah nanti paman ikut masuk?"
"Kami hanya mengantar kan sampai di mendekati tempat tujuan nak Zhang."
"Kalau begitu. Boleh kah nanti aku menitip istri ku kepada paman?"
"Aku tak masalah" lalu memandang kearah empat orang yg lain nya.
"Kami juga tak masalah" ucap mereka
Lalu mereka berbincang santai sambil menikmati makanan yg tersedia.
Malam pun berlalu dengan cepat tanpa ada gangguan. Mentari menyinari bumi dengan keagungan cahaya nya.
"Nak Zhang. Kita akan berangkat. Mungkin kalau kita bergegas makan hanya akan memakan waktu tiga hari saja lagi dari hari yg di tentukan."
"Baik lah" lalu mereka bersiap. Dan melesat terbang dengan kecepatan maksimal.
Tiga hari pun kembali berlalu,
"Sekarang kita sudah hampir sampai di tempat tujuan, Sebaik nya kita turun"
"Bai Kangli ajak lah yg lain untuk mendirikan tenda satu untuk kita berlima. Satu lagi untuk Istri Nak Zhang"
"Baik" Sahut Bai Kang Li dengan segara melaksanakan nya.
"Seberapa jauh lagi paman Bai?" Tanya Zhang San.
"Tinggal lima ratus meter lagi. Di balik bukit itu lah jurang kematian berada"
"Baik lah Paman. Aku akan memulihkan diri sebentar" lalu Zhang San mengambil tempat duduk dan menelan pil pemulih energi.
Beberapa menit terlewat. Zhang San lalu membuka mata nya. "Sudah Sa'at nya." Ucap nya. Lalu dia berpaling dan menemukan Cao Ling An masih di samping nya.
"An'er. Bisa kah kau menunggu ku di sini.?"
Matanya berkaca namun dia harus bertahan disini. "Aku akan menunggu mu gege" Ucap nya sambil memeluk Zhang san seolah tak ingin lepas.
Lalu dia beranjak mendekat ke arah Bai Long lalu Berkata. "Jika selama tiga hari saya belom kembali. Maka paman dan yg lain pulang lah dan antarkan istri saya ke Klan Hong" tutup nya langsung melesat ke arah tujuan.
__ADS_1
Cao Ling An ingin berbicara namun tak sempat mengucap. Karna Zhang San begitu cepat menghilang dari pandangan semua orang...